Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut ‘Offside’

Senin, 30 Maret 2026 08:34 WIB
peltih persib, bojan hodak

Persib Bandung Dikabarkan Sudah Sodorkan Kontrak Baru untuk Bojan Hodak, Bobotoh Siap-siap!

Senin, 30 Maret 2026 08:10 WIB

Beckham Putra Bikin Gentar Bulgaria! Wonderkid Persib Jadi Sorotan Jelang Final FIFA Series 2026

Senin, 30 Maret 2026 08:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut ‘Offside’
  • Persib Bandung Dikabarkan Sudah Sodorkan Kontrak Baru untuk Bojan Hodak, Bobotoh Siap-siap!
  • Beckham Putra Bikin Gentar Bulgaria! Wonderkid Persib Jadi Sorotan Jelang Final FIFA Series 2026
  • Update Harga Emas Hari Ini, Senin 30 Maret 2026: Masih Betah di Level Rp 2,8 Juta, Saatnya Serok atau Tunggu?
  • Siap-siap Libur Panjang! Intip Daftar Tanggal Merah April 2026 dan Hari Besar Nasional Terbaru
  • Banjir Item Eksklusif! Buruan Sikat 40 Kode Redeem FF Terbaru 30 Maret 2026 Sebelum Limit
  • Persib Dihadang Tim Besar, Jupe: Fokus yang Terdekat Dulu!
  • Heboh di TikTok, Ini Kebenaran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 30 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Menelusuri Asal Usul Nama ‘Sunda’: Dari India Kuno hingga Tanah Pasundan

By Aga GustianaSenin, 16 Juni 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi, asal usul nama Sunda. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nama “Sunda” kini melekat kuat sebagai identitas budaya dan geografis masyarakat di bagian barat Pulau Jawa, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat. Namun, di balik nama yang kini dikenal luas itu, tersembunyi jejak sejarah panjang yang melibatkan bahasa Sanskerta, pengaruh peradaban Hindu, serta peta kuno geografi dunia.

Makna Sunda: Cerah, Murni, dan Suci

Secara etimologis, kata “Sunda” memiliki akar yang kuat dalam bahasa Sanskerta. Istilah ini berasal dari kata sund atau suddha, yang berarti terang, bersinar, putih, dan suci. Makna spiritual dan keindahan tersebut kemudian meresap ke dalam budaya masyarakat yang kini dikenal sebagai Suku Sunda.

Tak hanya dalam bahasa Sanskerta, makna positif kata “Sunda” juga ditemukan dalam bahasa Jawa Kuno dan Bali, yang mengartikan istilah tersebut sebagai lambang kemurnian, kewaspadaan, hingga kekuasaan.

Jejak Hindu dan Teori Sejarawan Eropa

Pengaruh budaya Hindu menjadi salah satu faktor utama dalam pembentukan istilah Sunda. Sejarawan Belanda, Huijbert Rouffaer, menyebut bahwa nama Sunda merupakan adopsi dari peradaban Hindu yang lebih dulu masuk ke wilayah Nusantara.

Baca Juga:  Jawa Barat 80 Tahun: Menelusuri Jejak Sejarah dari Zaman Purba ke Era Merdeka

Dalam berbagai literatur kolonial dan ilmiah Eropa, istilah Sunda bahkan disebut sebagai nama wilayah yang pernah ada di India bagian timur. Inilah yang membuka pandangan bahwa istilah Sunda tidak hanya terbatas pada konteks lokal, melainkan bagian dari koneksi peradaban lintas benua.

Catatan Yunani Kuno: Sunda dalam Peta Dunia Lama

Salah satu referensi tertua mengenai nama Sunda datang dari Claudius Ptolemaeus, ahli geografi asal Yunani, yang menulis pada abad ke-2 Masehi. Dalam karyanya, ia menyebut adanya tiga wilayah bernama Sunda di kawasan timur India.

