Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tinggalkan Persib, Frans Putros Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026

Rabu, 18 Maret 2026 09:05 WIB

Cek Estimasi Idulfitri 1447 H: Apakah Lebaran Jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026?

Rabu, 18 Maret 2026 08:51 WIB

Update Harga Emas Antam Hari Ini 18 Maret 2026: Turun Tipis, Cek Rincian Lengkapnya

Rabu, 18 Maret 2026 08:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tinggalkan Persib, Frans Putros Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026
  • Cek Estimasi Idulfitri 1447 H: Apakah Lebaran Jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026?
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 18 Maret 2026: Turun Tipis, Cek Rincian Lengkapnya
  • Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok
  • Prediksi Puncak Mudik H-1 Lebaran, Jalur Selatan Bisa Tembus 85 Ribu Kendaraan!
  • Bangun Sahur Tepat! Ini Jadwal Imsak Bandung Rabu 18 Maret 2026
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Viral Video Ukhti Mukena Pink: Ternyata Ini Fakta di Balik Sensor Putih yang Bikin Netizen Penasaran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kronologi Kerusuhan di Dago Elos: Warga Diteriaki Kalimat Kasar hingga Penembakan Gas Air Mata

By Putra JuangSelasa, 15 Agustus 2023 14:43 WIB4 Mins Read
Keluarga Muller
Sengketa tanah Dago Elos. Foto: Ist
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kuasa hukum warga Dago Elos, Rizki Ramdhani mengungkapkan, kronologi awal kerusahan yang terjadi antara warga Dago Elos dan pihak kepolisian yang terjadi di kawasan Dago, Kota Bandung pada Senin (14/8/2023) malam.

Menurut Rizky, kerusuhan yang terjadi berawal dari kekecewaan warga atas ditolaknya laporan atas dugaan tindak pidana yang dilakukan Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller dan Pipin Sandepi Muller yang mengklaim mewarisi tiga sertifikat eigendom verponding.

Ia menyebut, 300 keluarga terancam digusur dari wilayah Dago Elos karena tanahnya diklaim perusahaan PT Dago Inti Graha. Warga pun melaporkan hal tersebut ke Polrestabes Bandung pada Senin (14/8/2023) siang.

Pada pukul 09.00 WIB, warga Dago Elos berkumpul untuk berangkat ke Polrestabes mengantar pelapor untuk melapor dugaan tindak pidana.

Setibanya di Polrestabes Bandung pada pukul 10.48 WIB, 4 orang warga pelapor bersama 7 orang kuasa hukum memasuki ruangan SPKT untuk mendaftarkan pelaporan.

“Warga pelapor bersama kuasa hukum diarahkan menuju aula Reskrim Polrestabes Bandung disabut oleh Kasat Reskrim bernama Agah Sonjaya, Kanit Ekonomi bernama Dewa dan penyidik bernama Yudhis,” kata Rizki, Selasa (15/8/2023).

Sekitar pukul 12.00 WIB, warga bersama kuasa hukum menjelaskan duduk perkara beserta bukti lengkap dan keterangan lengkap dari pelapor ke Satreskrim Polrestabes Bandung.

Baca Juga:  Fakta Persidangan, Khairur Rijal Terima Duit Kakap Haram di Proyek Bandung Smart City

Rizki mengatakan, salah satu petugas enggan menerima laporan warga. Alasan dari petugas karena warga yang melapor tidak memiliki sertifikat tanah.

“Warga dan kuasa hukum meminta Kasat Reskrim untuk menyampaikan alasan penolakan langsung di depan warga yang menunggu diluar,” ungkapnya.

Namun, Kasat Reskrim menolak untuk menyampaikan langsung dengan alasan dirinya menganggap warga pelapor dan kuasa hukum sebagai perwakilan dari keseluruhan warga.

Sementara itu, salah seorang warga Dago Elos, Lia mengaku kecewa dengan penolakan tersebut. Karena kekecewaannya itu, dirinya langsung mendatangi Kantor Reskrim Polrestabes Bandung seorang diri.

“Tadi malam itu karena dengan sangat kecewanya saya mendengarkan putusan yang kami terima saya tanpa berpikir panjang saya masuk ke Kantor Reskrim sendirian,” ucap Lia.

