Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Kamis, 6 Agustus 2026 22:10 WIB

Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut

Kamis, 6 Agustus 2026 21:13 WIB

Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1

Kamis, 6 Agustus 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek
  • Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut
  • Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1
  • Bidik Trofi Piala Presiden 2026, Ini 11 Pemain Pilihan Igor Tolic Lawan Persebaya
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Link Live Streaming & Cara Nonton Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026
  • Belajar Sendiri Lewat Aplikasi & Turis, Gadis Cilik Penjual Souvenir Ini Punya Pengetahuan Seluas Samudra!
  • Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Langsung Hadapi Ujian Berat di Awal Musim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Uncategorized

Pemkot Bandung Kolaborasi Bersama Komunitas Tionghoa untuk Penataan Baru Jalan Kelenteng

By Putri Mutia RahmanJumat, 24 November 2023 21:10 WIB3 Mins Read
Pemkot Bandung Kolaborasi Bersama Komunitas Tionghoa untuk Membangun Trotoar Tematik di Jalan Kelenteng. (Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Kolaborasi Bersama Komunitas Tionghoa untuk rencanakan pembangunan trotoar tematik di Jalan Kelenteng pada awal tahun 2024 dengan aksen oriental.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, penataan trotoar di Jalan Kelenteng akan akan diberikan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan tema oriental dengan toko sekitar yang ditata dengan nuansa seragam. .

“Akan ada tiang-tiang PJU yang memberikan aksen tema oriental lebih kuat. Nanti kalau bisa, di toko-toko itu plang namanya pakai bahasa Mandarin, tulisan latinnya, dan bahasa Indonesia. Jadi suasana oriental di sana akan lebih terasa. Tapi ini akan kita diskusikan dulu bersama para pemilik toko ” tutur Didi.

Dengan rencana tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melakukan diskusi bersama komunitas Tionghoa untuk melakukan kolaborasi pembangunan trotoar tematik di Jalan Kelenteng pada Jumat 24 November 2023 di Balai Kota Bandung.

Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan dalam diskusinya, kolaborasi ini merupakan upaya pemerintah dalam membangun kota yang heterogen.

“Kita harus saling melengkapi untuk membangun Bandung yang sangat heterogen. Kita ingin membuat trotoar tematik dan membenahi permasalahan sampah bersama Komunitas Tionghoa. Butuh kolaborasi dengan masyarakat kelenteng di sana untuk beberapa wilayah yang tidak bisa diintervensi Pemkot,” ungkap Bambang.

Ia juga mengatakan  beberapa tahapan untuk mempersiapkan penataan trotoar tematik seperti, penertiban  Pedagang Kaki Lima (PKL) dan merapikan tempat parkir. 

“Beberapa yang harus disiapkan yaitu, penataan PKL kita akan tata dengan solusi terbaik, jangan sampai diusir begitu saja. Kita perlu kerja bersama-sama. Kita juga perlu siapkan kantong-kantong parkir yang tepat agar tidak terjadi kekumuhan akibat parkir liar. Supaya tujuan wisata ke Jalan Kelenteng ini bisa membuat nyaman siapapun yang ada di sana,” paparnya.

Selain itu, Pemkot Bandung bersama komunitas Tionghoa dan Duta Kampung Toleransi juga akan melakukan inovasi pengolahan sampah.

“Ternyata Komunitas Tionghoa dan Kampung Toleransi juga sudah sering diskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengenai inovasi ini. Terima kasih, inovasi yang diberikan membuat saya optimis kita bisa menyelesaikan permasalah sampah dengan cepat,” ujar Bambang.

Menanggapi hal tersebut, Pengelola Sampah Kampung Toleransi, Yaya Suhaya merencanakan inovasi mesin Nawasena sebagai alat pengolah sampah residu organik maupun anorganik. 

“Jadi nanti kita pisahkan bahan yang bisa merusak pisau seperti batu kaca. Kemudian yang lainnya kita bisa cacah dengan dicampur additive. Pembakaran akan mencapai 1.000 derajat lebih,” jelas Yaya.

Dalam rencana pengolahannya, ia akan memberikan bahan perekat dari singkong untuk membuat recahan sampah menjadi lebih padat untuk diolah. Setelah itu, hasil olahan sampah dicetak menjadi briket.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru 2 Juli 2026, Dapatkan Skin Senjata dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan

Darurat Gulma Waduk Saguling: Dua Desa di Cililin Jadi Titik Fokus Pembersihan Massal

bank bjb Sapu Bersih Penghargaan Digital, Bukti Transformasi Kian Kuat di 2026

‎Situasi Mencekam! Duel Al-Hilal hingga Al-Nassr Terdampak Konflik Timur Tengah‎

DPRD Jabar Soroti Dampak Kebijakan Daya Tampung SMA Negeri terhadap Sekolah Swasta dan Guru PPPK

Persib Alihkan Target Kiper: Dari Maarten Paes ke Cyrus Margono

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.