bukamata.id – Sebuah video yang merekam aksi nekat seorang perempuan dengan gangguan jiwa (ODGJ) berinisial A viral di media sosial. Menggunakan pakaian berwarna merah muda, A diduga menyusup ke dalam sebuah warung makan (warteg) di Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, serta menguras isi laci berisi uang tunai jutaan rupiah beserta dokumen penting korban.
Kapolsek Kuningan, Kompol Bambang Poernomo, membenarkan insiden tersebut. Aksi pencurian itu dilancarkan pelaku asal Desa Kutaraja, Kecamatan Lebakwangi tersebut pada Rabu (26/8/2026) dini hari dengan memanfaatkan kelengaian pemilik warung yang tengah tertidur lelap.
Bambang mengungkapkan, pelaku masuk secara diam-diam melalui celah pintu depan sebelum akhirnya mengincar pos penyimpanan uang di area kasir.
“Dia pintar masuk warung. Biasanya jam 11 atau 12 malam pemiliknya tidur, tahu-tahu jam 3 pagi pintu sudah terbuka sedikit. Uang di laci, uang receh, sampai Rp3 juta diambil,” tutur Bambang, Rabu (26/8/2026).
Tertangkap di Terminal Saat Pesta Minuman Oplosan
Tidak hanya mengembat uang tunai senilai Rp3 juta, pelaku juga membawa lari kartu ATM dan KTP milik korban. Menindaklanjuti laporan masyarakat, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat melacak keberadaan pelaku di sejumlah titik rawan.
Pelaku akhirnya berhasil dibekuk petugas di area terminal dalam kondisi sedang menenggak minuman keras oplosan.
“Alhamdulillah, anggota Reskrim bersama perangkat desa berhasil mengamankan pelaku di terminal. Dia lagi minum di sana,” tutur Bambang.
Beli Baju Baru dan Paham Nominal Uang
Fakta menarik terungkap saat proses penangkapan. Sebelum terciduk petugas, A rupanya sempat mempergunakan sebagian uang hasil curian tersebut untuk berbelanja pakaian anyar. Polisi menyoroti keunikan pelaku yang tetap memahami nilai uang meski mengalami gangguan jiwa.
“Kalau ngobrol nggak nyambung, ya seperti ODGJ umumnya, bau, berapa minggu nggak pernah mandi. Tapi ngerti duit, ODGJ-nya ngerti duit,” tutur Bambang.
Menurut kepolisian, A memang dikenal kerap membuat resah para pedagang di kawasan pusat Kota Kuningan karena kebiasaannya mengambil barang dagangan secara sepihak. Pihak keluarga menyatakan bahwa A sebenarnya berada dalam masa perawatan medis, namun masih sering lolos keluar rumah pada malam hari.
“Sering sekitar itu saja pusat kota, ambil ini barang-barang kayak gorengan di pedagang gorengan. Gangguan kejiwaan saja kalau dalam surat pengobatan. Ada, lagi dalam pengobatan itu, cuman saat malam memang masih sering keluar. Tapi udah koordinasi dengan Pemdes Lebakwangi, nanti habis Dzuhur perangkat desanya dan keluarganya datang,” pungkas Bambang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









