bukamata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi-lagi jadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Kali ini bukan karena lauknya yang mewah atau kemasan kotaknya, melainkan karena menu yang tak biasa dan bikin publik terkejut.
Peristiwa itu terjadi di SDN 001 Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Alih-alih menerima nasi lengkap dengan lauk, para siswa justru terlihat membawa pulang satu butir kelapa utuh yang masih hijau dan dibungkus plastik.
Fenomena tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Jumat (13/2/2026). Video itu memperlihatkan momen para siswa menerima pembagian MBG dengan ekspresi beragam—antara senang, heran, sekaligus kerepotan.
Kelapa Utuh Jadi “Menu” MBG
Dalam rekaman yang beredar, kelapa yang dibagikan tampak belum dikupas sama sekali. Ukurannya pun terbilang besar untuk anak sekolah dasar. Beberapa siswa terlihat harus memeluk plastik pembungkusnya dengan kedua tangan karena bobotnya cukup berat.
“Pembagian MBG di SDN 001 Muara Badak, Kaltim tarik perhatian, setiap siswa terima 1 kelapa utuh,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Pemandangan ini jelas berbeda dari kebiasaan MBG yang selama ini identik dengan nasi, sayur, dan lauk dalam kotak makan. Belum ada penjelasan resmi apakah kelapa tersebut merupakan menu tambahan seperti pencuci mulut, atau bagian dari skema tertentu seperti pembagian bahan pangan segar.
Yang pasti, momen tersebut langsung menyedot perhatian warganet. Banyak yang merasa terhibur melihat tingkah polos siswa yang harus “berjuang” membawa pulang kelapa hijau berukuran jumbo itu.
Ramai Komentar, Warganet Ikut Berbagi Cerita
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut dibanjiri respons. Hingga Jumat sore, video itu sudah disukai lebih dari 6.000 akun dan menuai ribuan komentar.
Sebagian warganet mengaku pernah menerima pembagian serupa, terutama dari layanan kesehatan atau posyandu.
“Aku juga dapat kemarin, kelapa sudah di-seal seperti di supermarket. Dapat dari posyandu dua hari sekali, ada makanan basah, buah, roti, dan susu,” ungkap akun @rismacorniasyah di kolom komentar.
Komentar tersebut menunjukkan bahwa pembagian bahan pangan segar seperti kelapa bukan hal sepenuhnya baru di sejumlah daerah.
Namun, ada pula yang menanggapi dengan nada santai dan humor khas masyarakat tropis.
“Di daerah aku malah gratis, mau ambil tinggal manjat,” timpal akun @fitiafilia.
Candaan itu pun ikut menambah warna diskusi di kolom komentar. Banyak yang menyoroti sisi unik sekaligus realistis dari kejadian tersebut.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Sampai berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak sekolah, dinas terkait, maupun SPPG mengenai alasan pembagian kelapa utuh sebagai bagian dari MBG.
Publik pun masih bertanya-tanya, apakah kebijakan tersebut memang dirancang sebagai variasi menu bergizi berbasis bahan lokal, atau sekadar distribusi alternatif di wilayah tertentu.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











