Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 21 Juni 2026, Ada Skin Senjata Keren

Minggu, 21 Juni 2026 01:00 WIB
CPNS

Heboh Tautan Pendaftaran CPNS 2026 di Medsos, Benarkah Sudah Dibuka? Cek Fakta dari BKN

Sabtu, 20 Juni 2026 22:18 WIB

Ranking AFC Melesat, Klub Liga 1 Dapat Durian Runtuh untuk Slot Asia Musim Depan

Sabtu, 20 Juni 2026 21:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Serbu Hadiah Gratis! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 21 Juni 2026, Ada Skin Senjata Keren
  • Heboh Tautan Pendaftaran CPNS 2026 di Medsos, Benarkah Sudah Dibuka? Cek Fakta dari BKN
  • Ranking AFC Melesat, Klub Liga 1 Dapat Durian Runtuh untuk Slot Asia Musim Depan
  • Instagram Rilis Fitur Baru yang Bikin Postingan Carousel Jadi Lebih Hidup
  • Ikuti Jejak Indonesia, Inggris Larang Total Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos Mulai 2027
  • Sisi Lain Icuk Baros: Dari Tukang Servis Kompor Jadi ‘Bos Saep’ Copet Legendaris yang Dicintai Penonton
  • Depak Kurzawa dan Barba, Persib Dikabarkan Incar Eks Striker Real Madrid
  • Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Uncategorized

Pemkot Bandung Kolaborasi Bersama Komunitas Tionghoa untuk Penataan Baru Jalan Kelenteng

By Putri Mutia RahmanJumat, 24 November 2023 21:10 WIB3 Mins Read
Pemkot Bandung Kolaborasi Bersama Komunitas Tionghoa untuk Membangun Trotoar Tematik di Jalan Kelenteng. (Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Kolaborasi Bersama Komunitas Tionghoa untuk rencanakan pembangunan trotoar tematik di Jalan Kelenteng pada awal tahun 2024 dengan aksen oriental.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, penataan trotoar di Jalan Kelenteng akan akan diberikan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan tema oriental dengan toko sekitar yang ditata dengan nuansa seragam. .

“Akan ada tiang-tiang PJU yang memberikan aksen tema oriental lebih kuat. Nanti kalau bisa, di toko-toko itu plang namanya pakai bahasa Mandarin, tulisan latinnya, dan bahasa Indonesia. Jadi suasana oriental di sana akan lebih terasa. Tapi ini akan kita diskusikan dulu bersama para pemilik toko ” tutur Didi.

Dengan rencana tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melakukan diskusi bersama komunitas Tionghoa untuk melakukan kolaborasi pembangunan trotoar tematik di Jalan Kelenteng pada Jumat 24 November 2023 di Balai Kota Bandung.

Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan dalam diskusinya, kolaborasi ini merupakan upaya pemerintah dalam membangun kota yang heterogen.

“Kita harus saling melengkapi untuk membangun Bandung yang sangat heterogen. Kita ingin membuat trotoar tematik dan membenahi permasalahan sampah bersama Komunitas Tionghoa. Butuh kolaborasi dengan masyarakat kelenteng di sana untuk beberapa wilayah yang tidak bisa diintervensi Pemkot,” ungkap Bambang.

Ia juga mengatakan  beberapa tahapan untuk mempersiapkan penataan trotoar tematik seperti, penertiban  Pedagang Kaki Lima (PKL) dan merapikan tempat parkir. 

“Beberapa yang harus disiapkan yaitu, penataan PKL kita akan tata dengan solusi terbaik, jangan sampai diusir begitu saja. Kita perlu kerja bersama-sama. Kita juga perlu siapkan kantong-kantong parkir yang tepat agar tidak terjadi kekumuhan akibat parkir liar. Supaya tujuan wisata ke Jalan Kelenteng ini bisa membuat nyaman siapapun yang ada di sana,” paparnya.

Selain itu, Pemkot Bandung bersama komunitas Tionghoa dan Duta Kampung Toleransi juga akan melakukan inovasi pengolahan sampah.

“Ternyata Komunitas Tionghoa dan Kampung Toleransi juga sudah sering diskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengenai inovasi ini. Terima kasih, inovasi yang diberikan membuat saya optimis kita bisa menyelesaikan permasalah sampah dengan cepat,” ujar Bambang.

Menanggapi hal tersebut, Pengelola Sampah Kampung Toleransi, Yaya Suhaya merencanakan inovasi mesin Nawasena sebagai alat pengolah sampah residu organik maupun anorganik. 

“Jadi nanti kita pisahkan bahan yang bisa merusak pisau seperti batu kaca. Kemudian yang lainnya kita bisa cacah dengan dicampur additive. Pembakaran akan mencapai 1.000 derajat lebih,” jelas Yaya.

Dalam rencana pengolahannya, ia akan memberikan bahan perekat dari singkong untuk membuat recahan sampah menjadi lebih padat untuk diolah. Setelah itu, hasil olahan sampah dicetak menjadi briket.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bank bjb Sapu Bersih Penghargaan Digital, Bukti Transformasi Kian Kuat di 2026

‎Situasi Mencekam! Duel Al-Hilal hingga Al-Nassr Terdampak Konflik Timur Tengah‎

DPRD Jabar Soroti Dampak Kebijakan Daya Tampung SMA Negeri terhadap Sekolah Swasta dan Guru PPPK

Persib Alihkan Target Kiper: Dari Maarten Paes ke Cyrus Margono

Mengenal Gary Iskak: Aktor Serba Bisa dari Layar Lebar hingga Serial Web

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Rp900 Ribu Cair November 2025! Cek Nama Penerima dan Cara Dapat Bantuan di Sini!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.