Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo

Minggu, 14 Juni 2026 14:07 WIB
Persib

Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24

Minggu, 14 Juni 2026 13:54 WIB

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Minggu, 14 Juni 2026 13:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan
  • Persib Gagal Dekati Tommaso Cassandro? Jurnalis Italia Ungkap Fakta Sebenarnya
  • Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram
  • Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Survei Indikator Politik: Kinerja Pemprov Jabar Kalah Jauh dengan Popularitas Dedi Mulyadi

By Aga GustianaRabu, 28 Mei 2025 16:55 WIB3 Mins Read
Gedung Sate
Gedung Sate. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis temuan terbaru terkait persepsi publik terhadap kinerja pemerintah provinsi (Pemprov) di berbagai bidang pelayanan wajib. Hasil survei menunjukkan mayoritas responden di sejumlah daerah merasa cukup puas dengan kinerja Pemprov masing-masing. Namun, menariknya, terdapat perbedaan mencolok antara penilaian terhadap institusi pemerintahan dan figur pemimpinnya, terutama di Provinsi Jawa Barat.

“Umumnya, masyarakat menilai kinerja pemerintah provinsi cukup positif. Tapi ketika kita telaah lebih dalam, ada beberapa isu spesifik yang ternyata belum terlalu memuaskan publik,” ujar Adam Kamil, Direktur Riset Indikator Politik Indonesia, dalam pemaparan hasil survei yang disiarkan melalui kanal YouTube Indikator pada Rabu (28/5/2025).

Dedi Mulyadi Populer, Tapi Pemprov Dikritik

Fenomena paling menonjol ditemukan di Jawa Barat. Masyarakat secara umum memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Namun, ketika diminta menilai kinerja Pemprov dalam aspek-aspek konkret, penilaiannya justru lebih kritis.

“Di Jawa Barat, kalau dilihat beberapa poin yang kurang meyakinkan evaluasi publiknya selain masalah kemiskinan 42 persen itu cukup atau sangat puas, ada juga masalah kemudahan akses permodalan 43 persen, pembinaan koperasi 43 persen dan peningkatan kualitas tenaga kerja 47 persen,” jelas Adam.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Mulai Bangun Sekolah Negeri di 144 Kecamatan

Meski begitu, tingkat kepuasan terhadap Dedi Mulyadi sebagai gubernur tergolong sangat tinggi. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan warga Jabar untuk membedakan antara performa birokrasi Pemprov dengan citra sang gubernur.

“Padahal kita lihat kepuasan terhadap kinerja gubernur mencolok, Pak Dedi Mulyadi ini,” tambah Adam.

Burhanuddin: Ada Kesenjangan Persepsi Publik

Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, turut mengomentari temuan ini. Ia menyebut adanya gap atau kesenjangan dalam penilaian publik terhadap institusi pemerintah dan pemimpinnya.

Baca Juga:  ITB Ditantang Dedi Mulyadi Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

“Jawa Barat menarik, persepsi terhadap gubernur Dedi Mulyadi sangat positif, tetapi kinerja pemprov di beberapa isu di bawah 50 persen. Artinya sepertinya warga Jabar itu memberi kredit Dedi Mulyadi sebagai gubernur, tetapi kinerja Pemprov-nya tidak seluruhnya diapresiasi,” ungkap Burhanuddin.

Ia menilai fenomena ini bukan hanya terjadi di Jawa Barat. Beberapa provinsi lain juga menunjukkan pola serupa, meski tidak sekuat yang terlihat di Jabar. Burhanuddin mengungkapkan, dalam sejumlah kasus, selisih antara tingkat kepuasan terhadap gubernur dan wakil gubernur bisa mencapai 30 persen.

“Umumnya kalau kinerja pemprov evaluasi kurang positif, kinerja gubernurnya juga seperti di Banten, konsisten antara kinerja pemprov dengan gubernur cukup negatif,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Jawab Gugatan Program PAPS: Negara Harus Hadir Melayani Pendidikan

Efek Partisan dan Bahaya Kultus Pemimpin

Burhanuddin menyoroti faktor partisan sebagai penyebab utama perbedaan persepsi publik. Menurutnya, banyak warga enggan menyalahkan pemimpin yang mereka sukai, meskipun institusi di bawah kepemimpinan tersebut mendapat evaluasi buruk.

“Ada efek partisan yang membuat mereka tidak menyalahkan pemimpinnya. Padahal sebagai pemimpin tidak bisa dipisahkan dari tugasnya untuk mengkonsolidasi birokrasinya, yang disalahkan menterinya, yang disalahkan pemprovnya,” kata Burhanuddin.

Ia mengingatkan bahwa kecenderungan memisahkan pemimpin dari kinerja institusinya dapat menimbulkan dampak negatif bagi demokrasi.

“Ini menurut saya kurang positif untuk demokrasi kita karena kita jangan sampai memunculkan kultus. Makanya kalau ada kinerja institusi yang tidak positif, pemimpinnya juga harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur HL jawa barat Pemprov Jabar popularitas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.