bukamata.id – Air di kawasan Pantai Baron, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, mendadak berubah menjadi cokelat pekat pada satu sisi, sementara bagian lainnya tetap biru jernih seperti biasa. Kontras warna yang mencolok ini menimbulkan panorama unik layaknya “dua dunia” dalam satu perairan, sehingga cepat menarik perhatian wisatawan dan ramai beredar di media sosial.
Lalu, apa sebenarnya yang memicu munculnya fenomena air laut yang tampak dua warna ini?
Asal Usul Fenomena Dua Warna di Pantai Baron
Tim SAR Baron menjelaskan bahwa perubahan warna tersebut dipicu luapan sungai bawah tanah yang berada di kawasan pantai. Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras mengguyur wilayah Gunungkidul sehingga volume air di sungai bawah tanah meningkat drastis. Ketika debitnya melebihi kapasitas, air tersebut terdorong keluar menuju laut di Pantai Baron.
Air yang keluar dari bawah tanah membawa lumpur, sedimen, serta partikel-partikel alami dari dalam tanah. Warna air yang keruh inilah yang kemudian bertemu dengan air laut yang bening, menghasilkan garis batas warna yang tampak jelas dari permukaan.
Fenomena semacam ini bukan hal baru di musim hujan. Setiap kali intensitas hujan sangat tinggi, luapan dari sungai bawah tanah berulang kembali dan menciptakan perbedaan warna yang kontras di titik pertemuan air tawar dan air laut.
Mengapa Kedua Jenis Air Terlihat Tidak Menyatu?
Meski berada di ruang yang sama, air tawar dan air laut sering tampak seperti tidak bercampur. Hal ini terjadi karena perbedaan kadar garam dan densitas. Air sungai memiliki kandungan garam yang hampir nol dan lebih ringan dibandingkan air laut yang jauh lebih padat. Inilah alasan mengapa air tawar biasanya mengalir di bagian atas dan memunculkan batas warna yang jelas.
Selain itu, air tawar membawa sedimen dalam jumlah besar. Ketika bertemu dengan air laut, ion garam menempel pada partikel-partikel tersebut hingga menggumpal dan perlahan tenggelam. Proses ini membuat warna keruh berangsur menghilang, dan pada akhirnya kedua jenis air akan bercampur secara alami.
Fenomena peralihan ini dikenal sebagai haloklin, yaitu lapisan tempat terjadi perubahan kadar garam yang sangat tajam dalam kedalaman yang pendek.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










