bukamata.id – Iran resmi mengonfirmasi penggunaan rudal balistik jarak jauh Sejjil dalam serangan terbaru ke Israel, menandai tonggak penting dalam konfrontasi militer kedua negara. Rudal ini diklaim berhasil menghancurkan sejumlah sasaran sensitif di Tel Aviv, termasuk markas intelijen Mossad.
Penggunaan Sejjil diumumkan langsung oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Rabu lalu, bertepatan dengan gelombang ke-12 serangan Iran terhadap Israel. Ini menjadi pertama kalinya rudal kelas berat tersebut digunakan dalam konflik nyata, setelah lebih dari satu dekade hanya tampil dalam parade militer.
Kekuatan Rudal Sejjil: Jangkauan, Kecepatan, dan Akurasi Tinggi
Sejjil merupakan salah satu rudal paling canggih dalam arsenal Iran. Rudal ini mampu menjangkau hingga 2.000 kilometer, yang memungkinkan serangan langsung ke seluruh wilayah Israel dari dalam negeri Iran. Dirancang sebagai rudal balistik permukaan-ke-permukaan, Sejjil menggunakan bahan bakar padat, yang memberikan keunggulan dalam kecepatan peluncuran dan efisiensi operasional dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Rudal ini diyakini memiliki panjang sekitar 25 meter, diameter 1,25 meter, dan bobot 2,3 ton. Dengan kemampuan membawa hulu ledak hingga 700 kilogram, termasuk kemungkinan muatan nuklir, Sejjil menjadi senjata strategis dengan daya rusak tinggi. Dalam simulasi strategis, Sejjil disebut dapat mencapai Tel Aviv hanya dalam waktu tujuh menit dari Iran tengah.
Selain kecepatan, kemampuan manuver rudal ini di semua fase penerbangan menjadikannya sulit untuk dilacak dan dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Rudal Buatan Dalam Negeri dengan Sentuhan Teknologi Modern
Meski beberapa laporan menyebutkan pengaruh teknologi asing dalam pengembangan Sejjil, Iran menegaskan bahwa rudal ini merupakan hasil rekayasa mandiri melalui Organisasi Industri Dirgantara di bawah Kementerian Pertahanan. Rudal ini awalnya dikembangkan sebagai pengganti roket Shahab yang telah beroperasi sejak akhir 1980-an.
Varian Sejjil-2 yang diuji pada 2009 membawa sejumlah peningkatan, seperti modifikasi desain hulu ledak dan penambahan sistem pemandu sayap untuk akurasi lebih tinggi. Rekaman militer terbaru dari tahun 2021 juga memperlihatkan pembaruan teknologi pada bagian mesin dan bilah jet rudal ini.
Implikasi Strategis Serangan Iran
Penggunaan Sejjil dalam konflik terbaru memperlihatkan kesiapan Iran untuk mengerahkan teknologi militer paling mutakhirnya dalam skenario tempur. Serangan tersebut juga menunjukkan pergeseran taktik, dengan kombinasi penggunaan rudal berat dan drone sebagai kekuatan ofensif utama.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan tensi militer di kawasan Timur Tengah, tetapi juga mengirim sinyal kuat kepada musuh regional bahwa Iran kini siap menghadirkan konfrontasi dengan kekuatan penuh jika diperlukan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










