Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Air Mengancam! Mayoritas Wilayah Bandung Barat Masuk Zona Merah

By SusanaSenin, 20 April 2026 15:32 WIB2 Mins Read
Kabupaten Bekasi
Ilustrasi bencana kekeringan. Foto ilustrasi: Pixabay
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman kekeringan mulai diantisipasi di wilayah Kabupaten Bandung Barat seiring prediksi musim kemarau ekstrem tahun 2026 yang dipicu fenomena El Nino.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat mencatat sebagian besar wilayah masuk kategori risiko tinggi kekeringan.

14 Kecamatan Berpotensi Terdampak Kekeringan

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengungkapkan bahwa dari total 16 kecamatan, sebanyak 14 wilayah diperkirakan terdampak kekeringan.

Wilayah dengan risiko tinggi meliputi:

  • Lembang
  • Parongpong
  • Cisarua
  • Ngamprah
  • Padalarang
  • Cikalongwetan
  • Cipatat
  • Cihampelas
  • Sindangkerta
  • Gununghalu
  • Rongga
  • Cipongkor
  • Cililin
  • Cipeundeuy
Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Mengancam Indonesia, Simak Prakiraan BMKG 13–16 Oktober

Sementara itu, Kecamatan Batujajar dan Saguling berada dalam kategori risiko sedang.

Dampak El Nino dan Kemarau Ekstrem

Menurut BPBD, potensi kekeringan ini tidak terlepas dari prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan musim kemarau 2026 akan datang lebih awal dengan curah hujan di bawah normal.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko krisis air bersih, gangguan pertanian, hingga potensi bencana turunan seperti kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga:  Gempa Dangkal Guncang Cianjur Pagi Ini, Warga Rasakan Getaran di Sejumlah Wilayah

Strategi Mitigasi: Air Bersih hingga Pertanian

Dedi menegaskan, upaya mitigasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi ancaman kekeringan secara menyeluruh.

“Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, sektor pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

BPBD Bandung Barat telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  • Optimalisasi pengelolaan sumber daya air di waduk dan bendungan
  • Penyusunan skenario distribusi air bersih
  • Pemetaan wilayah prioritas untuk respons cepat
  • Koordinasi penyesuaian kalender tanam
  • Penggunaan benih tahan kekeringan
Baca Juga:  Warga Bandung Waspada, BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Kota Hari Ini

Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.

Waspada Karhutla dan Edukasi Masyarakat

Selain kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Koordinasi dengan dinas pemadam kebakaran serta Perhutani diperkuat untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan.

Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran dan dampak asap.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Karhutla
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.