Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru

Rabu, 23 September 2026 04:00 WIB

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Rabu, 23 September 2026 03:00 WIB

8 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kuningan untuk Liburan Keluarga

Rabu, 23 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Skill! Ini Alasan Persib Tak Mau Asal Tambah Pemain Baru
  • Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya
  • 8 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam Terbaik di Kuningan untuk Liburan Keluarga
  • Menjelajah Cita Rasa Sunda: Deretan Kuliner Legendaris Khas Kuningan yang Wajib Dicicipi
  • Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat
  • Oktober Mencekam! Persib Harus Jalani 7 Pertandingan di Tengah Jadwal Super Padat
  • MENGEJUTKAN! 12 Tahun Tanpa Gosip Miring, Borok Rumah Tangga Sara Wijayanto dan Demian Akhirnya Terbongkar?!
  • Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemkot Bandung Minta Resto dan Kafe Mengolah Sampah Secara Mandiri

By Putri Mutia RahmanSelasa, 23 Januari 2024 16:17 WIB2 Mins Read
Ilustrasi TPA Sarimukti untuk tempat pembuangan sampah masyarakat di Bandung Raya. (Dok BNPB)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Jawa Barat (Jabar), meminta pengusaha kafe dan resto mengolah sampah secara mandiri. Hal itu sebagai upaya mengurangi timbulan sampah di Kota Bandung, yang saat ini masih membatasi pembuangan sampah ke TPA Sarimukti.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudy Prayudi, mengatakan, komposisi sampah di kafe dan resto 50-60% merupakan sampah organik dan sisanya masih memiliki nilai jual untuk diolah, misalnya botol minum kemasan.

“Sampah residu yang dihasilkan oleh tempat kuliner itu sangat minim, perkiraannya jika dikirim ke TPS hanya sekitar 10 persen,” ujar Dudy pada kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah bagi Pengurus Kafe dan Resto di Bandung, Selasa, (23/1) dikutip dari Metro Tv News.

Dudy pun mengajak para pengusaha mampu mengolah sampah mulai dari sumbernya. Bahkan kafe dan resto diupayakan untuk zero waste.

“Saya berharap para pengusaha di Kota Bandung mampu mereplikasi berbagai success story pengusaha lainnya. Sehingga mampu menerapkan dengan maksimal sebagai upaya pengurangan sampah. Meskipun di lapangan masih ditemukan sampah yang bercampur, pengusaha kafe dan resto bersama-sama harus mengelola sampah dari sumbernya,” tambahnya.

Baca Juga:  Bapenda Kota Bandung Tindak Tegas Kafe Penunggak Pajak

Di sisi lain,Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, mengungkapkan, kesadaran warga Kota Bandung pengelolaan sampah mulai meningkat signifikan. Saat ini terjadi penurunan produksi sampah baik dari pemukiman maupun non pemukiman yang awalnya 0,63 kg per orang dan per hari, sekarang hanya 0,54 kg per orang dan per hari.

Baca Juga:  Ngopi Asyik di Bumi Kula Bandung, Kafe Etnik dengan View Pegunungan

“Ini mengindikasikan bahwa tumbuh kesadaran tiap orang untuk bijak dalam mengelola sampah. Perlunya sosialisasi dan gerak nyata dalam mengelola sampah ketika saat ini terjadi pembatasan mengirimkan sampah ke TPA Sarimukti,” jelasnya.

Baca Juga:  Coba Destinasi Unik untuk Pengalaman Kerajinan di Kota Bandung, Kesini Aja!

Di Kota Bandung lanjut Salman, produksi sampah yang dihasilkan sekitar 1.300 ton per hari, 60 persennya sampah rumah tangga dan 40 persen non rumah tangga. Pada Januari 2024, ada pembatasan ke TPA Sarimukti yaitu 50 persen pengiriman sampah atau 628 ton per hari, hanya boleh sampah residu.

“Saat ini ada 58 hotel dan 3 restoran yang sudah mengolah sampah secara mandiri. Kita harap para pengusaha lainnya mampu menduplikasikan gerakan ini,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kafe
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Layanan Gigi Gratis Sambangi 22 Kecamatan Bandung, Ini Jadwal dan Lokasi Lengkapnya

Kolaborasi Berkelanjutan AQUA dan DMI: Hadirkan Kebahagiaan Umroh bagi Garda Terdepan Pelayanan Umat

Sempat Diejek Semut Lawan Gajah, Tukang Pemilah Sampah Ini Menangi Pilkades di Bekasi

Pesta Miras Oplosan Maut di Cianjur: 4 Tewas, Dua Remaja Putri Masih Kritis di Rumah Sakit

Rayakan HUT ke-36, JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Mitra Setia ke Tanah Suci

Karhutla Sumedang Tembus 64 Kejadian, Tertinggi di Jawa Barat hingga September 2026

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.