bukamata.id – Dinamika emosional mewarnai persiapan Timnas Jepang jelang laga perdana mereka di ajang Piala Dunia 2026. Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, membuat pernyataan mengejutkan sehari sebelum pertandingan melawan Belanda pada Senin (15/6/2026) dini hari.
Ia secara terbuka mengakui telah menyampaikan permohonan maaf langsung kepada gelandang andalan, Wataru Endo, yang sebelumnya berjuang keras untuk pulih dari cedera demi bisa tampil di turnamen terbesar dunia tersebut.
Namun, pada akhirnya, keputusan pahit harus diambil. Gelandang yang bermain untuk Liverpool FC itu tidak dimasukkan dalam skuad utama pada detik-detik akhir demi pertimbangan kondisi fisik dan keberlangsungan tim di turnamen yang padat.
Cedera Panjang Wataru Endo Jadi Awal Dilema Besar
Sebelum isu pencoretan mencuat, Wataru Endo sempat absen cukup lama akibat cedera kaki yang cukup serius. Meski demikian, ia tetap menunjukkan tekad kuat untuk kembali memperkuat Samurai Biru di ajang besar tersebut.
Endo bahkan sempat diturunkan dalam laga uji coba internasional melawan Islandia pada 31 Mei. Dalam pertandingan tersebut, ia bermain selama satu babak penuh sebagai bagian dari evaluasi kebugaran.
Keputusan Berat Moriyasu: Risiko Fisik Jadi Pertimbangan Utama
Pelatih Hajime Moriyasu menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi medis dan teknis dari tim pelatih serta dokter tim.
“Kami sengaja mendorong Wataru untuk bermain melawan Islandia guna melihat kondisi fisiknya secara langsung,” ujar Moriyasu.
“Dari hasil pengamatan dan rekomendasi tim medis, kami menyimpulkan bahwa sangat berisiko bagi Wataru untuk tampil maksimal di turnamen ini,” lanjutnya.
Keputusan tersebut diambil bukan tanpa konsekuensi emosional, mengingat Endo merupakan salah satu pilar penting tim nasional Jepang.
Permintaan Maaf Terbuka dan Dampak Emosional
Moriyasu tidak menutupi rasa penyesalannya atas keputusan berat tersebut. Ia mengaku memahami dampak emosional yang dirasakan sang pemain, keluarga, hingga para pendukung.
“Saya sangat menyesal karena keputusan ini melukai perasaan pribadi Wataru dan orang-orang yang mencintainya. Namun ini harus dilakukan demi kepentingan tim,” ungkapnya.
Langkah ini sekaligus menunjukkan betapa ketatnya persaingan dan tekanan dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Ko Itakura Ditunjuk Jadi Kapten Baru Jepang
Absennya Wataru Endo membuat kursi kapten Timnas Jepang mengalami perubahan. Moriyasu kemudian menunjuk bek tangguh yang bermain untuk Ajax Amsterdam, Ko Itakura, sebagai pemimpin baru di lapangan.
Keputusan ini didasarkan pada pengalaman, loyalitas, serta pemahaman taktik yang dinilai kuat. Itakura dianggap mampu menjaga stabilitas tim di tengah situasi emosional jelang turnamen besar.
Selain itu, kemampuan komunikasi dan kepemimpinannya di ruang ganti menjadi faktor penting yang membuatnya dipercaya sebagai kapten baru Samurai Biru.
Drama internal yang terjadi di tubuh Timnas Jepang menunjukkan bahwa persiapan menuju Piala Dunia 2026 tidak hanya soal strategi di lapangan, tetapi juga keputusan emosional di balik layar. Keputusan mencoret Wataru Endo menjadi bukti bahwa kepentingan tim sering kali harus mengalahkan aspek personal dalam dunia sepak bola profesional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








