Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pohon Tumbang di Jalan Bypass Cicalengka, Arus Kendaraan Sempat Macet Panjang

Jumat, 20 Maret 2026 21:00 WIB

Salat Id Sendiri di Rumah? Begini Hukum dan Caranya Menurut Ulama

Jumat, 20 Maret 2026 20:30 WIB

Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang

Jumat, 20 Maret 2026 19:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pohon Tumbang di Jalan Bypass Cicalengka, Arus Kendaraan Sempat Macet Panjang
  • Salat Id Sendiri di Rumah? Begini Hukum dan Caranya Menurut Ulama
  • Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang
  • Interaksi Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Heboh, Link Video Full Telegram Ramai Dicari
  • Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan
  • Daftar Lokasi Salat Id Bandung 21 Maret 2026: Masjid Raya hingga Lapangan Terbuka
  • Bursa Transfer Panas! Eks Pemain Eredivisie Ini Tertarik ke Super League, Persip Siap Rekrut?
  • FIFA Resmi Sanksi Federasi Sepak Bola Israel Terkait Diskriminasi dan Rasisme
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Meninggal pada Usia 96 Tahun, Ini Sosok Syamsiah Muttaqien di Mata Sang Anak

By Putra JuangSabtu, 23 Maret 2024 09:38 WIB4 Mins Read
Syamsiah Muttaqien. (Foto: Instagram @sitimuntamah_oded)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kabar duka datang dari keluarga besar Ustaz Dudi Muttaqien. Pasalnya, sang ibu yakni Syamsiah Muttaqien dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (22/3/2024) sore.

Rencananya, istri almarhum KH. EZ. Muttaqien ini akan dikebumikan pada hari ini, Sabtu (23/3/2024) di tempat pemakamanan umum (TPU) Cikutra, Kota Bandung.

“Jam 9 pagi, di Cikutra di makamnya bapak, jadi ditumpuk,” ucap Adang Sauri, salah satu putra almarhumah saat ditemui di rumah duka, Jalan Adipati Kertabumi No.15, Bandung.

Di mata Adang, almarhum merupakan sosok ibu yang sangat sempurna. Di usianya yang ke-96 tahun, almarhum telah berhasil mengantarkan anak-anaknya menuju tangga kesuksesan.

“Umur 96 tahun, memang sudah maksimal lah, seorang ibu buat saya seorang ibu yang bisa mengantarkan kita semua, yang mulai dari pahitnya sampai getirnya, pokoknamah anak-anaknya harus sukses semua,” ungkapnya.

Adang mengatakan, almarhum lahir dari pasangan sastrawan Sunda asli Bandung. Almarhum merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara.

“Orang tua ibu saya orang Bandung, sastrawan Sunda, Samsudi, sekarang dipake jadi rancage sastrawan Sunda, ibu ini anak ke dua dari tujuh bersaudara, semuanya sudah tidak ada, hanya ada satu lagi yang bungsu,” katanya.

Baca Juga:  Kabar Duka! Ustaz Yazid Jawas Wafat, Lembaga dan Ulama Sampaikan Belasungkawa

Di usianya yang ke-96 tahun, kata Adang, almarhum meninggalkan 63 cucu dan cicit, dan 10 orang anak.

“Alhamdulillah, di usia 96 tahun ini ibu dengan 63 cucu dan cicit, dan 10 anak itu luar biasa,” ujarnya.

Adang juga menceritakan, bagaimana hebatnya seorang ibu yang sangat dirinya banggakan dan cintai tersebut menghadapi masa-masa krisis pada tahun 90-an.

“Ketika tahun 60 bapak di penjara di Madiun, itu selama 6 tahun sampai 1996, disitu masa-masa krisis, krisis ekonomi karena tidak ada penghasilan, krisis segala macem lah, termasuk pangan sandang, kita tidak merasakan itu, ibu yang merasakan, tapi kita harus merasakan senang, harus merasakan kita harus bisa makan dan sebagainya,” tuturnya.

