bukamata.id – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang menyeret Hanania Travel terus menjadi sorotan publik. Ribuan calon jemaah yang gagal berangkat dan kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah membuat kasus ini tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Di tengah bergulirnya penyelidikan, nama influencer dan selebgram Keanu Agl (Keanu Angelo) ikut terseret. Bukan karena menjadi tersangka, melainkan karena ia pernah mempromosikan Hanania Travel dan bahkan berangkat umrah menggunakan layanan perusahaan tersebut pada 2024 lalu.
Namun yang menarik, alih-alih menjaga jarak dari kasus yang menyeret namanya, Keanu justru memilih bersikap terbuka, memenuhi panggilan penyidik, hingga meminta bantuan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka untuk ikut mengawal nasib para korban.
Awal Mula Keanu Agl Bekerja Sama dengan Hanania Travel
Nama Hanania Travel sebelumnya dikenal cukup aktif menggandeng publik figur dan influencer untuk mempromosikan layanan perjalanan umrah.
Keanu Agl menjadi salah satu figur publik yang pernah diajak bekerja sama. Pada Juli 2024, ia berangkat umrah bersama sejumlah influencer ternama seperti Awkarin, Sarah Gibson, Dara Arafah, hingga mendiang Lula Lahfah.
Saat itu, menurut Keanu, tidak ada tanda-tanda masalah yang terlihat dari perusahaan tersebut.
Dalam perbincangannya bersama Rieke Diah Pitaloka yang diunggah melalui Instagram, Keanu menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan pengecekan legalitas sebelum menerima kerja sama tersebut.
“Sebelum aku berangkat, dia punya track record yang baik. Dia terdaftar, legal, resmi, terakreditasi B di Kementerian Agama dan diawasi Kementerian Agama,” kata Keanu.
Ia mengaku memahami risiko yang dimiliki seorang influencer ketika mempromosikan sebuah produk atau jasa. Karena itu, ia berusaha melakukan verifikasi semampunya sebelum menyetujui kerja sama.
Menurut Keanu, saat itu Hanania Travel masih memenuhi berbagai persyaratan administratif yang dibutuhkan untuk beroperasi sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah.
Bantah Terima Endorsement, Keanu Sebut Kerja Sama Hanya Barter
Salah satu isu yang ramai diperbincangkan publik adalah dugaan adanya aliran dana promosi kepada influencer yang pernah bekerja sama dengan Hanania Travel.
Keanu membantah hal tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama yang dijalani bukan endorsement berbayar, melainkan sistem barter berupa fasilitas perjalanan umrah.
“Kan kita barter, aku tidak ada aliran dana sama sekali,” ujarnya.
Untuk membuktikan keterangannya, Keanu mengaku menyerahkan berbagai dokumen kepada penyidik Polda Metro Jaya, termasuk rekening koran pada periode keberangkatannya dua tahun lalu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi dan dukungan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Diperiksa Sebagai Saksi, Keanu Pilih Kooperatif
Setelah kasus Hanania Travel mencuat dan menjadi perhatian publik, penyidik memanggil sejumlah influencer yang pernah mempromosikan perusahaan tersebut.
Keanu menjadi salah satu saksi yang dimintai keterangan.
Ia mengaku langsung memenuhi panggilan penyidik tanpa menunda proses pemeriksaan.
Dalam pemeriksaan tersebut, Keanu menjawab sekitar 25 pertanyaan terkait kerja sama dengan Hanania Travel, mulai dari awal komunikasi, bentuk kontrak, hingga mekanisme promosi yang dilakukan.
“Aku kooperatif banget. Dipanggil pertama kali langsung datang. Aku bawa alat bukti dan dasar hukum yang jelas,” ungkapnya.
Menurut Keanu, kehadirannya sebagai saksi bertujuan membantu penyidik mengungkap fakta agar kasus ini menjadi terang.
Dari Influencer Menjadi Pendamping Korban
Yang membuat perhatian publik semakin tertuju pada Keanu adalah langkahnya setelah diperiksa sebagai saksi.
Ia justru mendatangi anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, untuk meminta bantuan mengawal nasib para korban Hanania Travel.
Dalam unggahan media sosial Rieke, terlihat Keanu datang bersama kuasa hukumnya untuk membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan demi membantu para calon jemaah yang gagal berangkat.
“Kasihan mereka. Aku enggak tega orang mau ibadah umrah malah dikerjain seperti itu,” kata Keanu.
Permintaan tersebut mendapat respons positif dari Rieke Diah Pitaloka yang kemudian membuka jalur komunikasi dan posko pengaduan bagi para korban.
Langkah Keanu ini dinilai berbeda dari kebanyakan figur publik yang biasanya memilih diam ketika terseret dalam sebuah kasus.
Ribuan Jemaah Gagal Berangkat, Kerugian Capai Rp12 Miliar
Kasus Hanania Travel sendiri menjadi salah satu kasus perjalanan umrah terbesar yang mencuat pada 2026.
Berdasarkan data penyelidikan, sekitar 1.500 calon jemaah dilaporkan gagal berangkat umrah pada Maret 2026.
Total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp12 miliar.
Polda Metro Jaya telah menetapkan Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Fathan Rachman, sebagai tersangka.
Penyidik menduga sebagian dana yang disetorkan jemaah digunakan untuk menutup persoalan keuangan internal perusahaan, termasuk biaya operasional dan kegiatan promosi.
Alarm Besar bagi Industri Umrah Indonesia
Kasus Hanania Travel bukan sekadar dugaan penipuan perjalanan ibadah. Banyak pengamat menilai kasus ini menunjukkan masih lemahnya sistem pengawasan industri umrah di Indonesia.
Rieke Diah Pitaloka yang juga tergabung dalam Tim Pengawas Haji DPR RI menilai negara perlu melakukan reformasi besar dalam tata kelola haji dan umrah.
Menurutnya, selama ini pengawasan masih terlalu berfokus pada aspek administratif dan belum berbasis integrasi data secara real-time.
Akibatnya, negara sering kali baru bertindak setelah masyarakat menjadi korban.
Padahal, di era digital saat ini, sistem pengawasan seharusnya mampu memantau keterkaitan antara pembayaran jemaah, penerbitan visa, tiket penerbangan, hingga kontrak hotel di Arab Saudi secara terintegrasi.
Pelajaran bagi Influencer dan Masyarakat
Kasus Hanania Travel juga menjadi pelajaran penting bagi dunia influencer marketing.
Popularitas seorang figur publik sering kali menjadi faktor utama yang membuat masyarakat percaya terhadap suatu produk atau layanan.
Meski demikian, kasus ini menunjukkan bahwa legalitas dan reputasi sebuah perusahaan dapat berubah seiring waktu.
Bagi masyarakat, kasus Hanania Travel menjadi pengingat agar tidak hanya bergantung pada promosi figur publik saat memilih penyelenggara perjalanan ibadah.
Sementara bagi para influencer, transparansi dan kehati-hatian dalam menerima kerja sama menjadi semakin penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Kini, di tengah proses hukum yang masih berjalan, para korban berharap hak mereka dapat kembali. Di sisi lain, langkah Keanu Agl yang memilih hadir sebagai saksi sekaligus membantu memperjuangkan korban menjadi salah satu sisi menarik dari kasus yang telah menyita perhatian nasional ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









