Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kerap Digoda Pria Beristri Lewat DM, Fanny Ghassani Kini Pamer Baby Bump dan Foto USG!

Kamis, 5 November 2026 19:03 WIB

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Kamis, 5 November 2026 18:29 WIB

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Kamis, 5 November 2026 17:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kerap Digoda Pria Beristri Lewat DM, Fanny Ghassani Kini Pamer Baby Bump dan Foto USG!
  • Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak
  • Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak
  • Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara
  • Tim Non-Unggulan Bikin Kejutan! Persib Lolos 16 Besar ACL Two, FC Seoul dan Melbourne Victory Saling Sikut
  • Rapor Sempurna Fitrah Maulana: Kiper Muda Persib yang Tak Tersentuh Kekalahan
  • Masuk Masa Transisi Cuaca, BMKG Wanti-wanti Bencana di Bandung Raya dan Sekitarnya
  • Terbakar Cemburu, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar Hingga Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

By Aga GustianaKamis, 5 November 2026 18:29 WIB3 Mins Read
Karhutla Kalimantan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kepungan kabut asap tebal terus menebar ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Paparan racun di udara ini tak sekadar mengganggu warga yang lalu lalang di jalanan, tetapi juga mengincar kelompok rentan seperti anak balita hingga para lanjut usia (lansia).

Otoritas Kesehatan Nasional (Kemenkes RI) melaporkan bahwa akumulasi warga yang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat dampak Karhutla kini telah melonjak hingga mencapai angka 401.586 penderita. Lonjakan kasus ini terkonfirmasi meluas di 63 wilayah kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi terdampak.

Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, mengonfirmasi bahwa grafik tren penderita ISPA masih menunjukkan peningkatan tajam karena kepulan asap karhutla di kawasan terdampak belum berhasil dipadamkan secara total. Berdasarkan pembaruan data hingga Senin (2/11/2026) sore pukul 16.00 WIB, tercatat ada lonjakan ribuan pasien baru.

“Jumlah tersebut sudah termasuk penambahan sebanyak 3.906 kasus baru berdasarkan data pemantauan per 2 November 2026 sore pukul 16.00 WIB,” jelas Widyawati dalam siaran Info Bencana Terkini di YouTube BNPB, Rabu (4/11/2026).

Baca Juga:  Krisis Air Mengancam! Mayoritas Wilayah Bandung Barat Masuk Zona Merah

Ratusan Ribu Anak-Anak dan Lansia Terserang Masalah Pernapasan

Paparan partikel berbahaya di udara berdampak sangat fatal pada organ pernapasan anak-anak. Data Kemenkes merinci, sebanyak 91.913 balita di rentang usia 0–5 tahun terjangkit ISPA. Kelompok anak-anak usia sekolah (6–9 tahun) juga mencatatkan angka yang memprihatinkan, yakni menyentuh 87.704 kasus.

Di sisi lain, kelompok lansia berumur di atas 60 tahun yang memiliki ketahanan tubuh lebih rendah turut menjadi korban, dengan total penderita mencapai 56.092 kasus.

Baca Juga:  Kasus Karhutla di Indonesia Kian Parah, Titik Api September 2 Kali Lipat Agustus

Selain balita dan lansia, tim medis juga memantau ketat kondisi warga dengan profil risiko tinggi lainnya. Terdata ada 590 ibu hamil, 1.530 penderita asma, serta 8.086 pekerja lapangan yang terpaksa tetap beraktivitas di bawah kepungan asap.

Beberapa titik pusat pemukiman dengan paparan dampak terparah berada di wilayah Kota Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Pekanbaru (Riau), dan Pontianak (Kalimantan Barat).

Bahaya Iritasi Mata dan Kesiapan Fasilitas Rumah Oskigen

Ancaman bencana karhutla nyatanya tidak berhenti pada kerusakan organ paru-paru semata. Garam partikel debu halus dan polutan asap tebal kerap memicu peradangan serta iritasi berat pada mata. Widyawati mewanti-wanti warga agar membentengi diri serta mengendalikan refleks mengucek mata saat timbul rasa perih.

Baca Juga:  Karhutla Bromo Tengger Semeru Tembus 742 Hektare

“Paparan asap dan partikel debu juga menyebabkan iritasi pada mata, karena itu masyarakat diimbau untuk menghindari paparan asap dan tidak menggosok mata ketika terasa perih atau gatal,” imbau Widyawati.

Guna mengantisipasi kondisi darurat pernapasan bagi warga terdampak, pemerintah telah mendirikan posko fasilitas rumah oksigen. Untuk wilayah Provinsi Riau saja, sedikitnya 10 unit rumah oksigen telah disiagakan.

Meski demikian, Kemenkes menegaskan bahwa penyediaan fisik sarana medis tersebut harus dibarengi dengan skema distribusi dan aksesibilitas yang cepat di lapangan.

“Perhatian kami sebenarnya bukan semata-mata jumlah dari rumah oksigen saja yang tersedia, melainkan juga bagaimana memastikan dukungan oksigen tersebut dapat diakses masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi pasien-pasien yang terganggu pernapasannya,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ISPA Karhutla Kementerian Kesehatan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara

Masuk Masa Transisi Cuaca, BMKG Wanti-wanti Bencana di Bandung Raya dan Sekitarnya

Terbakar Cemburu, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar Hingga Tewas

Ramalan Hard Gumay Terbukti? Isu Kudeta Sudah Diramal Sejak 2024, Ada Sosok Licik Incar Kursi Presiden?

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.