“Saya juga gak mengerti kalau dulu sapiring tiluan, kenapa sapiring tiluan? Ternyata itu dibagi, jadi kekuatan seorang ibu biarpun pahit di rumah tangga, karena ekonomi, pangan sandang, tidak diperlihatkan kepada anak-anaknya, itu yang buat saya sangat luar biasa,” tambahnya.

Baca Juga:  Kabar Duka, Suami Jennifer Coppen Dikabarkan Meninggal Dunia

Adang mengatakan, kebiasaan itu pun terbawa hingga saat ini. Dimana setiap kali berkunjung ke rumah ibu, baik Adang atau pun anak dan cucu yang lainnya selalu ditanyakan sudah makan atau belum.

“Makanya, setiap datang ke rumah ibu pasti yang ditanyakan udah makan belum, itu harus semuanya harus sudah makan tidak boleh pait lah,” imbuhnya.

Kemudian, almarhum juga sangat mendukung setiap aktvitias yang dilakukan oleh sang suami. Hal itu terlihat, saat KH. EZ. Muttaqien bebas dari perjara pada tahun 1966.

“Kemudian dari 1996, bapak bebas, itu mendampingi bapak sebagai pejuang muda tapi tidak mengeluh, semua yang dilakukan oleh bapak disupport sekali oleh ibu, mau bapak pulang jam berapa, berapa hari itu disupport aja,” katanya.

Bagi Adang, banyak pelajaran berharga yang dirinya pelajari dari sosok almarhum. Pertama adalah bagaimana menjadi seorang yang penyabar.

“Ibu itu gak pernah marah, sama dengan bapak gak pernah marah, marahnya ibu itu adalah diam, berarti kalau udah diam wah marah, nah itu yang membuat saya menjadi pelajaran yang paling besar, sebab kalau jaman sekarang kan kalau ada yang memarahi langsung, bahkan memukul, kalau ibu engga, diam aja, dan marahnya ibu sangat luar biasa, itu satu,” terangnya.

Baca Juga:  Dinkes Jabar Ungkap 23 Orang Petugas Pemilu Gugur Usai Bertugas, Dua di Antaranya Linmas

Kemudian, almarhum juga sangat mendukung penuh pendidikan anak-anak dari para cucu-cucunya.

“Biarpun ibu tidak punya pendidikan yang tinggi tapi anak-anaknya harus sekolah tinggi sampai selesai bahkan mensupport semua cucu anak dan sebagainya itu harus disupport, sampai detik akhir ibu itu masih punya penghasilan dari pensiunnya bapak, nah pensiun itu uangya buat mensupport anak cucu buat pendidikan atau apapun juga, luar biasa,” bebernya.

Menurut Adang, almarhum merupakan sosok ibu yang tidak hanya sekedar memberi nasihat tapi juga dibarengi tindakan nyata.

“Jadi saya pikir dakwah bilhal nya itu ditunjukkan oleh ibu, bukan hanya ucapan, harus begini, harus begini, mangga we mau bikin PR atau engga itu tanggung jawab sendiri, nah semacam itu, tapi yang pasti kita harus bisa mandiri,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dudi Muttaqien KH. EZ. Muttaqien meninggal dunia Syamsiah Muttaqien
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Salat Id Sendiri di Rumah? Begini Hukum dan Caranya Menurut Ulama

Interaksi Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Heboh, Link Video Full Telegram Ramai Dicari

Viral Video Kebaya Hitam No Sensor, Link Diburu Netizen: Apa Isinya?

Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing

Naskah Khutbah

Teks Khutbah Idul Fitri 2026: Mengetuk Pintu Langit dengan Ketulusan Maaf

10 Ucapan Hari Raya Idulfitri 2026 yang Penuh Makna untuk Keluarga dan Sahabat

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.