Namun saat masuk ke Kantor Reskrim, Lia langsung dicegat oleh kawanan polisi bersenjata lengkap. Lia mengaku, kedatangannya tersebut hanya sekedar untuk mencari keadilan.

“Dan pada saat masuk itu saya dicegat dengan banyak polisi mereka sampai ada yang megang senjata tapi saya ga peduli saya hanya pengen minta keadilan, kejelasan ke Kasatnya kenapa gitu laporan kami ditolak dan terlalu mempersulit warga gitu kami tidak meminta apa-apa,” katanya.

“Saya datang ke dalem itu saya ga bawa senjata sama sekali saya hanya bawa diri saya sendiri karena saya hanya minta keadilan tapi mereka diam dengan seribu alasan dan akhirnya saya dijemput dengan kuasa hukum berdua dan akhirnya saya keluar,” tambahnya.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Hotel Murah di Bandung, Cocok untuk Staycation saat Libur Nataru

Saat diluar, Lia mengaku ada salah seorang polisi yang melontarkan kalimat kasar kepada dirinya. Bahkan, polisi tersebut sempat akan memukul dirinya.

“Dan pas dipager bapak polisi yang bernama M Rustandi itu yang dari siang saya perhatiin udah sangat emosi kepada kami dia nyegat saya dan bilang “Gara-gara kau anjing semua mau masuk kejadiannya jadi kaya gini”. Dan akhirnya dia itu mau memukul saya tapi ditahan sama polisi yang lain,” terangnya.

Karena peristiwa itu, kata Lia, warga Dago Elos dan polisi pun sempat bersitegang. Bahkan salah satu polisi sempat mengeluarkan senjata.

“Akhirnya terjadi keributan antara aliansi sama polisinya dan saya dengan jelas melihat salah satu polisi udah mau ngeluarin senjatanya juga tapi akhirnya ga jadi gitu terus setelah itu dengan sangat kecewa saya akhirnya pulang bersama yang lain terus,” tuturnya.

Setibanya di Dago Elos, warga pun kembali melakukan protes di Terminal Dago dengan melakukan blokade jalan pada malam hari tepatnya pukul 20.58 WIB.

Baca Juga:  Kota Bandung Klaim Sukses Kendalikan Inflasi, 2025 Dimulai dengan Capaian Positif

“Warga melakukan koordinasi dan meluapkan perasaan kecewa dan ingin menuntut agar laporan diterima oleh polrestabes dengan cara memblokade jalan sementara yang masih ada di wilayah pemukiman warga,” ujar Rizki.

Pukul 21.45 WIB, kepolisian dengan unit huru hara disebut tiba di lokasi. Rizki menyebut, warga mencoba untuk melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian.

“Niat baik warga diterima oleh anggota polisi yang bernama Ardiansyah dari Polda Jabar yang bertugas sebagai negosiator,” imbuhnya.

Rizki mengatakan, warga pelapor bersama tim kuasa hukum menyepakati dan tengah bersiap untuk berangkat ke Polrestabes Bandung sekitar pukul 22.45 WIB.

Namun lima menit berselang, terjadi peristiwa penembakan gas air mata yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

“Terjadi penembakan gas air mata yang dilontarkan dari arah utara ruas jalan Dago atau tepat belakang barisan warga oleh aparat kepolisian yang menggunakan motor,” jelasnya.

Rizki menyebut, pada pukul 00.00 hingga 03.00 dini hari, polisi masih melakukan penyisiran dan penangkapan secara acak ke rumah-rumah warga dan perburuan orang secara acak.

“Atas kejadian ini, aktivitas pasar yang seharusnya mulai beroperasi jadi tidak beroperasi. Warga baru dapat beraktivitas secara normal pada pukul 05.00,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dago Elos Featured Kota Bandung kronologi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok

Prediksi Puncak Mudik H-1 Lebaran, Jalur Selatan Bisa Tembus 85 Ribu Kendaraan!

Bangun Sahur Tepat! Ini Jadwal Imsak Bandung Rabu 18 Maret 2026

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!

Waktu Maghrib Kota Bandung Hari Ini Jam Berapa? Jangan Lewatkan Doa Buka Puasa

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.