bukamata.id – Kebijakan larangan kehadiran suporter tim tamu (away) di kompetisi sepak bola Indonesia berpeluang mengalami perubahan pada musim Liga 1 2026/2027.
Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Yunus Nusi, menyebut kemungkinan pencabutan aturan tersebut masih terbuka, namun harus melalui pembahasan bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan klub peserta kompetisi.
Pernyataan tersebut disampaikan Yunus Nusi saat ditemui awak media di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Ia menjelaskan bahwa keputusan terkait kehadiran suporter away tidak dapat ditentukan sepihak, melainkan harus melalui kesepakatan seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.
“Nanti akan ada owner’s club. Kita serahkan kepada PT LIB dan klub untuk mendiskusikan hal ini,” ujar Yunus Nusi.
Nasib Larangan Suporter Away Dibahas dalam Owner’s Club
Yunus menjelaskan, PSSI memberikan ruang kepada PT LIB bersama klub-klub peserta Liga 1 untuk menentukan kebijakan mengenai kehadiran suporter tim tamu.
Menurutnya, klub memiliki peran besar karena mereka yang bertanggung jawab dalam melakukan pembinaan terhadap kelompok suporternya masing-masing.
“PSSI memberikan kewenangan kepada PT LIB beserta klubnya untuk menentukan arah apakah akan ada home atau ada away dari suporter, karena mereka yang bertanggung jawab dan membina para suporter yang ada di klubnya,” kata Yunus.
Forum owner’s club nantinya menjadi tempat untuk membahas berbagai aspek, termasuk kesiapan keamanan, regulasi pertandingan, hingga mekanisme pengawasan terhadap perilaku suporter.
Keamanan Jadi Faktor Utama Sebelum Aturan Diubah
Meski membuka peluang perubahan kebijakan, PSSI menegaskan faktor keamanan tetap menjadi pertimbangan utama.
Kehadiran suporter tim tamu dalam pertandingan sepak bola membutuhkan kesiapan berbagai pihak, mulai dari klub tuan rumah, klub tamu, aparat keamanan, hingga penyelenggara pertandingan.
Yunus mengatakan keputusan akhir harus menghasilkan solusi terbaik yang mampu menjaga atmosfer sepak bola tetap positif tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
“Mudah-mudahan juga akan ada, tergantung bagaimana kawan-kawan klub sama LIB untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik,” ucapnya.
Jika aturan tersebut benar-benar dicabut, Liga 1 2026/2027 berpotensi kembali menghadirkan atmosfer pertandingan seperti sebelum pembatasan diberlakukan, di mana pendukung klub dapat memberikan dukungan langsung saat tim kesayangannya bertanding di markas lawan.
Larangan Suporter Away Berlaku Sejak Tragedi Kanjuruhan
Sebagai informasi, larangan kehadiran suporter tim tamu diberlakukan dalam kompetisi sepak bola Indonesia setelah tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya reformasi tata kelola sepak bola nasional, khususnya dalam meningkatkan standar keamanan dan keselamatan pertandingan.
Sejak saat itu, pertandingan Liga 1 berlangsung tanpa kehadiran pendukung klub tamu sebagai langkah pencegahan potensi konflik antarsuporter.
Namun, seiring berjalannya waktu, evaluasi terhadap kebijakan tersebut terus dilakukan. PSSI, PT LIB, dan klub-klub peserta kompetisi kini mulai membuka pembahasan mengenai kemungkinan menghadirkan kembali sistem suporter away dengan standar keamanan yang lebih ketat.
Liga 1 2026/2027 Bisa Hadirkan Wajah Baru
Apabila larangan suporter away dicabut, musim Liga 1 2026/2027 akan menjadi momentum penting bagi sepak bola Indonesia.
Kembalinya suporter tandang diyakini dapat meningkatkan semarak pertandingan sekaligus memperkuat budaya sepak bola nasional. Namun, keberhasilan penerapan kebijakan tersebut sangat bergantung pada kedisiplinan klub dan suporter dalam menjaga keamanan serta sportivitas.
Kini, keputusan akhir masih menunggu hasil pembahasan antara PT LIB dan klub peserta Liga 1. PSSI berharap seluruh pihak dapat menemukan formula terbaik agar kompetisi berjalan aman, nyaman, dan tetap menghadirkan gairah besar dari para pendukung klub di seluruh Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