Penemuan ini menjadi titik awal bagi para ahli geografi Eropa untuk menggunakan nama “Sunda” dalam penyusunan peta kawasan Asia Tenggara. Dari sinilah muncul istilah “Dataran Sunda” atau Sunda Shelf, wilayah geologi purba yang kini meliputi Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Baca Juga:  Alasan Lengkap Dedi Mulyadi Ubah Nama RSUD Al Ihsan Jadi Welas Asih

Gunung Tertutup Asap dan Awal Mula Nama Sunda di Jawa

Menurut kajian filolog Gonda (1973), istilah Sunda awalnya digunakan untuk menggambarkan sebuah gunung tinggi di bagian barat Jawa yang tampak bercahaya karena tertutup asap—kemungkinan besar merujuk pada Gunung Tangkuban Parahu.

Gunung tersebut menjadi simbol alam yang sakral dan memberi inspirasi bagi penamaan wilayah. Seiring waktu, nama Sunda menjadi identitas geografis dan politis, terutama ketika digunakan sebagai nama kerajaan—Kerajaan Sunda—yang berpusat di Pakuan Pajajaran, kini dikenal sebagai Kota Bogor.

Dari Kerajaan Kuno ke Identitas Etnis

Wilayah Sunda melahirkan sejumlah kerajaan besar dalam sejarah Nusantara, di antaranya Salakanagara, Tarumanagara, Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang. Dari pusat-pusat kekuasaan ini, berkembanglah masyarakat yang kini dikenal sebagai Suku Sunda.

Suku ini dikenal luas dengan karakteristik budaya yang lembut, bahasa yang halus, serta filosofi hidup yang berakar pada nilai-nilai leluhur. Identitas Sunda terus hidup dari generasi ke generasi, menjadi bagian penting dalam mosaik kebudayaan Indonesia.

Baca Juga:  Tiket Ludes! Bandung Culture Run 2025 Siap Pecahkan Antusiasme Warga

Sundalandia: Jejak Leluhur dari Daratan yang Hilang

Beberapa teori arkeologi dan genetika modern juga mengaitkan asal-usul masyarakat Sunda dengan dua hipotesis besar. Pertama, migrasi bangsa Austronesia dari Taiwan yang menyebar melalui Filipina hingga ke Pulau Jawa. Kedua, teori tentang Sundalandia—sebuah daratan purba yang kini terendam di bawah Laut Jawa dan Selat Malaka.

Sundalandia diyakini sebagai salah satu pusat peradaban awal manusia di Asia Tenggara, sebelum permukaan laut naik dan menenggelamkan wilayah itu ribuan tahun silam.

Sunda: Lebih dari Sekadar Nama

Lebih dari sekadar label geografis, Sunda merupakan representasi dari warisan sejarah, spiritualitas, dan identitas budaya. Dari pengaruh India kuno, catatan ahli geografi Yunani, hingga warisan kerajaan di Nusantara, nama Sunda telah menjelma menjadi simbol peradaban yang kaya makna.

Hari ini, nama Sunda tetap hidup dan berkembang, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul Sunda budaya sunda Dataran Sunda etimologi Sunda Hindu di Nusantara Kerajaan Sunda sejarah Sunda Sundalandia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi emas antam

Update Harga Emas Hari Ini, Senin 30 Maret 2026: Masih Betah di Level Rp 2,8 Juta, Saatnya Serok atau Tunggu?

Siap-siap Libur Panjang! Intip Daftar Tanggal Merah April 2026 dan Hari Besar Nasional Terbaru

Garena Free Fire

Banjir Item Eksklusif! Buruan Sikat 40 Kode Redeem FF Terbaru 30 Maret 2026 Sebelum Limit

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Heboh di TikTok, Ini Kebenaran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’

Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Ilustrasi emas antam
    Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026: Grafik Merangkak Naik, Cek Rincian Terbarunya!
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.