Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Liverpool

Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?

Rabu, 18 Maret 2026 12:01 WIB

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Rabu, 18 Maret 2026 11:00 WIB

Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet

Rabu, 18 Maret 2026 10:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?
  • PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Panduan Lengkap Libur Lebaran 2026: Jadwal Cuti Bersama dan Aturan WFA bagi Pekerja
  • Update Harga Emas Hari Ini 18 Maret 2026: Cek Selisih Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian
  • Tinggalkan Persib, Frans Putros Selangkah Lagi ke Piala Dunia 2026
  • Cek Estimasi Idulfitri 1447 H: Apakah Lebaran Jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026?
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 18 Maret 2026: Turun Tipis, Cek Rincian Lengkapnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Laporan Keuangan KAI Ungkap Kerugian Triliunan di Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

By Aga GustianaSenin, 18 Agustus 2025 15:59 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat
Kereta Cepat Whoosh. (PMJ News)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meski sudah resmi beroperasi, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh hingga kini masih menjadi beban finansial bagi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat. Alih-alih mencatat keuntungan, layanan ini justru terus menanggung kerugian dalam jumlah besar.

Empat BUMN yang tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) harus berbagi tanggung jawab atas tumpukan utang dan beban bunga tinggi yang sebagian besar dibayarkan kepada China Development Bank (CDB). Pinjaman dari CDB menjadi sumber utama pembiayaan proyek, ditambah dana dari APBN serta penyertaan modal gabungan antara BUMN Indonesia dan perusahaan Tiongkok.

Biaya Bengkak dan Utang Menggunung

Sejak mulai dibangun pada 2016, KCJB tidak lepas dari masalah pembengkakan biaya (cost overrun). Tambahan anggaran yang muncul mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp18 triliun, jauh lebih mahal dibandingkan penawaran Jepang yang sempat diajukan sebelumnya. Kekurangan dana itu ditutup melalui tambahan pinjaman dari CDB serta suntikan APBN.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025, PT KAI mencatat anak usahanya, PT PSBI, merugi Rp4,19 triliun sepanjang 2024. Tren itu berlanjut pada semester I-2025 dengan kerugian tambahan Rp1,62 triliun. Karena PSBI menjadi pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), beban utang dan kerugian KCIC ikut menekan kondisi keuangan konsorsium BUMN.

Baca Juga:  Besok, Jokowi Bakal Uji Coba KCJB dari Stasiun Halim hingga Tegalluar

PSBI sendiri merupakan perusahaan patungan empat BUMN Indonesia, yakni PT KAI (58,53 persen), PT Wijaya Karya/WIKA (33,36 persen), PT Jasa Marga (7,08 persen), dan PTPN VIII (1,03 persen). Dari pihak Tiongkok, terdapat lima perusahaan besar yang tergabung dalam konsorsium China Railway. Hasil kolaborasi dua kubu inilah yang kemudian membentuk KCIC, dengan porsi kepemilikan 60 persen di pihak Indonesia dan 40 persen di pihak China.

Rencana Perpanjangan Hingga Surabaya

Pengalaman pahit akibat bengkaknya biaya dan tambahan utang membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam merencanakan proyek lanjutan, yaitu memperpanjang jalur kereta cepat hingga Surabaya.

Baca Juga:  Dishub Jabar Akan Benahi Jalanan Bandung Raya untuk Uji Coba BRT

Jika terwujud, perjalanan Jakarta–Surabaya ditargetkan hanya sekitar 3,5 jam, jauh lebih singkat dibandingkan 9–10 jam dengan kereta reguler. Namun, Kementerian Perhubungan masih mengkaji opsi menjadikan proyek lanjutan ini sebagai kereta semi-cepat dengan kecepatan 160–200 km/jam, bukan kereta cepat penuh seperti Jakarta–Bandung. Pertimbangan itu muncul agar biaya lebih efisien dan sesuai dengan karakter wilayah padat penduduk di sepanjang rute, seperti Cirebon, Semarang, Solo, hingga Surabaya.

Jalur yang akan digunakan pun masih diperdebatkan, apakah melalui jalur selatan, jalur utara, atau kombinasi keduanya.

Baca Juga:  Menhub Umumkan Jadwal Soft Launching Kereta Cepat, Sehari Layani 8 Perjalanan

Arahan Presiden dan Skema Baru Pembiayaan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan instruksi tegas agar proyek ini tetap dilanjutkan. Menurutnya, visi Presiden adalah menciptakan konektivitas modern di seluruh Pulau Jawa dengan transportasi yang efisien, namun tanpa membebani APBN.

“Presiden Prabowo Subianto telah jelas memberikan arahan untuk memperpanjang Kereta Cepat Jakarta–Bandung ke Surabaya,” ujar AHY dalam pembukaan Indonesia Railway 2025 di Jakarta.

AHY menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru untuk membuka peluang investasi swasta sehingga pembiayaan tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran negara. “Ini bukan sekadar proyek lanjutan, tetapi bagian dari visi besar membangun konektivitas Jawa. Framework regulasi baru sedang dipersiapkan,” ujarnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BUMN KCJB kereta cepat kerugian Laporan Keuangan Proyek Infrastruktur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok

Prediksi Puncak Mudik H-1 Lebaran, Jalur Selatan Bisa Tembus 85 Ribu Kendaraan!

Bangun Sahur Tepat! Ini Jadwal Imsak Bandung Rabu 18 Maret 2026

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.