bukamata.id – Otoritas Hong Kong merilis pembaruan terbaru terkait kebakaran besar yang melanda sebuah kompleks bangunan dan mengakibatkan banyak korban. Dalam konferensi pers resmi, pihak berwenang menyampaikan bahwa 44 orang telah dinyatakan meninggal, sementara 45 lainnya masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Pejabat yang hadir dalam konferensi menjelaskan bahwa proses penyelamatan berjalan sangat sulit. Minimnya pencahayaan membuat tim darurat bekerja lebih lambat dan berisiko tinggi. Selain itu, suhu ekstrem di dalam gedung—terutama di lantai-lantai atas—menghambat upaya mereka untuk menembus area yang paling terdampak.
Meski demikian, petugas memastikan bahwa api pada empat bangunan utama kini sudah berada dalam status terkendali. Operasi pemadaman diperkirakan berlangsung sepanjang hari, dengan fokus pada titik api yang masih menyala dan berpotensi mengancam struktur bangunan di sekitarnya.
Pemerintah Hong Kong berjanji memberikan pembaruan rutin mengenai jumlah korban, perkembangan penyelamatan, serta investigasi awal penyebab kebakaran. Masyarakat diminta menjauhi lokasi kejadian demi memperlancar mobilitas petugas di lapangan.
Insiden ini disebut sebagai salah satu kebakaran terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Hong Kong, mengingat jumlah korban yang terus bertambah dan masih berlangsungnya operasi penyelamatan.
Dalam sesi tanya jawab bersama media, perwakilan dinas pemadam kebakaran menjelaskan alasan mengapa proses pemadaman tidak bisa dilakukan lebih cepat. Pengerjaan di malam hari, suhu tinggi, dan kesulitan akses menjadi faktor utama yang memperlambat penanganan.
Pihak berwenang kembali menegaskan bahwa seluruh tim darurat telah dikerahkan dan operasi akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar aman.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











