Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Rabu, 4 November 2026 12:56 WIB

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Rabu, 4 November 2026 12:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Rabu, 4 November 2026 11:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
  • 3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

By Putra JuangRabu, 4 November 2026 12:49 WIB3 Mins Read
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengunjungi kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Kamis (19/9/2024). (Foto: Gerindra)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait dinamika politik nasional yang dinilainya kian tidak menentu.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY menyusul tensi politik yang memanas pasca penangkapan tiga jenderal polisi yang belakangan menjadi sorotan publik.

Melalui akun media sosial X (dahulu Twitter) miliknya, @SBYudhoyono, pada Rabu (4/11/2026), SBY mempertanyakan arah perjalanan bangsa dan etika berpolitik yang kian mengkhawatirkan.

“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri,” tulis SBY.

Baca Juga:  Prabowo Sebut 'Biadab' Tapi MBG Lanjut Terus? Tragedi Keracunan Massal Karo Bikin Gempar!

Penangkapan perwira tinggi kepolisian baru-baru ini dinilai sejumlah kalangan sebagai cerminan keretakan dalam peta kekuatan politik dan penegakan hukum di tanah air. Tudingan mengenai adanya campur tangan manuver politik dalam kasus penegakan hukum tersebut memicu kegelisahan publik akan stabilitas nasional.

Melihat situasi tersebut, SBY menyampaikan permohonan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas guna mengembalikan etika dalam berbangsa dan bernegara.

“Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini,” lanjutnya.

Baca Juga:  Respons Presiden Prabowo, Bandara Husein Siap Sambut Kembali Boeing dan Airbus

Respon SBY ini menambah panjang deretan desakan dari tokoh bangsa yang meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menjaga profesionalisme serta mencegah penegakan hukum dijadikan alat perebutan kekuasaan politik. Hingga saat ini, unggahan tersebut telah menuai beragam tanggapan dari netizen.

Seperti diketahui, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Asep Safrudin mengungkapkan penyidik telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan ilegal, akses tanpa hak, dan penghilangan data elektronik.

Ketiganya masing-masing berinisial LSP, ASN, dan EH. Dugaan penyadapan tersebut disebut berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026.

Sasaran penyadapan diduga tidak hanya Presiden Prabowo. Sejumlah pejabat negara, tokoh politik, awak media, pimpinan organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga pengusaha juga disebut masuk dalam daftar sasaran.

Baca Juga:  Tawa Anak-anak di Tenda Pengungsian Nagekeo: Saat Presiden Prabowo Bawa Mainan dan Harapan Baru

Dalam perkembangan penyidikan, para tersangka diduga menghapus log data elektronik pada Oktober 2026 untuk menghilangkan jejak aktivitas tersebut.

Atas perkara itu, penyidik menerapkan sejumlah pasal berlapis, di antaranya Pasal 258 dan Pasal 332 ayat (1) atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 10 orang saksi dan 3 saksi ahli.  Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 11 unit telepon seluler, satu unit iPad, dan 4 buah flashdisk.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jenderal Listyo Sigit Prabowo Politik Polri Prabowo Subianto SBY Susilo Bambang Yudhoyono
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.