Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Dikejar 9 Laga Berat, Dion Markx Bicara Kondisi Tim

Senin, 30 Maret 2026 01:00 WIB
Persib

Bojan Hodak Bertahan di Persib? Negosiasi Kontrak Masih Panas!

Minggu, 29 Maret 2026 21:56 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’

Minggu, 29 Maret 2026 20:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Dikejar 9 Laga Berat, Dion Markx Bicara Kondisi Tim
  • Bojan Hodak Bertahan di Persib? Negosiasi Kontrak Masih Panas!
  • Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’
  • Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!
  • Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan
  • Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 30 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Misteri 9 Item Terbuka: Babak Baru Pengujian Ilmiah Ijazah Jokowi Setelah Akses KPU Dibuka

By Aga GustianaSelasa, 10 Februari 2026 20:43 WIB3 Mins Read
Ijazah Jokowi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polemik panjang mengenai dokumen akademik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memasuki fase krusial. Setelah sekian lama menjadi tanda tanya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akhirnya resmi membuka akses publik terhadap salinan ijazah yang sebelumnya sempat disensor di sembilan bagian informasi penting.

Dokumen “full uncensored” tersebut kini telah berada di tangan pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi. Diterima langsung pada Senin (9/2/2026), Bonatua segera membagikan salinan tersebut melalui kanal media sosial pribadinya untuk memicu diskursus yang berbasis data dan ilmiah.

Fokus pada Analisis Sembilan Item Terlarang

Bagi Bonatua, diterimanya dokumen ini bukanlah garis finis, melainkan titik awal penelitian yang lebih dalam. Fokus utamanya kini tertuju pada sembilan poin informasi yang sebelumnya ditutup rapat oleh otoritas.

“Sebenarnya ini sudah saya analisis, tapi terbatas tidak ikut yang sembilan item. Sembilan item yang ditutupi itu belum saya analisis. Jadi begitu sudah dapat yang full uncensored, maka saya akan lanjutkan ke penelitian analisis sembilan item tadi, termasuk masuk tanda tangan, dan segala macamnya,” ungkap Bonatua, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga:  Krisis Kemanusiaan di Cianjur? Perjuangan Ibu Lansia Rawat Suami dan Anak yang Lumpuh Sendirian

Ia menegaskan bahwa transparansi ini adalah kemenangan bagi publik. Dengan status sebagai informasi terbuka berdasarkan keputusan Komisi Informasi Pusat (KIP), masyarakat kini memiliki hak yang sama untuk melakukan uji petik secara kolektif.

Kritik Tajam: “Data Sekunder yang Belum Tervalidasi”

Meski memegang salinan resmi dari KPU, Bonatua tidak serta-merta menganggapnya sebagai kebenaran mutlak dalam kaidah penelitian. Ia menyebut dokumen tersebut masih berada pada level data sekunder yang “mentah” karena absennya proses penyandingan dengan dokumen asli.

“Pasti belum lah. Karena saya pernah bilang ini (salinan ijazah) data sampah secara penelitian. Ini data belum terklarifikasi, belum terontentifikasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing

Menurut analisanya, ada gap besar dalam prosedur KPU selama ini. Belum ada satu pun lembaga KPU, baik di tingkat daerah maupun pusat, yang secara terbuka melakukan sinkronisasi antara salinan ijazah dengan fisik aslinya.

Dua Tahap Verifikasi: Administrasi vs Klarifikasi

Bonatua menyoroti adanya celah dalam Peraturan KPU (PKPU). Ia menjelaskan bahwa idealnya pengujian ijazah harus melewati dua jalur: Verifikasi Administrasi dan Verifikasi Klarifikasi.

Selama ini, KPU dinilai hanya bermain di ranah administrasi. Proses klarifikasi sering terabaikan karena tidak adanya laporan keberatan dari Bawaslu atau publik, yang kemudian memicu penggunaan hak diskresi oleh KPU untuk tidak melakukan pengecekan lebih lanjut ke universitas asal.

Mendorong Peran ANRI untuk Otentifikasi

Langkah berikutnya yang diusulkan Bonatua adalah melibatkan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Menurutnya, ANRI memiliki otoritas yang lebih tinggi daripada sekadar melakukan verifikasi.

Baca Juga:  Bikin Nangis! Bocah 9 Tahun Ini Sekolah Sambil Jaga Adik, Sang Ibu Sedang Lawan Kanker

“Saya seharusnya mintanya ke ANRI. Level ANRI itu lebih tinggi dari klarifikasi, yaitu otentifikasi,” jelasnya.

Berbeda dengan verifikasi di tingkat KPU yang hanya menyandingkan dokumen atau sekadar bertanya ke universitas (UGM), proses di ANRI akan melibatkan pemeriksaan fisik dokumen asli secara forensik untuk memastikan keaslian fisik dan informasinya.

Transparansi Digital melalui Media Sosial

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, Bonatua telah mengunggah dua versi salinan ijazah tersebut melalui akun media sosialnya, @bonatua766hi (X, Instagram, dan TikTok).

  • Versi Pilpres 2014: Salinan dengan cap legalisir berwarna merah.
  • Versi Pilpres 2019: Salinan dengan cap legalisir berwarna biru.

Ia berpesan agar masyarakat menggunakan data ini sebagai bahan diskusi yang sehat dan terukur.

“Kita dari sini mari berbicara dengan gaya peneliti, tapi jangan sembarangan tuduh,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita viral Bonatua Silalahi Dokumen Negara Ijazah Jokowi Komisi Informasi Pusat KPU RI Pilpres Transparansi Publik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Ilustrasi emas antam
    Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026: Grafik Merangkak Naik, Cek Rincian Terbarunya!
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.