Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

By Aga GustianaSabtu, 13 Juni 2026 14:03 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang protes orang tua murid terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Barat memicu respons cepat dari pihak eksekutif. Merespons polemik tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan garansi biaya pendidikan gratis di sekolah swasta bagi calon siswa dari keluarga prasejahtera yang tersingkir dari jalur negeri.

Langkah ini diambil sebagai solusi konkret guna mengatasi keterbatasan daya tampung fasilitas pendidikan milik pemerintah yang memicu ketegangan selama masa Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).

“Bagi yang tidak berkesempatan terpetakan di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta. Bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin biaya pendidikan gratis untuk anak-anak miskin di sekolah-sekolah swasta,” kata KDM sapaan akrabnya dalam keterangan di Bandung, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga:  Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan, Puluhan Jemaah Umrah Jabar Gagal Terbang

Akui Kegagalan Pemerintah Sediakan Fasilitas Merata

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul aksi viral seorang wali murid yang meluapkan kemarahan di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat karena anaknya terancam gagal masuk sekolah negeri. Menanggapi insiden tersebut, Dedi secara terbuka menyatakan bahwa luapan emosi warga adalah potret nyata dari belum meratanya fasilitas pendidikan di wilayahnya.

“Hari ini apabila banyak orang tua marah karena anak-anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, bukan kesalahan orang tua, tetapi kesalahan kami sebagai penyelenggara negara,” ujar Dedi.

Dedi tidak menampik bahwa ekosistem pendidikan milik Pemprov Jabar saat ini memang belum mampu menampung seluruh lulusan usia sekolah.

“Karena kami belum bisa menyiapkan sekolah negeri bagi seluruh rakyat, guru negeri bagi seluruh rakyat. Itu kesalahannya,” ucap Dedi.

Baca Juga:  Dukung Gaya Hidup Masyarakat Urban, Digiplus Perluang Jangkauan di Jawa Barat

Evaluasi Ketatnya Persaingan dan Masalah Sistem Zonasi

Lebih lanjut, Dedi menganalisis bahwa sengitnya persaingan SPMB di lapangan diperparah oleh pergerakan pendaftar dari luar wilayah pemetaan yang menyasar sekolah-sekolah tertentu, sehingga menggeser posisi calon siswa lokal.

“Tanpa pemetaan, anaknya mendapat saingan dari para pendaftar baru dan anak-anak yang tidak masuk ke sekolah tujuan sebelumnya, kemudian mendaftar di sekolah tersebut. Akibatnya anaknya mengalami penurunan peringkat sehingga orang tuanya merasa anaknya berpotensi tidak terpetakan di sekolah negeri,” katanya.

Mengenai insiden di kantor Disdik Jabar, Dedi mengungkapkan bahwa petugas sebenarnya sempat mencoba memfasilitasi keluhan orang tua yang bersangkutan, namun kendala komunikasi sempat terjadi di lapangan.

“Beliau bilang akan mencabut data, tetapi tidak memberikan data. Tapi tidak apa-apa. Pemerintah harus bersedia menerima emosi apa pun dari warganya. Yang penting, kita ingin memberikan layanan yang terbaik,” ucapnya.

Baca Juga:  Sensus Ekonomi 2026 Bantu Pemerintah Bangun Kesejahteraan Masyarakat

Respons Soal Usulan Kembalinya Parameter Nilai (NEM)

Menanggapi meluasnya aspirasi masyarakat yang menginginkan sistem seleksi dikembalikan pada parameter nilai akademis murni (seperti konsep NEM dahulu), Dedi mengaku secara pribadi sejalan dengan pemikiran tersebut demi penyederhanaan birokrasi. Kendati demikian, kuasa penuh regulasi berada di tangan Jakarta.

“Ketentuan tentang kelulusan dan ketentuan tentang masuk sekolah negeri semuanya sudah diatur oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami hanya mengikuti ketentuan dan menyelaraskan apa yang ditetapkan kementerian,” ujarnya.

Sembari menutup keterangannya, orang nomor satu di Jawa Barat ini memberikan seloroh mengenai penyederhanaan regulasi jika dirinya memegang kendali penuh atas sistem tersebut.

“Kalau diberikan kewenangan kepada saya, akan saya buat semudah-mudahnya,” tutur Dedi menambahkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Jabar jawa barat SPMB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.