bukamata.id – Longsor yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, pada Sabtu (8/3/2025) mengakibatkan delapan makam harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu longsoran tanah dengan diameter sekitar 30 meter dan kedalaman 10 meter, yang berdampak langsung pada area pemakaman Blok E.
Sebagai langkah tanggap darurat, jenazah dari delapan makam terdampak telah dipindahkan dua ke Blok H dan enam lainnya ke Blok N. Proses pemindahan dilakukan dengan persetujuan dan pengawasan langsung dari para ahli waris.
“Alhamdulillah, seluruh ahli waris menyetujui pemindahan makam ke tempat yang lebih aman. Kami berharap cuaca mendukung agar proses evakuasi berjalan lancar,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Disciptabintar) Kota Bandung, Bambang Suhari saat meninjau situasi dan memastikan langkah penanganan, Minggu (10/3/2025).
Ia menjelaskan, longsor ini terjadi akibat aliran air yang melintasi TPU Nagrog dan Perumahan Gending Mas. Selain merusak area pemakaman, longsor juga mengancam keberadaan musala dan toilet yang kini berada di tepi longsoran.
DSDABM telah meninjau lokasi dan segera berkoordinasi untuk mengambil langkah perbaikan guna mencegah longsor semakin meluas.
Selain TPU Nagrog, pemantauan juga dilakukan terhadap TPU lain yang berpotensi mengalami longsor. Dari 13 TPU yang diperiksa, beberapa di antaranya sudah diperbaiki, seperti TPU Cikutra dan TPU Sirnaraga yang sebelumnya mengalami longsor besar.
“Alhamdulillah, dinding penahan tanah (kirmir) di TPU Cikutra dan Sirnaraga sudah diperkuat setelah dilakukan perbaikan bersama DSDABM dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” ungkapnya.
Imbauan untuk Peziarah Menjelang Idulfitri
Menjelang Idulfitri, TPU Nagrog diperkirakan akan ramai oleh peziarah. Camat Ujungberung, Abriwansyah Fitri, mengimbau masyarakat untuk menggunakan kendaraan roda dua saat berziarah guna menghindari kemacetan.
“Akses jalan menuju TPU Nagrog cukup kecil dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Kami mengimbau warga agar tidak menggunakan mobil demi kenyamanan dan kelancaran bersama,” ujarnya.
Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus memantau dan menangani area berisiko tinggi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










