bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung akan meninjau ulang rencana investasi sekitar Rp800 miliar untuk pengelolaan Pasar Baru Bandung. Peninjauan dilakukan bersama PD Pasar Baru dan PT DAM dengan mempertimbangkan perubahan kondisi ekonomi pascapandemi COVID-19.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rencana investasi tersebut disusun sebelum pandemi sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini.
“Rencana investasi yang sempat disebutkan mencapai Rp800 miliar. Angka tersebut akan kami tinjau ulang bersama PD Pasar Baru dan PT DAM. Kami akan memastikan kedudukan hukumnya, apakah cukup dengan adendum perjanjian, atau perlu mencari investor baru, atau ada alternatif pengelolaan lain,” ujar Farhan, Senin (21/9/2026).
Menurut Farhan, pandemi COVID-19 memberikan dampak besar terhadap kondisi ekonomi dan aktivitas perdagangan. Karena itu, rencana investasi yang telah disusun sebelumnya tidak dapat langsung direalisasikan tanpa penyesuaian.
“Nilai investasi yang direncanakan sebelum pandemi kini dirasa terlalu besar untuk direalisasikan dalam kondisi saat ini. Pandemi sangat berdampak, sehingga seluruh rencana harus disesuaikan kembali,” katanya.
Pemkot Bandung juga masih membuka kemungkinan perubahan skema pengelolaan Pasar Baru, termasuk masuknya investor baru. Namun, Farhan menegaskan belum ada keputusan final mengenai opsi yang akan dipilih.
“Bisa jadi. Belum diputuskan, tergantung usulan dan hasil pembicaraan. Proses masih berjalan, belum ada keputusan akhir,” ungkapnya.
Menurut Farhan, pembahasan investasi dan pengelolaan Pasar Baru tidak hanya menyangkut aspek bisnis. Kepercayaan pedagang terhadap keberlangsungan aktivitas perdagangan di Pasar Baru serta kepercayaan Pemkot Bandung terhadap mitra pengelola juga menjadi pertimbangan.
“Hal ini menyangkut kepercayaan para pedagang, apakah tetap bisa berdagang di sini, serta kepercayaan Pemerintah Kota terhadap mitra pengelola,” jelas Farhan.
Ia menegaskan, Pemkot Bandung ingin memastikan pengelolaan Pasar Baru dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan kepastian bagi pedagang dan pemilik modal.
“Tujuan utama kami adalah mengembalikan kepercayaan pedagang kepada pengelola, dan kepercayaan pemilik modal kepada BUMD,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










