bukamata.id – Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia turut disoroti media Korea Selatan. PSSI dinilai berjudi dengan memecat STY dan memilih Patrick Kluivert.
Diketahui, PSSI, resmi mendepak STY dari Timnas Indonesia pada Senin (6/1/2025). PSSI mengklaim, pemecatan ini hasil dari evaluasi federasi.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut jika pihaknya sudah menunjuk pelatih asal Belanda untuk menggantikan posisi STY. Namun, nama pelatih tersebut masih dirahasiakan dan akan diperkenalkan kepada publik pada 12 Januari 2025 mendatang.
Sementara itu, jurnalis kenamaan asal Italia, Fabrizio Romano membocorkan sosok nama pelatih baru Timnas Indonesia. Ia adalah Patrick Kluivert.
Disebutkan Romano, Kluivert dikontrak Timnas Indonesia selama dua tahun dengan opsi perpanjangan 2 tahun.
Kluivert merupakan mantan penyerang Timnas Belanda yang melanjutkan kariernya sebagai pelatih pada 2008. Ia terakhir kali membesut klub Turki, Adana Demirspor pada 2023 lalu.
Kabar pemecatan Shin Tae-yong dan digantikan Patrick Kluivert disorot media Korea Selatan, Osen. Dalam artikel yang tayang pada Selasa (7/1/2025), media yang berbasis di Seoul ini menuding PSSI melakukan perjudian besar.
Dalam pandangan Osen, Kluivert tak ubahnya pelatih rookie yang tak bisa dibandingkan dengan Shin Tae-yong. Osen juga menyoroti kasus kriminal yang pernah dilakukan Kluivert.
“Bahkan Kluivert, yang mengambil alih Demispor pada musim panas 2023 dan cabut lima bulan kemudian, memiliki catatan kriminal serius,” begitu isi kutipan berita yang ditulis Osen.
“Ia menewaskan pengemudi lain dalam kecelakaan yang melaju kencang pada tahun 1995, dan tertangkap mengemudi dalam keadaan mabuk pada tahun 2002. Dia dituduh melakukan kekerasan seksual pada tahun 1997, tetapi tidak dihukum karena bukti yang tidak mencukupi,” sambungnya.
“Namun, tidak pasti seberapa banyak dinamika yang dapat disumbangkan Kluivert, yang memiliki sedikit pengalaman sebagai pelatih, ke dalam sepakbola Indonesia. Kluivert, yang hampir seperti pelatih pemula, bahkan tidak dapat dibandingkan dengan Shin Tae-yong dalam hal karier kepelatihannya.”
“Shin Tae-yong menaikkan peringkat FIFA Indonesia dari peringkat 173 menjadi peringkat 125 dalam lima tahun terakhir. Namun, PSSI memilih melakukan perjudian,” Osen menuliskan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









