Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Dari Teror di Hotel hingga Ribut di Tribun GBK: Rangkaian Intimidasi yang Menimpa Beckham Putra

By Aga GustianaRabu, 10 Juni 2026 12:58 WIB4 Mins Read
Gelandang Timnas Indonesia, Beckham Putra. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kampanye gemilang Timnas Indonesia di panggung FIFA Matchday bulan Juni ini menyisakan cerita kelam di luar lapangan. Di balik euforia kemenangan atas Oman dan Mozambik, gelombang perundungan yang menimpa gelandang muda Beckham Putra Nugraha memicu keprihatinan mendalam dari berbagai elemen pencinta sepak bola tanah air.

Bintang muda Persib Bandung tersebut mendadak jadi target makian masif, baik melalui serangan siber di media sosial maupun intimidasi verbal secara langsung di dunia nyata.

Sangat ironis, mengingat aksi tidak terpuji ini terjadi justru ketika Beckham tengah berjuang mati-matian mengenakan lambang Garuda di dada, bukan seragam klubnya. Fenomena miris ini dipandang banyak pihak sebagai bukti nyata kegagalan sebagian oknum dalam memisahkan batas suci antara persaingan liga domestik dengan kepentingan sakral bendera nasional.

Rangkaian intimidasi bermula pasca-laga kontra Oman pada Jumat (5/6/2026). Beckham dilaporkan diadang dan diteriaki dengan kalimat sekadar merendahkan oleh sekelompok oknum suporter di hotel tempat menginap skuad Timnas.

Ketegangan mencapai puncaknya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (9/6/2026) malam usai duel melawan Mozambik. Beckham sempat terlibat adu mulut yang intens dengan oknum di tribun penonton. Situasi bahkan begitu mencekam hingga bek naturalisasi, Kevin Diks, terpaksa turun tangan secara fisik untuk menarik Beckham menjauh agar keributan tidak meluas.

Baca Juga:  7 Pemain Naturalisasi Ikut Perkuat Timnas Indonesia di Pelatihan Piala Asia

Identitas Klub yang Gagal Ditanggalkan

Kondisi ini memantik reaksi keras dari para pengamat sepak bola. Suporter senior sekaligus pengamat hukum olahraga, Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Eko Maung, menekankan bahwa kedewasaan berpikir wajib dimiliki oleh suporter saat mendukung Timnas Indonesia.

“Jadi yang namanya suporter harus paham, kalau ada pemain dari klub manapun sekalipun dari klub yang mereka benci, ketika sudah berbaju merah putih, berbaju timnas berlogo garuda harusnya jadi satu bagian,” kata Eko, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan, fanatisme buta terhadap klub wajib diisolasi penuh ketika seorang pemain dipanggil memenuhi tugas negara.

“Sudah beda ya entitas yang berbeda, klub sama timnas. Jadi harus disuport lah,” ujarnya.

Bagi Eko, iklim intimidasi terhadap penggawa tim nasional di rumah sendiri adalah sebuah kemunduran besar yang mencederai nilai-nilai sportivitas.

Baca Juga:  Menakar Peluang Garuda: Rekor Pertemuan dan Misi Wajib Menang Timnas Indonesia Kontra Bangladesh

“Nggak pantas juga pemain timnas diperlakukan seperti itu ya, harusnya mendapatkan respek dan rasa aman,” tegasnya.

Secara blak-blakan, Eko menganalisis bahwa sasaran tembak ini mengarah ke Beckham karena statusnya sebagai ikon suci dan produk asli didikan akademi Maung Bandung. Ia menduga perundungan ini digerakkan oleh residu sentimen lama dari oknum suporter Persija Jakarta.

“Itu kan patut diduga dan kayaknya benar itu dari suporter Persija sedangkan Beckham merepresentasikan pemain Persib asli, binaan Persib,” katanya.

Faktor identitas kultural inilah yang membuat Beckham mendapat perlakuan berbeda dibanding pilar Persib lainnya, seperti Saddil Ramdani. Saddil yang baru merapat ke Bandung musim lalu dianggap belum melekat dengan identitas klub secara emosional.

“Makanya beda perlakuan ke Saddil Ramdani ya, Saddil baru kemarin di Persib. Kalau Beckham sudah identik, itu penyebabnya,” ujarnya.

Eko menyayangkan mengapa dendam kompetisi lokal harus dibawa ke level internasional.

“Jadi sentimen di kompetisi domestik dibawa-bawa ke Timnas Indonesia,” katanya.

Seruan Kedewasaan dari Mantan Petinggi Jakmania

Di tengah atmosfer yang memanas, suara kesejukan datang dari mantan Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno. Guna meredam polarisasi, Diky secara jantan mengunggah foto kebersamaannya dengan Beckham yang kini menginjak usia 24 tahun melalui akun Instagram pribadinya.

Baca Juga:  Pelatih Persib Bojan Hodak Diisukan Gantikan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia

Diky memberikan testimoni objektif bahwa kualitas teknik Beckham di atas lapangan hijau adalah fakta yang tidak bisa dibantah dengan kebencian.

“Rasanya terlalu munafik kalau kita tidak mengakui bahwa Beckham Putra adalah salah satu pemain lokal terbaik di Indonesia saat ini. Dan ketika dia sedang membela Timnas, kita juga perlu adil dan objektif dalam bersikap,” tulis Diky.

Ia juga menyisipkan pesan emosional kepada seluruh basis suporter Jakarta untuk tetap mengedepankan akal sehat dan sportivitas tanpa memandang latar belakang seragam liga sang pemain.

“Anak the Jak asik-asik. Rasanya kita juga perlu asik dalam segala hal. Gue pribadi akan mendukung siapapun yang membela bendera Indonesia melawan dunia,” lanjutnya.

Kalimat penutup dari Diky menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi sang gelandang kreatif:

“Tetap berprestasi untuk Indonesia ya @beckham_put7.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Beckham Putra Kevin Diks Timnas Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak

Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d’Or 2026, Cuma Beda 28 Poin!

Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Big Match Chelsea vs MU hingga Liverpool vs Arsenal

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.