bukamata.id – Konten kreator Herri Pras kini dilaporkan ke Polda Jawa Barat atas dugaan penghinaan terhadap sejumlah ulama. Laporan ini datang tak lama setelah pendiri perguruan Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI) itu melaporkan sekitar 20 orang ke Polres Bogor. Polemik pun kini bergulir ke dua arah.
Laporan terhadap Herri dilayangkan oleh Forum Umat Islam Bandung Bersatu (FUIBB). Forum ini menilai pernyataan Herri dalam kontennya merendahkan tokoh agama dan memicu keresahan di kalangan umat Islam.
FUIBB: Umat Islam Marah
Ketua Umum FUIBB, Ruslan Abdulgani, menegaskan bahwa pernyataan Herri tidak bisa dibiarkan karena menyangkut kehormatan ulama dan guru agama. Tokoh yang disebut dalam konten Herri antara lain Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Adi Hidayat (UAH), dan Habib Umar bin Hafiz.
“Umat Islam itu betul-betul hari ini marah sama yang namanya Herri Pras. Perbuatan Herri Pras mesti bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Ruslan.
FUIBB mendatangi Polda Jabar bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat. Organisasi yang tergabung di antaranya NU, Muhammadiyah, Persis, PUI, Al-Irsyad, Mathla’ul Anwar, LDII, Hidayatullah, FPI, FUI, MMI, Garda AMS, dan SAPMA Pemuda Pancasila.
Ruslan juga menyayangkan langkah Herri yang melontarkan tantangan duel kepada kalangan ulama. Menurutnya, tantangan semacam itu semestinya ditujukan kepada pihak yang memang berkompeten di bidang bela diri.
“Salah nantang ke ulama. Harusnya nantang duel itu ke atlet MMA,” ucapnya.
Berawal dari Konten soal UAS dan UAH
Polemik ini bermula dari rangkaian video di kanal YouTube Herri yang menyoal UAS, UAH, dan Habib Umar bin Hafiz. Dalam video-videonya, Herri berulang kali menyebut UAH munafik dan meminta para pembela tokoh-tokoh tersebut membuktikan kapasitas keilmuan mereka. Ia juga sempat melontarkan tantangan duel hingga mati.
Tantangan itu kemudian direspons oleh petarung MMA Yudi Cahyadi, mantan juara kelas bulu One Pride yang pernah tampil di ajang Road to UFC. Yudi bersama rombongan mendatangi rumah Herri di kawasan Gunung Putri, Bogor, pada Senin (2/11/2026) malam. Dalam video yang beredar, Herri terlihat sempat tersungkur setelah ditendang.
Herri Lebih Dulu Laporkan 20 Orang ke Polres Bogor
Usai kejadian tersebut, Herri melaporkan sekitar 20 orang ke Polres Bogor atas dugaan intimidasi, persekusi, provokasi, hingga kekerasan. Ia mengaku ditendang, dipukul, dan didengkul di bagian ulu hati serta perut.
Dengan dua laporan yang kini berjalan di dua institusi kepolisian berbeda, Herri berada di posisi pelapor sekaligus terlapor.
Rekam Jejak Kontroversi Herri Pras
Ini bukan kali pertama Herri berurusan dengan laporan polisi. Pada Juli 2023, ia dilaporkan ke Polda Banten oleh wali santri Al-Zaytun terkait tuduhan praktik penebusan dosa zina. Di tahun yang sama, ia juga menuai kritik setelah mengomentari majelis Gus Iqdam, sebelum akhirnya menyampaikan permintaan maaf. [tautan ke profil Herri Pras]
Hingga berita ini diturunkan, Herri Pras belum memberikan tanggapan atas laporan FUIBB. Polda Jabar juga belum menyampaikan keterangan resmi soal tindak lanjut laporan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi kedua pihak.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










