Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Video syur viral mirip Lisa Mariana

Polisi Bongkar Kronologi Kasus Video Syur Lisa Mariana, Ada Dugaan Rekayasa?

Senin, 20 April 2026 11:25 WIB

Viral Link Ibu Tiri vs Anak Tiri Terungkap! Diduga Hanya Rekayasa demi Klik

Senin, 20 April 2026 11:06 WIB

Ditahan Vietnam 0-0, Timnas Indonesia U-17 Gagal Lolos ke Semifinal AFF 2026

Senin, 20 April 2026 10:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polisi Bongkar Kronologi Kasus Video Syur Lisa Mariana, Ada Dugaan Rekayasa?
  • Viral Link Ibu Tiri vs Anak Tiri Terungkap! Diduga Hanya Rekayasa demi Klik
  • Ditahan Vietnam 0-0, Timnas Indonesia U-17 Gagal Lolos ke Semifinal AFF 2026
  • Persib vs Dewa United: Hodak Sebut Lawan Salah Satu Terbaik di Liga!
  • Saling Sikut di Bursa Transfer: Persija, Persib, dan Persebaya Rebutan ‘Permata’ Argentina dan Kolombia
  • Monumen Gengsi di Jalan Diponegoro: Membedah Urgensi ‘Bongkar Pasang’ Gedung Sate yang Menguras APBD
  • Update Harga Emas Antam 20 April 2026: Merosot Tajam ke Level Rp2,8 Juta, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
  • Banjir Skin Sultan! Cek 20 Kode Redeem FF Terbaru 20 April 2026: Ada MP40 Cobra & Diamond Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 20 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cuaca Ekstrem atau Kerusakan Lingkungan? Menelisik Penyebab Bencana Sumatra

By Aga GustianaJumat, 28 November 2025 10:44 WIB4 Mins Read
Banjir bandang dan longsor melanda Sibolga . Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sumatra tengah berduka setelah banjir dan tanah longsor melanda puluhan kabupaten dan kota di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir memicu musibah ini, menimpa puluhan ribu warga, dan menelan puluhan korban jiwa.

Daftar Wilayah Terdampak Bencana Sumatra

Berbagai kabupaten dan kota terdampak bencana alam ini, antara lain:

Sumatera Utara: Kota Medan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasudutan, Sibolga, Mandailing Natal, Deli Serdang, Pakpak Barat, Serdang Bedagai, Padang Sidempuan, Nias.

Sumatera Barat: Kota Padang, Padang Pariaman, Solok, Agam, Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, Solok, Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota.

Aceh: Lhokseumawe, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Singkil, Bireun, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues.

Banjir di Sumatera Utara terus meluas. Hingga Kamis (27/11/2025) malam, tercatat 48 orang meninggal dunia. Data Polda Sumatera Utara menunjukkan 81 orang luka-luka dan 88 warga masih dalam pencarian. Secara keseluruhan, korban bencana mencapai 212 orang, sementara 1.168 warga terpaksa mengungsi.

Dampak Bencana di Sumatera Utara

Beberapa kejadian banjir dan longsor di Sumut antara lain:

  • Tapanuli Utara (25/11/2025): 50 rumah terendam, 250 warga terdampak.
  • Padang Sidempuan (25/11/2025): 17 rumah, 220 warga terdampak.
  • Tapanuli Selatan (24/11/2025): 1,5 rumah (dihitung unit/ribuan?), korban jiwa 17 orang, 73 luka-luka, 500 mengungsi.
  • Tapanuli Tengah (23/11/2025): 1.902 rumah terendam, 9.510 warga terdampak.
Baca Juga:  Waspada Cuaca Ekstrem, Stasiun Klimatologi Jabar Ingatkan Daerah Bertopografi Rawan Longsor

Polda Sumut mencatat 221 kejadian bencana di seluruh provinsi, mulai dari longsor, banjir, puting beliung, hingga pohon tumbang. Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah mencatat jumlah bencana terbanyak, masing-masing 54 dan 44 kejadian.

Berdasarkan data BNPB, jumlah banjir di Sumut meningkat drastis dalam lima tahun terakhir, dari 22 kasus (2019) menjadi 121 kasus pada 2024. Hingga November 2025, tercatat 71 kejadian banjir. Gangguan komunikasi juga terjadi akibat banjir, melumpuhkan 495 site telekomunikasi atau 1,42% dari total 34.660 site.

