bukamata.id – Ada yang berbeda dari kemenangan Persib atas Melbourne Victory kali ini. Di balik remontada dramatis yang memastikan Maung Bandung lolos ke babak 16 Besar AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027, terselip lantunan ayat suci Al-Qur’an dari seorang hafiz cilik asal Indonesia, Naufal Setiawan.
Video Naufal yang melantunkan ayat Al-Qur’an pada hari pertandingan itu ramai dibagikan bobotoh di media sosial. Banyak yang menyebut doa sang hafiz cilik sebagai “jalur langit” yang mengiringi perjuangan Persib di Australia.
Remontada Dramatis di AAMI Park
Persib menaklukkan Melbourne Victory 2-1 pada laga keempat Grup E ACL Two di Stadion AAMI Park, Melbourne, Rabu (4/11/2026). Kemenangan itu diraih dengan cara yang mendebarkan.
Maung Bandung sempat tertinggal pada menit ke-71 setelah gol bunuh diri Julio Cesar. Pelatih Igor Tolic langsung merespons dengan memasukkan Marc Klok, Luka Menalo, dan Mariano Peralta. Perubahan itu berbuah manis.
Menalo menyamakan kedudukan pada menit ke-85 lewat sambaran bola liar di kotak penalti, sebelum Balsa Sekulic memastikan kemenangan pada menit ke-90 usai menerima umpan mendatar Peralta.
Hasil ini membuat Persib mengoleksi nilai sempurna 12 dari empat laga dan kokoh di puncak klasemen Grup E. Tiket babak 16 Besar pun sudah di tangan, dengan dua pertandingan masih tersisa.
Lantunan Al-Hujurat Ayat 13 di Hari Pertandingan
Di tengah euforia kemenangan, perhatian bobotoh juga tertuju pada unggahan akun Instagram @naufalsetiawanofficial. Dalam video tersebut, Naufal melantunkan Surah Al-Hujurat ayat 13, ayat yang berbicara tentang manusia yang diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.
“Persib Day! 💙 From Bandung to Australia. Quran Al-Hujurat: 13… Created to know one another. 🤲 ⚽,” tulisnya dalam keterangan unggahan.
Pemilihan ayat itu terasa pas. Laga ini mempertemukan klub asal Bandung dengan tim tuan rumah Australia, dan lantunannya datang dari seorang anak Indonesia yang lahir dan besar di Melbourne.
Warganet: Pantesan Remontada
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar bobotoh. Banyak yang mengaitkan doa Naufal dengan kebangkitan Persib di menit-menit akhir.
“Masyaallah, pantesan remontadaa,” tulis akun @hii***.
“Masyaalloh, pantesan dibantu Malaikat,” tulis akun @sek***.
“Masyaallah, jalur langit tidak pernah gagal 💙,” tulis akun @off***.
Ada pula yang menyampaikan rasa bangganya dalam bahasa Sunda. “Alhamdulillah, so proud Boy 💙 Bandung reueus, Bobotoh bagja!” tulis akun @muz***.
Profil Naufal Setiawan, Hafiz Cilik dari Melbourne
Bernama lengkap Naufal Aziz Putra Setiawan, ia adalah hafiz cilik Indonesia yang lahir dan besar di Melbourne, Australia. Namanya dikenal publik setelah meraih posisi runner-up dalam ajang Hafiz Indonesia 2025.
Ketertarikannya pada Al-Qur’an tumbuh sejak usia empat tahun. Ia mulai menghafal hanya dengan mendengarkan sang kakak mengaji, dan dari kebiasaan itu ia mampu menghafal surah seperti Al-Fajr.
Perjalanan hafalannya berlanjut lewat kelas tahfiz sepulang sekolah selama sekitar satu setengah tahun, yang mengantarkannya menghafal 11 juz. Setelah itu, ia menjalani homeschooling dan masuk sekolah tahfiz penuh waktu.
Di bawah bimbingan Syekh Uzair, pengajar asal Afrika Selatan yang dikenal disiplin, Naufal menuntaskan hafalan 30 juz pada usia sembilan tahun. Metode yang ia jalani menuntut hafalan hingga ke detail posisi juz, ayat, bahkan halaman.
Kecintaan pada Al-Qur’an memang mengalir di keluarganya. Sang kakak juga merupakan hafiz yang khatam 30 juz pada usia 10 tahun.
Meski memiliki hafalan yang luar biasa, Naufal tetaplah anak-anak pada umumnya. Ia gemar bermain basket, menyusun Lego, dan bermain bersama teman-temannya. Kini, lantunan murattalnya bisa dinikmati lewat akun Instagram pribadinya dan kanal YouTube Ngajilah TV.
Ketika Doa dan Perjuangan Bertemu
Kemenangan Persib di Melbourne tentu lahir dari kerja keras para pemain dan racikan taktik di pinggir lapangan. Namun bagi banyak bobotoh, lantunan ayat dari Naufal menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjuangan selalu ada doa yang menyertai, kadang dari tempat yang tak terduga, dan dari seorang anak yang tumbuh jauh dari tanah air, namun tetap membawa Bandung di hatinya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







