bukamata.id – Bandung tak hanya memikat lewat pesona alam dan udara sejuknya, tetapi juga melalui kisah sejarah yang tersembunyi di balik nama-nama wilayahnya.
Salah satu kawasan yang menyimpan cerita menarik adalah Cicendo, yang kini dikenal sebagai pusat layanan kesehatan mata nasional berkat kehadiran Rumah Sakit Mata Cicendo.
Namun, di balik ketenarannya, tak banyak yang tahu bagaimana asal-usul nama Cicendo bisa melekat pada kawasan ini.
Secara etimologis, nama Cicendo berasal dari bahasa Sunda. Kata “Ci” berarti air atau sungai, sedangkan “Cendo” diyakini sebagai nama anak sungai kecil yang dahulu mengalir di wilayah ini.
Jika digabungkan, makna Cicendo merujuk pada “aliran sungai kecil bernama Cendo” yang menjadi ciri khas kawasan tersebut di masa lampau.
Pada zaman dahulu, kawasan ini masih berupa lahan terbuka yang dialiri beberapa sungai kecil. Salah satunya adalah Sungai Cendo yang kemudian menjadi penanda geografis dan identitas lokal, hingga akhirnya diangkat menjadi nama resmi kecamatan.
Cicendo bukanlah kawasan baru dalam sejarah Bandung. Sejak era kolonial Belanda, wilayah ini sudah dikenal dan berkembang cukup pesat.
Beberapa bangunan tua bergaya arsitektur Eropa masih berdiri kokoh, menjadi bukti fisik warisan masa lalu yang masih bertahan hingga kini.
Lokasinya yang strategis, berada di jalur penghubung antarwilayah dan dekat dengan pusat pemerintahan kota, menjadikan Cicendo bagian penting dalam pertumbuhan Bandung sebagai kota modern.
Lebih dari sekadar nama administratif, Cicendo merupakan pengingat tentang hubungan erat masyarakat Sunda dengan alam, terutama sumber air yang memainkan peran vital dalam kehidupan sehari-hari.
Kini, kawasan yang dahulu hanya dikenal sebagai tempat aliran air kecil itu telah menjelma menjadi simbol kemajuan dan pelayanan publik, namun tetap menyimpan jejak sejarah yang patut untuk ditelusuri.
Jika suatu saat kamu berada di Bandung, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Cicendo. Siapa tahu, kamu bisa merasakan atmosfer masa lalu yang masih tersisa di tengah hiruk pikuk kota.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









