bukamata. id – Suasana haru dan penuh introspeksi menyelimuti pertemuan antara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan sejumlah pendukung Persikas Subang.
Dalam pertemuan yang berlangsung di tengah suasana akrab namun tegas itu, Dedi Mulyadi memberikan penjelasan gamblang mengenai polemik pengelolaan klub sepak bola daerah, termasuk alasan di balik keputusan melepas kepemilikan Persikas.
Dedi menegaskan bahwa Persikas, seperti halnya klub profesional lainnya telah berstatus sebagai badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT), sehingga tidak lagi bisa dibiayai dengan dana publik.
“Persikas itu milik PT. Anda harus tahu, kalau sepak bola sudah masuk liga profesional, maka kepemilikannya jadi perusahaan. Seperti Persib itu milik PT. Maka saya tidak pakai APBD untuk menyumbang ke Persib. Karena mereka tidak boleh dibantu dengan uang negara. Kalau untung, ya perusahaannya yang untung. Kalau rugi, ya itu tanggung jawab perusahaan,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi, Minggu (1//6/2025).
Tak hanya soal kepemilikan, Dedi juga menyoroti sikap beberapa pendukung yang dianggap kurang peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka.
Ia menyesalkan adanya aksi dukungan berlebihan di tengah situasi masyarakat yang tengah mengalami kesulitan.
“Kamu sadar gak bahwa kemarin itu mengolok-olokkan? Ada orang lagi nangis, ada yang susah makan, tapi kalian malah teriak-teriak yel-yel kayak suporter profesional. Kalian ini masih menganggur, kenapa tidak membantu orang tua? Kenapa tidak produktif? Hobi itu harus ada dasarnya, termasuk dari segi keuangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi juga mengungkap alasan utama mengapa Persikas dijual. Menurutnya, tantangan finansial menjadi kendala utama dalam pengelolaan klub sepak bola daerah.
“Tau nggak kenapa Persikas dijual? Karena tidak ada dana untuk mengelolanya. Mengurus klub bola itu susah. Tidak akan ada sponsor sebelum klub jadi besar,” jelasnya.
Dalam suasana penuh kejujuran itu, salah satu suporter menyampaikan permohonan maaf atas sikap mereka yang dianggap kurang bijak.
“Kami mau minta maaf, Pak. Kami berharap Persikas tidak diakuisisi oleh pihak luar,” ucapnya.
Mendengar permintaan tersebut, Dedi dengan bijak memberikan respon.
“Nya geus dihampura, da can harideng kabeh ge,” tuturnya sambil tersenyum.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi, yang tengah menghadiri acara Nganjang Ka Warga di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, mendadak berubah tegang pada Rabu malam (28/5/2025).
Gubernur Jabar itu, tiba-tiba meluapkan emosinya di hadapan warga. Pemicunya, sekelompok suporter Persikas Subang meneriakkan yel-yel dan membentangkan spanduk di tengah forum yang sedianya menjadi ruang dialog antara Dedi dan masyarakat.
“Hei, berhenti kamu! Ini bukan forum Persikas, ini forum saya. Siapa kamu? Turunkan spanduknya, turunkan,” teriak Dedi dengan suara tinggi yang menggema ke seluruh penjuru acara.
“Jangan sok jago di sini kamu! Nggak mikir kamu! Ini bukan forum Persikas, ini forum saya dengan rakyat. Mikir kamu,” tegasnya, menunjuk langsung ke arah kerumunan.
Momen tersebut sontak viral di media sosial. Tayangan langsung dari akun YouTube Humas Jabar membuat insiden itu jadi sorotan publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










