bukamata.id – Pelarian sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan begal bersenjata api yang menargetkan seorang guru SMP di Cianjur akhirnya berakhir. Tim gabungan dari Polres Cianjur berhasil menyergap enam anggota komplotan ini di kawasan vila Cipanas, Puncak. Tindakan tegas terukur terpaksa diambil dengan melumpuhkan salah satu tersangka yang mencoba menyerang petugas.
Pengungkapan kasus ini bermula dari penelusuran intensif jajaran kepolisian terkait keberadaan vila yang dijadikan tempat persembunyian para pelaku.
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa jajarannya bergerak cepat setelah mengantongi lokasi persembunyian tersebut.
“Kami mendapatkan informasi pelaku yang sudah kami kantongi identitasnya itu bersembunyi di sebuah vila,” kata dia, Kamis (5/11/2026).
Penggerebekan di Vila Puncak dan Tindakan Tegas Petugas
Saat mendekati area penyergapan, kecurigaan petugas terbukti setelah menemukan unit sepeda motor hasil kejahatan terparkir di area depan vila.
“Jadi saat hendak digerebek, ternyata di depan vila ada sepeda motor yang dilaporkan hilang di curi juga, selain dari laporan aksi pencurian dengan kekerasan (begal) seorang guru SMP,” kata dia.
Dalam operasi penggerebekan tersebut, kepolisian mencokok enam pemuda berinisial WZS (23), HU (32), L (25), R (21), AS (27), serta SD (28).
Ketegangan sempat terjadi kala seorang tersangka mengarahkan senjata ke arah rombongan petugas guna melarikan diri. Petugas terpaksa melepaskan tembakan terukur untuk melumpuhkan perlawanan tersangka.
“Pelaku sempat mengacungkan senjata api ke arah petugas. Sehingga dilakukan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan pelaku. Jadi total ada enam orang yang ditangkap,” kata dia.
Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan satu pucuk senjata api rakitan berisi amunisi aktif.
“Senjata api rakitan tersebut digunakan pelaku saat beraksi,” kata dia.
Hasil interogasi awal mengonfirmasi bahwa komplotan ini merupakan perampas sepeda motor milik guru SMP di Maleber beberapa waktu lalu.
“Betul sindikat ini yang beraksi di Maleber beberapa waktu lalu,” tuturnya.
5 Buron Masih Dikejar, Kelompok Ini Beraksi di 120 Lokasi Jawa Barat
Meski telah membekuk enam orang, kepolisian memastikan operasi belum selesai. Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi menegaskan lima anggota sindikat lainnya masih berstatus buron.
“Masih ada lima pelaku yang buron. Makin kami coba cari keberadaannya. Secepatnya akan kami tangkap,” kata dia.
Ancaman hukuman berat kini menanti para tersangka. Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis terkait pencurian dengan pemberatan.
“Para pelaku terancam hukuman kurungan penjara paling lama 7 tahun,” pungkasnya.
Berdasarkan data Kepolisian, sindikat ini dikenal sangat lihai dan beroperasi secara terorganisasi. Dalam kurun waktu satu tahun (2025–2026), mereka tercatat telah menggasak sedikitnya 120 sepeda motor di berbagai wilayah Jawa Barat, meliputi Cianjur hingga Sukabumi.
“Ditemukan sepeda motor yang baru-baru ini dilaporkan hilang dicuri. Jadi susah sering beraksi,” kata dia.
“Sindikat ini beraksi dengan berkelompok. Sehingga dalam kurun waktu 2025 hingga 2026 ini sudah beraksi di 120 lokasi berbeda,” kata dia.
Lanjut Beddy, kelompok ini biasa melancarkan aksinya pada jam-jam rawan, yakni rentang pukul 01.00 WIB hingga 10.00 WIB.
“Modusnya mencari sepeda motor yang terparkir di rumah, parkiran, hingga minimarket. Selain itu juga memepet korban yang tengah berkendara di jalan yang sepi,” kata dia.
Komitmen Pemberantasan Begal dan Imbauan Kewaspadaan
Pengungkapan jaringan lintas daerah ini menjadi bentuk ketegasan Polres Cianjur dalam menciptakan iklim keamanan yang kondusif di wilayah hukumnya.
“Polres Cianjur berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Pengungkapan ini tidak berhenti pada para pelaku yang telah diamankan. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengejar para DPO, mengungkap jaringan penadah, serta menelusuri seluruh rangkaian tindak pidana yang dilakukan kelompok ini,” kata dia.
Beddy menuturkan agar warga senantiasa meningkatkan pengamanan ekstra pada kendaraan pribadi dan tidak segan memberikan laporan jika melihat aktivitas mencurigakan.
“Adapun himbauan dari kami agar masyarakat selalu memastikan kendaraan dalam keadaan aman saat diparkir, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta segera melapor apabila mengalami tindak pidana atau mengetahui informasi terkait keberadaan para pelaku. Dukungan dan informasi dari masyarakat sangat penting bagi kepolisian dalam mengungkap kejahatan dan menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










