bukamata.id – Jagat media sosial—khususnya platform TikTok, X, dan Instagram—tengah dihebohkan oleh maraknya pencarian tautan video yang mengatasnamakan pasangan konten kreator asal Banyuwangi, Egar Pradana dan Fina Theia Nafisabilla. Berbagai unggahan menyebarkan klaim adanya rekaman pribadi dalam empat bagian (part) yang memicu rasa penasaran warganet.
Kendati demikian, penelusuran fakta menunjukkan bahwa pengaitan nama Egar dan Fina dalam video berdurasi beberapa bagian tersebut murni merupakan hoaks serta narasi spekulatif yang tidak berdasar.
Awal Mula Pembentukan Narasi dan Hasil Penelusuran Fakta
Kegaduhan di ruang digital ini bermula dari ulah sejumlah akun tidak bertanggung jawab yang mengunggah kembali (re-upload) klip-klip lama dari kanal resmi milik pasangan tersebut, @finaegar. Salah satu potongannya menampilkan momen kebersamaan mereka saat membuat vlog di dalam mobil.
Narasi tersebut kemudian dipelintir oleh oknum tertentu dengan menyebarkan klaim palsu seolah-olah terdapat file penyimpanan awan (cloud storage) yang berisi empat klip video:
- Part 1: Durasi 27 detik (ukuran 3,08 MB)
- Part 2: Durasi 2 menit 19 detik (ukuran 7,09 MB)
- Part 3: Durasi 4 menit 26 detik (ukuran 96,9 MB)
- Part 4: Durasi 1 menit 1 detik (ukuran 11,15 MB)
Namun, hasil verifikasi terhadap berkas yang beredar membuktikan bahwa video tersebut diambil di lokasi dalam ruangan (indoor) dengan kondisi wajah pemeran yang buram serta terpotong. Tidak ada bukti valid maupun indikasi fisik yang menghubungkan rekaman tersebut dengan sosok Egar maupun Fina.
Marak Modus Komersialisasi Link Palsu dan Ancaman Siber
Tingginya pencarian kata kunci terkait isu ini sayangnya dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber demi meraup keuntungan finansial. Di berbagai kolom komentar media sosial, banyak ditemukan tebaran tautan jebakan (spam link) dengan modus menjual akses video seharga Rp5.000 hingga Rp30.000.
Masyarakat dan pengguna internet diimbau untuk tidak mudah tergiur mengeklik maupun membeli tautan asing tersebut. Tindakan sembarangan menekan tautan yang tak terverifikasi berisiko memicu:
- Peretasan dan Phishing: Pengambilalihan akun media sosial hingga kebocoran kredential perbankan digital.
- Infeksi Malware: Masuknya virus berbahaya yang dapat merusak sistem perangkat ponsel maupun komputer.
Publik diharapkan makin bijak dalam menyaring informasi, tidak ikut menyebarkan kabar burung, serta senantiasa menjaga kehati-hatian dalam beraktivitas di dunia maya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










