bukamata.id – Bandung kembali menghadirkan destinasi wisata yang menarik perhatian, yakni Lembur Katumbiri atau yang lebih dikenal sebagai Kampung Pelangi. Nama ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti “kampung pelangi,” menggambarkan suasana warna-warni yang menghiasi kawasan tersebut.
Peresmian Lembur Katumbiri dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pada Selasa, 6 Mei 2025. Kehadiran tempat ini tidak hanya menjadi magnet bagi para wisatawan dan warga lokal, tapi juga menarik minat para pengguna media sosial.
Lokasi Lembur Katumbiri berada di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Bahkan, titik lokasi ini sudah tersedia di Google Maps sehingga memudahkan pengunjung menemukan tempatnya.
Menurut Wali Kota Farhan, proyek ini merupakan hasil sinergi antara berbagai dinas, komunitas, dan seniman yang bersama-sama menghidupkan kawasan tersebut dengan sentuhan seni dan budaya. Lembur Katumbiri pun kini menjadi contoh bahwa pembangunan kota tak hanya soal fisik, melainkan juga menjaga nilai kebersamaan dan identitas lokal.
Dulunya dikenal dengan nama “Kampung Pelangi 200” yang sempat viral pada 2020, kawasan ini kini direvitalisasi dengan pengecatan ulang 347 rumah menggunakan lebih dari 500 galon cat, dengan total anggaran sekitar Rp190 juta dan melibatkan sekitar 150 pekerja.
Selain warna-warni rumah yang memukau, Lembur Katumbiri juga menawarkan pemandangan indah dari atas bukit layaknya “mata elang.” Tidak ketinggalan, sejumlah mural unik hasil karya seniman Kapten John menambah daya tarik seni di sini. Kawasan ini juga aktif mengembangkan konservasi ikan endemik, pertanian urban, serta pasar mingguan yang dikelola bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Lembur Katumbiri kini bukan hanya sekadar tempat wisata, tapi juga ruang yang mempererat budaya dan ekologi, sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi siapa saja yang berkunjung ke Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











