bukamata.id – Video kekesalan seorang pengendara saat melintas di jalan baru Kamurang-Citiis, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, mendadak jadi perbincangan hangat di jagat maya. Pria tersebut ngamuk lantaran dipatok biaya hingga puluhan ribu rupiah oleh oknum warga hanya agar mobilnya bisa melintasi jalur yang baru usai diperbaiki tersebut.
Dalam rekaman singkat yang beredar luas, tampak seorang pengemudi berjaket hijau membongkar secara paksa rintangan kayu yang memblokir akses jalan. Dengan raut wajah gusar, ia memprotes keras keberadaan oknum pelalau yang nekat menetapkan tarif pass tembus mencapai Rp50 ribu per unit mobil.
Camat Sukanagara, Doni Tri Wibowo, mengonfirmasi bahwa insiden heboh tersebut sejatinya berlangsung pada awal Agustus lalu, tepatnya Jumat (8/8/2026).
“Itu video sudah beberapa waktu lalu, bukan video baru,” ujar dia, Rabu (26/8/2026).
Pihak kecamatan menyebutkan bahwa aksi penarikan uang ilegal tersebut dilakukan oleh окnum warga dari area luar wilayah Sukanagara.
“Memang betul terjadi pungutan, nilainya bervariatif. Paling tinggi Rp 50 ribu,” kata dia.
Guna meredam polemik yang berkembang, jajaran aparatur desa dan kecamatan setempat langsung memediasi kedua belah pihak. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan tanpa membawa oknum terkait ke ranah pidana.
“Sudah selesai secara musyawarah. Tidak dilanjut ke ranah hukum. Tapi tetap kami lakukan pembinaan. Untuk jalan sudah dibuka untuk umum,” kata dia.
Respons positif pun datang dari Bupati Cianjur Muhammad Wahyu yang mengapresiasi keberanian warga dalam membongkar praktik pungutan tak berizin di fasilitas umum tersebut.
“Terimakasih menegur oknum, jalan itu jalan kabupaten yang menggunakan APBD. Sehingga tidak boleh ada pihak manapun yang melakukan pungutan kepada warga,” kata dia.
Pemerintah Kabupaten Cianjur memastikan bakal memperketat pengawasan di titik-titik rawan agar kejadian serupa tak kembali berulang di kemudian hari.
“Namun demikian monitoring ke lapangan, tindakan yang menghambat penggunaan jalan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










