bukamata.id – Mantan kiper Persis Solo dan Timnas Indonesia U-23, Nuri Agus Wibowo, dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumahnya di Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sejak Senin (8/6/2026).
Hingga kini, keberadaan pemain berusia 24 tahun tersebut belum diketahui, sementara pihak keluarga terus melakukan pencarian dan meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi apabila menemukan yang bersangkutan.
Keluarga Bantah Isu Utang dan Masalah Hukum
Di tengah beredarnya berbagai spekulasi di media sosial, keluarga membantah keras isu yang mengaitkan hilangnya Nuri dengan masalah utang pinjaman online (pinjol) maupun persoalan hukum.
Kakaknya, Barep Wahyudi, menegaskan bahwa adiknya tidak memiliki masalah hukum apa pun sebelum menghilang.
“Nuri tidak ada sangkutan tentang hukum. Dia mungkin depresi karena cedera yang diderita,” ujar Barep, Sabtu (13/6/2026).
Diduga Alami Tekanan Mental Usai Cedera Serius
Menurut keluarga, Nuri diduga mengalami tekanan mental setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar satu bulan sebelum menghilang.
Cedera tersebut membuat jari kaki kirinya patah dan ototnya putus, sehingga harus menjalani operasi dan proses pemulihan panjang.
Dokter disebut menyarankan Nuri untuk beristirahat total selama 4–5 bulan, yang diduga menjadi pukulan berat bagi kariernya sebagai atlet.
“Dia langsung down karena kaki itu untuk cari nafkah, tapi disuruh istirahat,” kata Barep.
Tinggalkan Rumah Tanpa Ponsel dan Sempat Naik Ojek Online
Keluarga mengungkapkan bahwa Nuri meninggalkan rumah pada pagi hari tanpa membawa telepon genggam. Sebelum pergi, ia sempat memesan layanan ojek online.
Hasil penelusuran keluarga menunjukkan bahwa Nuri diturunkan di kawasan Stasiun Purwosari, Kota Solo.
Dari titik tersebut, keluarga melakukan pencarian ke sejumlah lokasi seperti hotel, tempat nongkrong, hingga agen perjalanan, namun belum membuahkan hasil.
Sempat Terlacak di Magelang
Jejak Nuri kemudian sempat terdeteksi di sebuah pusat perbelanjaan di Magelang. Ia disebut sempat bersama seorang teman yang kemudian berpisah setelah menjalani aktivitas masing-masing.
Namun setelah itu, keberadaan Nuri kembali tidak dapat dilacak.
Keluarga Minta Bantuan Publik
Hingga saat ini, pihak keluarga masih terus melakukan pencarian dan berharap bantuan dari masyarakat luas, termasuk rekan sesama pesepak bola.
“Kami mohon bantuan siapa pun yang mengetahui keberadaan Nuri untuk segera menghubungi keluarga,” ujar Barep.
Kasus ini masih menjadi perhatian dan terus dalam proses pencarian intensif oleh keluarga dan kerabat dekat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








