bukamata.id – Persib Bandung akhirnya mengakhiri spekulasi transfer musim ini dengan mendaratkan bintang papan atas, Mariano Peralta, ke Kota Kembang. Kehadiran mantan pemain terbaik Super League tersebut menjadi sinyal kuat keseriusan Maung Bandung dalam menyongsong musim 2026/2027.
Proyek Ambisius dengan Nilai Transfer Selangit
Kedatangan pemain asal Argentina ini bukan sekadar pelengkap skuad. Dengan estimasi nilai pasar mencapai Rp 13,4 miliar, Peralta kini menyandang status sebagai pemain termahal kedua di Persib, tepat di bawah Thom Haye. Investasi besar ini merupakan jawaban atas keinginan pelatih Igor Tolic yang mendambakan sosok penyerang sayap berkelas untuk meningkatkan daya gedor tim.
Proses negosiasi untuk mendatangkan Peralta terbilang sangat tertutup. Bahkan, Presiden klub, Glenn Sugita, turun tangan langsung demi memastikan kesepakatan berjalan mulus. Strategi “diam-diam menghanyutkan” ini diakui Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, sebagai kunci keberhasilan transfer tersebut.
“Ya, itu kan Pak Glen yang nego ya semuanya juga ini saya terima kasih kepada Pak Glenn yang selalu menahan (berkoordinasi) kepada saya,” ujar Umuh saat dikonfirmasi mengenai proses transfer tersebut.
Umuh mengungkapkan bahwa manajemen sempat sangat menjaga kerahasiaan kepindahan ini agar tidak terendus publik terlalu cepat. “Pak Glenn bilang jangan diberitakan, tahan dulu, tahan dulu, gitu bilangnya. Alhamdulillah,” tambah Umuh yang menyambut gembira kedatangan sang pemain.
Sosok Pemimpin di Balik Layar
Umuh tidak menampik bahwa kontribusi Glenn Sugita sangat krusial dalam menjaga kualitas dan daya saing Persib. Komitmen sang pimpinan untuk terus membangun tim yang kompetitif menjadi alasan kuat mengapa kesepakatan bernilai miliaran ini bisa terwujud.
“Pimpinan dengan Pak Glenn saya bilang terima kasih Pak Glenn kepercayaannya atas kepercayaannya kepada saya untuk memberikan berita ini, saya pun juga akan jemput (Peralta) waktu dia datang,” ungkap Umuh dengan antusias.
Mengapa Peralta? Catatan Statistik yang Tak Bisa Bohong
Peralta bukanlah sosok asing bagi pecinta sepak bola tanah air. Sejak memutuskan berpetualang ke Indonesia bersama Borneo FC pada 2024, performanya terus menanjak. Adaptasi yang brilian dengan iklim liga lokal membuatnya menjelma menjadi penyerang sayap yang mematikan.
Dua musim berseragam Pesut Etam, Peralta mencatatkan statistik impresif: 30 gol dan 28 assist dari 69 penampilan. Torehan tersebut membuktikan bahwa ia adalah pemain yang stabil dalam kontribusi gol, bukan sekadar pelari cepat di sisi sayap.
Kini, di usia emas 28 tahun, Persib memberikan kontrak berdurasi dua tahun bagi sang pemain. Harapannya jelas, Peralta bisa membawa produktivitas yang sama ke Bandung dan menjadi motor serangan utama dalam perburuan gelar musim ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









