bukamata.id – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka setelah melakukan perjalanan umrah ke Arab Saudi tanpa izin resmi.
Keberangkatannya menuai kritik tajam karena dilakukan di tengah kondisi Aceh Selatan yang sedang dilanda banjir bandang dan longsor.
Permintaan maaf tersebut ia sampaikan melalui unggahan di media sosial pada Selasa (9/12/2025). Mirwan mengakui bahwa tindakannya telah menimbulkan keresahan dan kekecewaan masyarakat.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak, terutama kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta masyarakat Indonesia, khususnya warga Aceh Selatan,” tulis Mirwan.
Ia menegaskan komitmennya untuk kembali bekerja penuh dan memulihkan kepercayaan publik.
“Kami berjanji akan terus bekerja secara bertanggung jawab untuk Kabupaten Aceh Selatan pasca-banjir dan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Kemendagri Periksa Sumber Pembiayaan Umrah Mirwan
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan bahwa perjalanan Mirwan ke Arab Saudi kini sedang dalam proses pemeriksaan. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan bahwa Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri telah meminta klarifikasi setelah Mirwan tiba di Jakarta.
“Apakah benar itu ibadah umrah, pergi dengan siapa, dan pembiayaannya dari mana—itu penting untuk kami telusuri,” ujar Bima di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar Mirwan, tetapi juga aparatur pemerintah daerah dan pihak lain yang terlibat dalam keberangkatan tersebut. Proses klarifikasi dilakukan mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan diperkirakan berlangsung beberapa hari.
Bima menegaskan, jika ditemukan pelanggaran, sanksi yang dapat dijatuhkan mulai dari teguran, peringatan, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian tetap. Untuk sanksi terberat, Kemendagri akan meneruskannya ke Mahkamah Agung.
Presiden Prabowo Beri Peringatan Tegas
Polemik ini mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung keberangkatan Mirwan saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Besar pada Minggu (7/12/2025).
Meski disampaikan dengan nada santai, Presiden tetap memberi sinyal tegas terkait pelanggaran tersebut.
“Kalau yang mau lari, lari saja enggak apa-apa. Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses ini?” ujar Prabowo, yang dijawab “bisa” oleh Mendagri Tito Karnavian.
Kasus ini membuat tekanan publik terhadap Mirwan semakin besar, terutama karena keberangkatannya dilakukan ketika masyarakat Aceh Selatan tengah berada dalam masa tanggap darurat. Pemeriksaan Kemendagri kini menjadi penentu nasib administratif dan hukum bagi Bupati Aceh Selatan tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










