bukamata.id – Warga Kampung Mekarsari RT 3 RW 10 Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terancam longsor bakal menerima bantuan untuk menyewa rumah.
Bantuan biaya kontrakan sebesar Rp500 ribu per bulan diberikan kepada tiap keluarga selama tiga bulan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, mengatakan bantuan untuk warga yang rumahnya terancam longsor saat ini tengah memasuki tahap verifikasi data.
“Berdasarkan rapat Desa Tribaktimulya, terdapat 7 keluarga dengan 7 rumah yang terancam. Terdiri atas 23 jiwa. Tiap keluarga akan mendapat bantuan Rp500 ribu per bulan selama tiga bulan,” ujar Diki Sudrajat, Selasa (3/2/2026).
Diki menambahkan, warga memiliki keleluasaan untuk memilih lokasi kontrakan. Namun, pihak BPBD mengarahkan agar penyewaan dilakukan di wilayah yang aman dari potensi bencana.
Upaya Pencegahan Longsor
Selama warga tinggal di rumah kontrakan, Pemerintah Kabupaten Bandung akan melakukan berbagai upaya pencegahan agar longsor tidak terulang.
Rencana aksi termasuk penanaman pohon dan pembangunan tembok penahan tanah di tiga titik sekitar lokasi longsor yang terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Khusus untuk keluarga Ato Sunarto, ayah dari dua korban tewas, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyiapkan bantuan berupa tanah beserta bangunan. Sementara ini, Ato dan istri mengungsi ke rumah keluarga lain di wilayah Pangalengan.
Kronologi Longsor dan Korban
Sebelumnya, dua anak tewas tertimpa material dinding bangunan dan tanah di Kampung Mekarsari. Bagian dapur rumah mereka roboh akibat material longsor. Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi dan menyampaikan belasungkawa kepada orang tua korban pada Minggu (1/2/2026).
“Material longsor menimpa dinding dapur salah seorang rumah warga Kampung Mekarsari RT 3 RW 10 Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 14.30. Dua anak, kakak dan adik usia 5 tahun dan 3 bulan, tewas atas kejadian itu,” jelas Dadang Supriatna.
Orang tua korban kini tinggal di rumah kontrakan sementara. Pemerintah telah memerintahkan aparat desa mencari lahan aman dan layak untuk keluarga Ato, agar dapat menempati rumah baru yang jauh dari risiko longsor.
BPBD Kabupaten Bandung juga terus memantau warga lain yang rumahnya terancam longsor, memastikan bantuan kontrakan dan langkah mitigasi dapat mengurangi risiko bencana bagi masyarakat Pangalengan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










