Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Video Viral Ukhti Mukena Pink

Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya

Senin, 16 Maret 2026 15:14 WIB
kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Senin, 16 Maret 2026 15:03 WIB

Kejutan Besar! Raline Shah Jadi Milea di Film Dilan ITB 1997, Adu Peran dengan Ariel NOAH

Senin, 16 Maret 2026 14:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih
  • Kejutan Besar! Raline Shah Jadi Milea di Film Dilan ITB 1997, Adu Peran dengan Ariel NOAH
  • Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas
  • Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif
  • Persib Tinggal 9 Laga Lagi! Duel Lawan Persija Jadi Penentu Gelar Juara
  • Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri
  • Netizen Buru-buru Cari Link Asli Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit’, Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledakan Amunisi TNI di Garut: Fakta-Fakta hingga Motif Kehadiran Warga Sipil di Lokasi

By SusanaSelasa, 13 Mei 2025 11:00 WIB3 Mins Read
Insiden ledakan bom kedaluwarsa yang menewaskan 13 orang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto: Dok. Pplda Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyusul insiden ledakan dahsyat yang terjadi pada Senin pagi (12/5/2025).

Peristiwa tragis itu terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai oleh TNI Angkatan Darat (AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong.

Ledakan tersebut merenggut 13 korban jiwa, terdiri dari 9 warga sipil dan 4 anggota TNI AD.

Insiden ini memicu keprihatinan luas serta pertanyaan serius mengenai protokol keamanan yang diterapkan dalam aktivitas militer berisiko tinggi di lokasi yang disebut-sebut jauh dari permukiman penduduk.

Kronologi: Ledakan Tak Terduga di Tengah Prosedur Rutin

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi dilakukan oleh personel dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Peralatan TNI AD.

Kegiatan tersebut merupakan prosedur rutin yang sebelumnya telah melalui pengecekan personel dan kelayakan lokasi.

Baca Juga:  Kabupaten Garut Diguncang Gempa M 4,6

Awalnya, proses berjalan lancar. Amunisi dimusnahkan dalam dua lubang khusus yang telah disiapkan untuk peledakan. Namun saat tim bersiap untuk menghancurkan detonator di lubang ketiga, ledakan mendadak terjadi secara tidak terduga, menimbulkan korban jiwa yang signifikan di lokasi.

Identitas Korban dan Penanganan Pascakejadian

Kepala Seksi SIMRS dan Rekam Medis RSUD Pameungpeuk, Yani Sryani Dahyani, mengonfirmasi bahwa 9 dari 13 korban tewas adalah warga sipil.

Sementara itu, Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmudin, menyebut TNI AD masih melakukan pendataan serta proses identifikasi lebih lanjut terhadap korban, baik dari kalangan sipil maupun militer.

Brigjen Wahyu juga menegaskan bahwa lahan tempat pemusnahan amunisi tersebut merupakan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan selama ini rutin digunakan oleh TNI.

Baca Juga:  Viral! Wabup Garut Putri Karlina Adu Mulut dengan Warga Soal Janji Kampanye

Setelah ledakan, aparat militer langsung melakukan sterilisasi lokasi guna mencegah ledakan susulan akibat bahan peledak yang belum sempat dimusnahkan.

Mengapa Warga Sipil Bisa Ada di Lokasi?

Salah satu pertanyaan krusial pasca-tragedi adalah: bagaimana warga sipil bisa berada di lokasi yang seharusnya steril dari aktivitas masyarakat?

Zona peledakan militer seharusnya tertutup untuk umum demi menjaga keselamatan. Kini, TNI AD tengah menyelidiki lebih lanjut, apakah ada pelanggaran prosedur dari pihak pelaksana atau warga yang secara diam-diam memasuki area berbahaya tanpa izin.

Hasil investigasi diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menjadi evaluasi menyeluruh atas sistem pengamanan area militer aktif.

Faktor Ekonomi di Balik Akses Warga Sipil

Dari informasi yang dihimpun, banyak warga dilaporkan kerap mendatangi lokasi pemusnahan usai ledakan untuk mengumpulkan serpihan logam seperti besi, kuningan, dan aluminium.

Baca Juga:  Jejak Perjuangan Siti Nur Rahayu, Atlet Rugbi Garut yang Kini Menghadapi Ujian Hidup

Benda-benda tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan sering dijual ke pengepul rongsok.

Prosedur menyatakan bahwa warga baru boleh mengakses area bekas peledakan setidaknya 3–4 jam setelah proses usai, agar suhu tanah menurun dan tidak membahayakan.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa warga mengabaikan aturan ini demi mendapatkan logam lebih cepat dan lebih banyak.

Aktivitas berisiko ini, meski dilarang, tetap dilakukan oleh sebagian warga yang berada dalam tekanan ekonomi.

Tragedi Garut menjadi momentum penting untuk meninjau ulang sistem keamanan operasi militer di lapangan, sekaligus membuka diskusi mengenai pendekatan sosial-ekonomi terhadap warga sekitar lokasi berisiko tinggi. Investigasi yang menyeluruh sangat diharapkan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

fakta garut ledakan amunisi TNI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Tragedi di Pasar Soreang! Atap Blok 3 Runtuh Timpa Kios, Satu Orang Tewas

Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap

Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.