bukamata.id – Pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, tinggal menghitung bulan. Kontingen Indonesia dipastikan bakal berpartisipasi pada 35 dari total 43 cabang olahraga yang dilombakan. Menariknya, cabang olahraga paling populer di Tanah Air, yakni sepakbola, justru absen dari daftar keikutsertaan skuad Garuda.
Langkah strategis ini diambil berdasarkan pemetaan mendalam terhadap peta kekuatan atlet serta kalkulasi peluang medali secara matang. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menegaskan bahwa penetapan komposisi delegasi nasional merupakan buah dari evaluasi yang objektif dan profesional. Tujuannya satu: memastikan setiap atlet yang diberangkatkan benar-benar matang secara mental dan fisik untuk bertarung di level kontinental.
“Kemenpora bersama Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan seluruh cabang olahraga berkomitmen mengirimkan atlet-atlet terbaik yang memiliki kesiapan dan peluang prestasi,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2026).
Pria yang kini menginjak usia 56 tahun tersebut menambahkan, proses seleksi berjalan sangat ketat tanpa celah kompromi demi menjaga marwah prestasi bangsa di kancah internasional.
“Setiap nama yang masuk dalam kontingen telah melalui proses review yang ketat, sehingga kami optimistis Tim Indonesia mampu tampil kompetitif di Asian Games Aichi-Nagoya 2026,” sambungnya.
Selain mematok target tinggi berupa perolehan medali, faktor mental bertanding dan nama baik bangsa juga menjadi pesan utama yang ditekankan kepada seluruh atlet yang akan berjuang di Jepang nanti.
“Yang terpenting, para atlet dapat bertanding dengan fokus, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menunjukkan performa terbaik demi memberikan kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” ucap Menpora.
Aturan Baru Jadi Batu Sandungan Sepakbola
Dari 43 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang multievent empat tahunan ini, tercatat ada 8 disiplin yang tidak akan diikuti oleh kontingen Indonesia, dan sepakbola menjadi salah satu yang paling disorot publik.
Usut punya usut, ketidakhadiran timnas sepakbola di Nagoya bukan tanpa alasan. Edisi Asian Games kali ini memberlakukan regulasi baru yang jauh lebih ketat, di mana tiket partisipasi hanya diberikan kepada 16 negara yang sukses menembus putaran final Piala Asia U-23 2026. Mengingat skuad Garuda belum berhasil mengamankan tempat di fase tersebut, langkah Indonesia otomatis terhenti sebelum sempat mendaftar.
Kombinasi Cabor Unggulan dan Tren Modern
Meski tanpa kehadiran skuad rumput hijau, fokus kontingen Indonesia tetap tajam pada lumbung-lumbung medali tradisional seperti bulutangkis, panjat tebing, dan angkat besi. Tak hanya itu, Kemenpora bersama NOC juga memberi ruang besar bagi cabang olahraga modern dan urban yang digandrungi generasi muda, mulai dari esports, skateboard, padel, hingga teqball.
Berikut adalah daftar lengkap 35 cabang olahraga yang resmi diikuti oleh Kontingen Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya:
- Panahan
- Atletik
- Akuatik
- Bulutangkis
- Tinju
- Anggar
- Golf
- Senam
- Judo
- Karate
- Pentatlon modern
- Menembak
- Panjat Tebing
- Taekwondo
- Tenis Meja
- Tenis lapangan
- Triatlon
- Angkat Besi
- Gulat
- Wushu
- Mixed Martial Art
- Basket
- Hoki
- Sepak Takraw
- Voli
- Kano/Kayak
- Rowing
- Selancar
- Balap Sepeda
- Esport
- Berkuda
- Padel
- Skateboard
- Squash
- Teqball
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







