bukamata.id – Angin segar akhirnya berhembus ke arah Pangeran Biru. Di tengah ambisi mempertahankan dominasi domestik dan membawa nama harum bangsa di kancah Asia, Persib Bandung mendapatkan dukungan vital yang selama ini dinanti-nanti.
Pelatih Bojan Hodak tak bisa menyembunyikan rasa leganya. Keputusan operator kompetisi untuk menggeser jadwal “mematikan” kontra Borneo FC dinilai sebagai langkah paling masuk akal demi menyelamatkan wajah sepak bola Indonesia di panggung internasional.
Fokus Terbelah di Puncak Klasemen
Situasi Persib sebenarnya sedang di atas angin. Kemenangan tipis namun krusial 1-0 atas Persis Solo, Sabtu (30/1), sukses mengamankan posisi mereka di puncak klasemen Liga Super 2025/2026. Namun, di balik euforia itu, bayang-bayang kelelahan ekstrem menghantui skuad Maung Bandung.
Tantangan sesungguhnya ada di depan mata: Liga Champions Asia 2 (ACL 2).
Tanpa penyesuaian jadwal, Persib dihadapkan pada skenario mimpi buruk. Mereka harus terbang ke markas Ratchaburi FC pada 11 Februari, lalu “dipaksa” meladeni Borneo FC lima hari kemudian (16 Februari), sebelum kembali bertarung melawan wakil Thailand tersebut pada 18 Februari. Jeda istirahat yang mustahil bagi fisik manusia mana pun untuk tampil prima di level tertinggi.
Sinergi Demi Garuda
Untungnya, kekhawatiran itu didengar. Operator liga mengambil keputusan strategis dengan menunda laga panas melawan Borneo FC. Langkah ini memberikan ruang bagi Thom Haye dan kawan-kawan untuk memulihkan kondisi dan mematangkan taktik jelang laga hidup-mati di ACL 2.
Bagi Hodak, ini bukan sekadar bantuan untuk klub, melainkan bentuk patriotisme sepak bola.
“Lihat konteksnya, kita sedang bertarung di Liga Champions,” tegas Hodak, Sabtu (31/1). Pelatih berpaspor Kroasia itu mengingatkan bahwa saat Persib melangkah ke lapangan Asia, lambang di dada mereka merepresentasikan Indonesia, bukan hanya Kota Bandung.
“Asosiasi dan Liga memang seharusnya membantu. Dan untuk laga melawan Borneo ini, mereka benar-benar membantu,” tambahnya mengapresiasi sinergi yang terjalin.
Tantangan Berikutnya Menanti
Penundaan ini adalah kemenangan kecil di luar lapangan. Namun, Hodak tetap realistis. Jika Persib sukses melaju lebih jauh di fase gugur ACL 2, potensi bentrokan jadwal akan kembali terjadi dan mungkin lebih rumit.
“Masalah baru akan muncul jika kita lolos, itu sudah pasti,” ungkap Hodak, menyiratkan perlunya solusi jangka panjang.
Namun untuk saat ini, satu beban berat telah diangkat. Dengan waktu persiapan yang lebih ideal, Persib kini bisa fokus penuh: membidik kemenangan di Asia dan menjaga marwah sepak bola Indonesia agar tetap disegani. Optimisme itu kini menyala lebih terang di kubu Maung Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










