bukamata.id – Gema takbir yang berkumandang di seluruh pelosok Jawa Barat pada Maret 2026 ini bukan sekadar penanda berakhirnya bulan suci Ramadan. Bagi para kepala daerah di Tanah Pasundan, Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum krusial untuk merekatkan kembali tali silaturahmi, mengevaluasi pelayanan publik, hingga menebar harapan baru bagi pembangunan daerah yang lebih inklusif.
Dari halaman Gedung Sate hingga pelataran Masjid Al Fathu, para pemimpin ini melepaskan atribut formal sejenak untuk berbaur dengan warga, membawa pesan yang seragam: kerendahan hati untuk meminta maaf dan semangat untuk terus berbenah.
Jawa Barat: Pelayanan yang Terus Diperbaiki
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengawali momen kemenangan ini dengan sebuah refleksi mendalam. Di tengah sukacita lebaran, ia justru menyampaikan permohonan maaf yang tulus karena merasa belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi seluruh warga Jawa Barat.
“Selamat Lebaran ya bagi yang sudah melaksanakan hari ini, mohon maaf saya banyak salah, belum bisa memberikan yang terbaik bagi seluruh warga Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan pers, Jumat (20/3/2026).
Kesederhanaan menjadi tema utama sang Gubernur tahun ini. Setelah melaksanakan Salat Id di halaman Gedung Sate, ia membuka pintu Gedung Pakuan untuk masyarakat umum, namun dengan satu instruksi khusus bagi para bawahannya. Ia melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar untuk menghadiri open house tersebut agar mereka bisa fokus pada keluarga masing-masing.
“Buat ASN Provinsi Jawa Barat tidak usah repot-repot datang ke Gedung Pakuan. Fokus bersama keluarga saja, mengunjungi sanak saudara jauh lebih penting,” tegas Dedi. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan ziarah ke makam orang tua dan keluarga dibandingkan acara-acara formal yang melelahkan.
Senada dengan sang Gubernur, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, melihat Idul Fitri sebagai titik balik untuk membawa perubahan nyata bagi provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia ini.
“Mari kita rayakan kemenangan ini dengan penuh suka cita dan rasa syukur bersama keluarga tercinta. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutur Erwan. Bersama Dedi Mulyadi, ia berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai pemacu semangat mewujudkan Jawa Barat yang lebih aman, adil, dan sejahtera.
Bandung Raya: Antara Syukur dan Komitmen Pembangunan
Di Kota Bandung, suasana khidmat menyelimuti Plaza Balai Kota sejak fajar menyingsing. Ribuan warga memenuhi area tersebut untuk melaksanakan Salat Id bersama Wali Kota Muhammad Farhan. Dalam sambutannya, Farhan mengajak warga untuk melihat sekeliling dengan kacamata syukur atas berkah yang melimpah.
“Kita bersyukur di pagi hari ini bisa menghirup udara dengan penuh rasa syukur. Kita memandang sekeliling dengan penuh rasa kagum atas karunia dan rahmat serta berkah dari Allah SWT,” kata Farhan sebelum ibadah dimulai.
Farhan juga menekankan bahwa Idul Fitri adalah ajang untuk membersihkan diri dari penyakit hati seperti keserakahan. “Pada kesempatan ini kita juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada sesama saudara kita, serta menjaga diri dari niat yang tidak baik dan menjauhkan hati dari ketidakadilan maupun keserakahan,” tambahnya.
Bergeser ke arah selatan, Bupati Bandung Dadang Supriatna—yang akrab disapa Kang DS—memilih Masjid Al Fathu, Soreang, sebagai lokasi perayaan. Bagi Kang DS, Lebaran bukan hanya soal maaf-memaafkan, tetapi juga saat yang tepat untuk melaporkan hasil kerja kepada rakyat.
Di hadapan ribuan jamaah, ia memaparkan berbagai capaian strategis, mulai dari pembangunan 5 RSUD Bedas, beasiswa BESTI (Beasiswa ti Bupati), hingga perbaikan 7.000 rumah tidak layak huni setiap tahunnya. “Idul fitri ini menjadi momentum bagi kami untuk terus memperkuat kebersamaan sekaligus menyampaikan apa saja yang telah dan sedang dikerjakan pemerintah daerah,” ujar Kang DS.
Ia menegaskan komitmennya untuk sektor pertanian melalui Kartu Tani SIBEDAS. “Petani adalah tulang punggung daerah. Karena itu, kami hadirkan program yang benar-benar mendukung peningkatan kesejahteraan mereka,” tegasnya.
Harapan Baru dari Bandung Barat dan Cimahi
Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Bupati Jeje Ritchie Ismail atau yang lebih dikenal sebagai Jeje Govinda, merayakan Idul Fitri pertamanya sebagai pimpinan daerah dengan semangat pembaruan. Saat melaksanakan Salat Id di Masjid As-Sidiq, ia mengajak warga untuk melangkah dengan hati yang bersih demi kemajuan KBB.
“Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M,” ungkap Jeje. Harapannya sederhana namun kuat: agar Allah SWT melapangkan langkah ke depan dalam menjaga kedamaian dan kemajuan di Bandung Barat.
Sementara itu, dari Kota Cimahi, pesan kewaspadaan mengiringi ucapan selamat Idul Fitri. Walikota Cimahi mengingatkan warga yang melakukan mudik untuk tetap memperhatikan keamanan hunian yang ditinggalkan.
“Di momen Idulfitri ini, mari kita bersihkan hati dari segala macam dosa dan memaafkan satu sama lain,” pesannya. Ia juga mengingatkan agar warga tidak lalai mematikan kompor dan listrik sebelum pulang kampung demi mencegah musibah kebakaran.
Apresiasi untuk Para Penjaga Garis Depan
Satu hal yang tidak luput dari perhatian para kepala daerah di Jawa Barat adalah keberadaan para petugas yang tidak bisa merayakan Lebaran di rumah. Gubernur Dedi Mulyadi secara khusus memberikan apresiasi kepada TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan petugas perhubungan yang tetap siaga di pos masing-masing.
“Terima kasih sudah meninggalkan keluarga, tidak takbiran bersama keluarga, tidak salat Id bersama keluarga, tetap fokus di pos-pos tugasnya,” ucap Dedi dengan nada haru. Ia juga menitipkan permohonan maaf kepada para pemudik jika fasilitas infrastruktur selama perjalanan belum sepenuhnya memuaskan. “Mudah-mudahan tahun depan kami bisa terus memperbaiki,” imbuhnya.
Idul Fitri 1447 Hijriah di Jawa Barat tahun ini menjadi cermin dari kepemimpinan yang mencoba hadir lebih dekat dengan rakyat. Bukan melalui pesta pora yang berlebihan, melainkan melalui janji perbaikan, transparansi pembangunan, dan pengakuan atas segala kekurangan. Sebagaimana pesan penutup dari sang Gubernur: “Nikmati Lebaran bersama keluarga dengan baik. Salam untuk semuanya, hatur mohon.”
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










