Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar

Sabtu, 24 Oktober 2026 01:00 WIB
Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Jumat, 23 Oktober 2026 22:15 WIB

Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos

Jumat, 23 Oktober 2026 22:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar
  • Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya
  • Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
  • Lebih Banyak Peluang tapi Kalah, Sandy Walsh Ungkap Penyebab Persib Tumbang
  • Sudah Ada Sejak 1986, Ini 5 Surabi Legendaris yang Masih Diburu di Bandung
  • Sempurna di Asia, Persib Siap Hadapi Raksasa Australia di Jalak Harupat
  • Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara
  • Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tawa Anak-anak di Tenda Pengungsian Nagekeo: Saat Presiden Prabowo Bawa Mainan dan Harapan Baru

By Aga GustianaRabu, 26 Agustus 2026 19:56 WIB3 Mins Read
Presiden Prabowo Subianto memeluk anak-anak di tenda pengungsian Nagakeo. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Posko darurat di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak hangat dan riuh pada Rabu (26/8/2026). Keriuhan membuncah saat Presiden Prabowo Subianto melangkah masuk ke area tenda untuk menemui langsung para penyintas bencana secara tatap muka.

Warga lokal langsung memadati area sekitar Kepala Negara. Telepon genggam terangkat ke udara demi mengabadikan momen, sementara anak-anak kecil sibuk menerobos kerumunan orang dewasa. Tanpa sekat protokoler yang kaku, sejumlah pengungsi bersalaman hingga memeluk Presiden. Tampak seorang bocah perempuan tersenyum gembira berdiri persis di dekat Presiden, disambut rasa penasaran anak-anak lain yang ikut mengerubung.

Agenda peninjauan pascabencana gempa bumi ini pun melebur menjadi momen yang sangat emosional. Presiden Prabowo melayani interaksi warga, menyapa anak-anak, lalu membagikan berbagai macam mainan.

Tangan-tangan mungil para pengungsi cilik terulur antusias menerima pemberian tersebut. Hadirnya mainan di genggaman mereka sejenak mengubah atmosfer kusam tempat penampungan sementara yang telah menjadi rumah darurat selama berhari-hari.

Baca Juga:  Merinding! Ramalan Tirta Siregar Terbukti Lagi? di Balik Gempa Dahsyat NTT hingga Potensi Tsunami

Para anak di lokasi ini harus menghadapi realita pahit semenjak bencana gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang pada 15 Agustus 2026. Hunian mereka rusak, sementara rutinitas sekolah dan bermain terhenti seketika. Tenda darurat kini menjadi pusat aktivitas harian mereka dari beristirahat hingga berinteraksi dengan sesama penyintas.

Maka dari itu, pemulihan trauma (trauma healing) anak-anak diprioritaskan selama penanganan darurat. Beragam kegiatan rekreatif seperti menggambar dan bermain kelompok rutin digelar guna meredakan ketegangan psikologis mereka.

Baca Juga:  Sorak Sorai Siswa Sambut Prabowo saat Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis

Guna memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi di masa krisis, pemerintah menyiapkan skenario pembelajaran darurat di area bencana.

“Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, segera kita jalankan mungkin untuk keamanan, sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu,” ujar Presiden di hadapan para pengungsi.

Momen unik anak-anak yang polos—mendekat, tersenyum, hingga meminta mainan—menjadi pencerah suasana di tengah tumpukan keluh kesah warga dewasa.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen penuh negara untuk mengawal proses pemulihan masyarakat Nagekeo hingga tuntas.

“Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara,” lanjut Presiden.

Sebelum menyusuri tenda warga, Kepala Negara menggelar rapat koordinasi bersama jajaran terkait untuk mengevaluasi progres penanganan lapangan. Instruksi tegas disampaikan agar seluruh tahapan, mulai dari tanggap darurat hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan, dieksekusi tanpa penundaan.

Baca Juga:  Demi Kesejahteraan Buruh, Prabowo Naikkan Upah Mininum 6,5 Persen

Bagi pemerintah, pemulihan pascabencana tidak sebatas mendistribusikan logistik bantuan, melainkan mengembalikan roda kehidupan warga seperti sedia kala. Target utamanya adalah pemulihan sektor ekonomi, jaminan fasilitas kesehatan, pembangunan kembali rumah warga, serta pembukaan kembali akses sekolah bagi anak-anak.

Senyum dan tawa kecil anak-anak di Lapangan Berdikari mungkin belum menghapus trauma bencana secara keseluruhan. Namun dari balik tenda pengungsian di Nagekeo, keceriaan itu menjadi sinyal kuat bahwa optimisme warga untuk bangkit kembali tidak pernah padam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gempa nagakeo NTT Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.