Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Jumat, 18 September 2026 15:54 WIB

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

Jumat, 18 September 2026 15:44 WIB

Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya

Jumat, 18 September 2026 15:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
  • Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali
  • Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya
  • Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa
  • WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita
  • Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo
  • Persija Jakarta Kena Sanksi Komdis PSSI Usai Lawan Persib, Total Denda Rp130 Juta
  • Wulan Guritno Beri Kejutan di Ultah Ariel NOAH, Momen Pelukan Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Air Mengancam! Mayoritas Wilayah Bandung Barat Masuk Zona Merah

By SusanaSenin, 20 April 2026 15:32 WIB2 Mins Read
Kabupaten Bekasi
Ilustrasi bencana kekeringan. Foto ilustrasi: Pixabay
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman kekeringan mulai diantisipasi di wilayah Kabupaten Bandung Barat seiring prediksi musim kemarau ekstrem tahun 2026 yang dipicu fenomena El Nino.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat mencatat sebagian besar wilayah masuk kategori risiko tinggi kekeringan.

14 Kecamatan Berpotensi Terdampak Kekeringan

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengungkapkan bahwa dari total 16 kecamatan, sebanyak 14 wilayah diperkirakan terdampak kekeringan.

Wilayah dengan risiko tinggi meliputi:

  • Lembang
  • Parongpong
  • Cisarua
  • Ngamprah
  • Padalarang
  • Cikalongwetan
  • Cipatat
  • Cihampelas
  • Sindangkerta
  • Gununghalu
  • Rongga
  • Cipongkor
  • Cililin
  • Cipeundeuy
Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia, Simak Prakiraan BMKG 13–16 Oktober

Sementara itu, Kecamatan Batujajar dan Saguling berada dalam kategori risiko sedang.

Dampak El Nino dan Kemarau Ekstrem

Menurut BPBD, potensi kekeringan ini tidak terlepas dari prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan musim kemarau 2026 akan datang lebih awal dengan curah hujan di bawah normal.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko krisis air bersih, gangguan pertanian, hingga potensi bencana turunan seperti kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga:  Gelombang Tinggi Terjang Selatan Jabar hingga DIY, BMKG Imbau Warga Waspada

Strategi Mitigasi: Air Bersih hingga Pertanian

Dedi menegaskan, upaya mitigasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi ancaman kekeringan secara menyeluruh.

“Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, sektor pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

BPBD Bandung Barat telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  • Optimalisasi pengelolaan sumber daya air di waduk dan bendungan
  • Penyusunan skenario distribusi air bersih
  • Pemetaan wilayah prioritas untuk respons cepat
  • Koordinasi penyesuaian kalender tanam
  • Penggunaan benih tahan kekeringan
Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Hari Ini, Sabtu 15 Februari 2025 di Cimahi, Waspada Hujan Petir!

Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.

Waspada Karhutla dan Edukasi Masyarakat

Selain kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Koordinasi dengan dinas pemadam kebakaran serta Perhutani diperkuat untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan.

Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran dan dampak asap.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Karhutla
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

peredaran narkoba

WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita

Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.