Kondisi Sumatera Barat dan Aceh

Di Sumatera Barat, 13 kabupaten/kota terdampak banjir dan tanah longsor. Pemerintah setempat menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam. Hingga Kamis (27/11/2025), 17 korban meninggal tercatat, dengan dampak paling parah di Kabupaten Agam dan Pasaman Barat.

Baca Juga:  Apel Kesiapsiagaan Bencana, Upaya Rumah Zakat Tingkatkan Kewaspadaan saat Libur Nataru

Di Aceh, BPBA mencatat 16 kabupaten/kota terdampak hidrometeorologi, dengan 46.893 jiwa terdampak dan 1.497 jiwa mengungsi. Gangguan telekomunikasi tercatat 799 site mati, ditambah robohnya tower transmisi 150 kV di Aruen–Bireuen, memperparah kondisi darurat.

BMKG Jelaskan Penyebab: Siklon Tropis

BMKG menegaskan bahwa banjir dan longsor ini dipicu oleh cuaca ekstrem akibat dua sistem siklon: Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka. Kedua fenomena ini menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumatra bagian utara sejak 25 November 2025.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan: “Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih di daratan Aceh. Dalam 48 jam kedepan diperkirakan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis.”

Deputi BMKG, Guswanto, menambahkan: “Syukur alhamdulillah hari ini dia [Siklon Tropis Senyar] sudah punah tadi siang. Artinya, dia sudah tidak menjadi ancaman.”

Meski demikian, potensi hujan ekstrem masih harus diwaspadai di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau dalam 2–3 hari ke depan.

Baca Juga:  Sentil BRIN, BMKG Imbau Tak Gunakan Istilah Tornado untuk Peristiwa Bencana di Sumedang-Bandung

WALHI Soroti Kerusakan Ekosistem

Melva Harahap, Manajer Pencegahan dan Penanganan Bencana WALHI, menegaskan: “Meskipun intensitas hujan meningkat akibat krisis iklim, kerusakan ekologis di buffer zone di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh lebih menjadi pemicu utama bencana besar.”

Contohnya adalah Hutan Batang Toru, yang kehilangan fungsi penyangga hidrologis akibat alih fungsi lahan. Padahal, hutan ini mencegah banjir, erosi, dan menjadi pusat DAS.

Melva menambahkan: “Kini, dari Aceh hingga Sumatera Barat, tercatat 33 kabupaten/kota terdampak banjir. Daerah hulu dan hilir sudah tidak terjaga, sehingga dampak banjir jauh lebih parah.”

BRIN: Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Dominan

Profesor Erma Yulihastin dari BRIN menjelaskan bahwa hujan hampir 400 mm dalam dua hari di Sumatra merupakan fenomena ekstrem:

“Kalau dijumlah itu hampir 400 mm turun dalam waktu 2 hari. Jelas, kalau dari hujan kan ekstrem.”

Menurut Erma, faktor cuaca ekstrem mendominasi hingga 80%, sementara kerusakan lingkungan sekitar berkontribusi sisanya. Akumulasi hujan dari siklon tropis menyebabkan flash flood dan banjir bandang, terutama di Tapanuli Tengah dan Aceh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Sumatra bencana Sumatra BMKG Cuaca Ekstrem kerusakan ekologis longsor Sumatra Walhi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video syur viral mirip Lisa Mariana

Polisi Bongkar Kronologi Kasus Video Syur Lisa Mariana, Ada Dugaan Rekayasa?

Monumen Gengsi di Jalan Diponegoro: Membedah Urgensi ‘Bongkar Pasang’ Gedung Sate yang Menguras APBD

Bukan Sekali! Jejak Insiden Mobil Travel di Tol Cipularang hingga Pasteur Bandung Kembali Disorot

Run For Humanity 2026 Bandung: 2.750 Pelari Padukan Gaya Hidup Sehat dan Aksi Kemanusiaan

Siapa Bu Atun? Guru SMAN 1 Purwakarta yang Viral Dilejek Siswa, Ternyata Punya Jasa Luar Biasa di Luar Sekolah!

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Viral! Ronald Sinaga Sebut Bupati Purwakarta ‘Agak Laen’ Usai Kasus Pengeroyokan Hajatan Warga

Terpopuler
  • Ole Romeny
    Rumor Transfer Persib: Skenario Gila Datangkan Ole Romeny dan Lepas Eliano ke Eropa
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
  • Rumor Transfer Persib: Antara Ronald Koeman Jr yang Dilirik Raksasa Belanda dan Kode Keras untuk Kadu
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Diusir Secara Hukum, Dicintai Secara Nurani: Tragedi Dr. Badjora yang Mengguncang Padangsidimpuan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.