Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang

Jumat, 20 Maret 2026 19:40 WIB

Interaksi Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Heboh, Link Video Full Telegram Ramai Dicari

Jumat, 20 Maret 2026 19:00 WIB
Senegal vs Maroko

Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan

Jumat, 20 Maret 2026 18:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang
  • Interaksi Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Heboh, Link Video Full Telegram Ramai Dicari
  • Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan
  • Daftar Lokasi Salat Id Bandung 21 Maret 2026: Masjid Raya hingga Lapangan Terbuka
  • Bursa Transfer Panas! Eks Pemain Eredivisie Ini Tertarik ke Super League, Persip Siap Rekrut?
  • FIFA Resmi Sanksi Federasi Sepak Bola Israel Terkait Diskriminasi dan Rasisme
  • Catat! Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini 20 Maret 2026
  • Resmi! Sholat Idulfitri 2026 di Bandung Digelar di Gedung Sate dan Balai Kota, Catat Jadwalnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan

By Aga GustianaJumat, 20 Maret 2026 18:20 WIB2 Mins Read
Senegal vs Maroko
Final Piala Afrika 2025, Senegal vs Maroko. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia sepak bola Afrika diguncang keputusan kontroversial. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara resmi mencabut status juara Timnas Senegal pada ajang Piala Afrika 2025 dan menyerahkan trofi tersebut kepada Timnas Maroko. Keputusan administratif ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola global.

Ketegangan bermula dari insiden di laga final yang berlangsung pada 18 Januari lalu. Meski di lapangan Senegal menang tipis 1-0, CAF kini menganulir hasil tersebut dan menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko secara hukum.

Kronologi Insiden: Protes Keras Berujung Petaka

Momen krusial terjadi pada masa injury time babak kedua saat kedudukan masih kacamata 0-0. Wasit menghadiahi penalti untuk Maroko, yang memicu protes luar biasa dari para pemain Senegal. Aksi tersebut berbuntut pada aksi mogok atau meninggalkan lapangan (walk out) yang membuat laga terhenti selama kurang lebih 17 menit.

Walaupun pertandingan sempat dilanjutkan—bahkan bintang Maroko, Brahim Diaz, gagal mengeksekusi penalti tersebut—Senegal berhasil mencetak gol di babak perpanjangan waktu. Namun, kegembiraan Senegal rupanya hanya sementara.

Banding 57 Hari: Pelanggaran Regulasi Terbukti

Maroko tidak tinggal diam dan segera mengajukan protes resmi. Mereka menilai aksi mogok pemain Senegal telah merusak mental dan ritme pertandingan. Setelah melalui proses investigasi panjang selama 57 hari, CAF akhirnya mengabulkan banding Maroko.

Dalam amar putusannya, CAF menyatakan Senegal melanggar aturan tegas mengenai larangan meninggalkan lapangan tanpa seizin wasit sebelum laga benar-benar berakhir.

Respons Federasi Maroko: “Ini Soal Aturan, Bukan Kualitas”

Menanggapi polemik yang berkembang, Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) akhirnya merilis pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil bukan untuk merendahkan kemampuan teknis Senegal di lapangan, melainkan demi tegaknya aturan main.

“Federasi ingin mengingatkan bahwa pendekatannya tidak pernah dimaksudkan untuk menantang kinerja olahraga tim-tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, tetapi semata-mata untuk meminta penerapan peraturan kompetisi,” tulis pernyataan resmi FRMF.

Pihak FRMF juga menambahkan bahwa konsistensi aturan adalah kunci stabilitas sepak bola di Benua Hitam.

“Federasi menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati peraturan, memastikan kejelasan dalam kerangka kompetitif, dan menjaga stabilitas dalam kompetisi Afrika,” lanjut mereka.

Babak Baru di Pengadilan Arbitrase Olahraga?

Meski CAF telah mengetuk palu, drama ini diprediksi belum akan usai. Senegal masih memiliki jalur hukum terakhir dengan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Pencinta sepak bola kini menanti apakah trofi tersebut akan tetap di Maroko atau kembali berpindah tangan di meja hijau internasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Brahim Diaz Keputusan CAF Piala Afrika 2025 Skandal Sepak Bola Afrika Timnas Maroko Timnas Senegal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Presiden FIFA Gianni Infantino

FIFA Resmi Sanksi Federasi Sepak Bola Israel Terkait Diskriminasi dan Rasisme

Prediksi Skor Bournemouth vs MU: Bruno Fernandes Jadi Andalan, Tuan Rumah Tak Terkalahkan

Jangan Terlewat! Ini Link Live Streaming dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Jadwal Liga Champions 19 Maret 2026: Laga Penentuan Perempat Final Bakal Penuh Drama

Liverpool

Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?

Agregat Tipis! Arsenal vs Leverkusen, Siapa Lolos ke Perempat Final?

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.