bukamata.id – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) resmi mengumumkan bahwa awal bulan Sya’ban 1446 H akan jatuh pada Jumat (31/1/2025).
Keputusan ini berdasarkan hasil perhitungan ilmu falak qath’iy yang tertuang dalam Surat Keputusan LF PBNU nomor 007/SK/LF-PBNU/VII/2024.
Dalam surat keputusan tersebut dijelaskan bahwa, berdasarkan minimal lima metode ilmu falak qath’iy, posisi hilal pada Rabu Legi, 29 Rajab 1446 H / 29 Januari 2025 M berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia.
Keputusan ini sesuai dengan butir kedua dari Keputusan Muktamar ke-34 NU tahun 2021, yang menyatakan bahwa rukyah hilal tidak dianggap fardhu kifayah atau sunnah jika hilal berada di bawah ufuk.
Sebagai konsekuensinya, penentuan awal bulan Sya’ban 1446 H dilakukan dengan metode istikmal. Dengan demikian, 1 Sya’ban 1446 H dipastikan jatuh pada Jumat (31/1/2025) yang dimulai sejak malam Jumat (Kamis, 30 Januari 2025).
Penetapan ini menjadi acuan dalam menjalankan ibadah yang berkaitan dengan kalender hijriah, seperti persiapan menyambut bulan Sya’ban dan bulan suci Ramadan yang akan datang.
Bulan Sya’ban dikenal sebagai bulan penuh keberkahan, menjadi waktu persiapan spiritual sebelum datangnya Ramadan.
Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan ini sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci.
Oleh karena itu, umat Muslim diimbau untuk meningkatkan ibadah, seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, dan bersedekah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











