Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC

Rabu, 4 November 2026 17:51 WIB

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Rabu, 4 November 2026 17:00 WIB
Thom Haye

Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions

Rabu, 4 November 2026 16:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya
  • Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!
  • 6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

By Aga GustianaRabu, 4 November 2026 17:00 WIB2 Mins Read
Pemkot Bandung mengkaji air Sungai Cikapundung sebagai sumber air baku. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan temuan mengkhawatirkan mengenai kondisi perairan di wilayahnya, di mana mayoritas aliran sungai di Kota Kembang disinyalir telah terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli).

Informasi tersebut didapatkan Farhan usai menerima paparan hasil kajian terbaru mengenai kondisi perairan perkotaan.

“Jadi sebuah NGO kemarin sore menyampaikan laporan bahwa survei mereka di beberapa sungai di Kota Bandung, pencemaran bakteri E. coli-nya sudah mencapai hampir 90%. Nanti saya akan konfirmasi dulu,” kata Farhan di Hotel Grandia Bandung, Rabu (4/11/2026).

Tingginya tingkat pencemaran ini berbanding lurus dengan persoalan pembuangan limbah domestik masyarakat. Berdasarkan data per 2023, jumlah hunian di Kota Bandung mencapai 519.288 unit. Dari total angka tersebut, sekitar 27 persen atau setara 140.207 rumah tangga ternyata belum melengkapi hunian mereka dengan penampungan kotoran (septic tank) yang memadai, sehingga limbah MCK dialirkan langsung ke badan sungai.

Baca Juga:  Ingin Coba Padel? Berikut 3 Lapangan Terbaik di Bandung

Farhan menggarisbawahi bahwa persoalan utama saat ini bukan lagi pada pemahaman fasilitas dasar, melainkan pada infrastruktur pengolahan akhirnya.

“Kalau berdasarkan data laci RW, di Bandung itu sudah tidak ada rumah tanpa toilet atau permukiman tanpa toilet umum, semuanya sudah ada. Tapi 27 persen toiletnya itu pipanya masih ke terjun bebas,” ucapnya.

Baca Juga:  Wisata Kuliner di Bandung: Yamcha Sajikan Makanan Hongkong dengan Desain Retro

Ia menambahkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya penghentian perilaku buang air sembarangan sebenarnya sudah terbentuk dengan baik.

“Kesadaran ODF (open defecation free)-nya sudah. Artinya bahwa seluruh warga Bandung sudah tahu apa itu ODF dan bagaimana bahayanya. Tapi masih ada 27 persen rumah yang belum membangun septic tank,” tambahnya.

Fenomena tercemarnya sungai oleh bakteri E. coli ini tak sekadar persoalan kebersihan lingkungan, namun mengancam masa depan generasi muda. Bakteri tersebut menjadi pemicu utama gangguan pencernaan pada balita yang berujung pada risiko keterlambatan tumbuh kembang (stunting).

Baca Juga:  Asli Bandung, Pemain Arema FC Ini Bangga Main di Hadapan Ribuan Bobotoh

“Bakteri E. coli menyebabkan diare. Diare di usia bayi di bawah 2 bulan akan menimbulkan resiko terjadinya stunting, penurunan berat badan, penurunan daya tahan tubuh sehingga nanti ujung-ujungnya bisa TBC,” katanya.

Farhan menegaskan, mata rantai masalah sanitasi dan kesehatan anak ini harus segera diputus melalui pembenahan tata kelola lingkungan pemukiman secara menyeluruh.

“Kalau sudah TBC, maka dia akan terjebak dalam stunting. Itu teh lingkaran setan namanya, the vicious circle ini yang terus terjadi, maka bakteri E. coli, ODF dan lain-lain itu bagian dari upaya kita menangani sanitasi lingkungan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung Muhammad Farhan Sungai Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.