Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Minggu, 20 September 2026 01:00 WIB
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KDS Pilih Hormati Proses Hukum, Pengamat: Hasil Kerja Lebih Kuat dari Seribu Bantahan

By SusanaSelasa, 4 Agustus 2026 09:02 WIB3 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengamat politik nasional M Khotib mengapresiasi sikap Bupati Bandung, Kang Dadang Supriatna (KDS), yang memilih tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan di tengah berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya di ruang publik dan media sosial.

Menurut Khotib, seorang pemimpin tidak hanya diuji melalui kemampuan menyusun program pembangunan, tetapi juga melalui cara menyikapi kritik, tekanan, maupun tuduhan yang muncul selama menjalankan amanah pemerintahan.

Pengamat Nilai KDS Tetap Tenang Hadapi Tuduhan

Khotib menilai Kang Dadang Supriatna menunjukkan sikap tenang dan tidak terpancing oleh berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Ia mengatakan, di tengah berbagai isu yang berkembang, KDS memilih tetap menjalankan tugas sebagai kepala daerah dan tidak membalas tuduhan dengan pernyataan yang dapat memperkeruh suasana.

“Dalam konteks itulah, sikap Bupati KDS patut mendapatkan apresiasi. Di tengah berbagai tuduhan mengenai dugaan korupsi, penyalahgunaan kewenangan, dan nepotisme yang diarahkan kepadanya, KDS memilih tetap tenang, tegar, dan tidak mudah terpancing,” ujar M Khotib kepada awak media, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga:  Hari Jadi ke-383, Pemkab Bandung Targetkan 1000 Pasangan Ikuti Sidang Itsbat Nikah Terpadu

Menurutnya, sebagian tuduhan yang beredar juga disertai narasi bernada kasar dan menyerang pribadi. Namun, KDS dinilai tetap memilih bersikap tenang.

“KDS juga tidak memilih jalan saling menghina atau mempertontonkan kegaduhan di ruang publik,” katanya.

Percayakan Penyelesaian kepada Proses Hukum

Khotib menilai keputusan KDS untuk menyerahkan persoalan tersebut kepada mekanisme hukum merupakan langkah yang tepat karena Indonesia merupakan negara hukum.

Ia menegaskan bahwa benar atau tidaknya suatu tuduhan harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku, bukan melalui opini publik ataupun penghakiman di media sosial.

“Semua harus dibuktikan berdasarkan fakta, alat bukti, dan mekanisme hukum yang sah. Asas praduga tak bersalah harus tetap dihormati. Seseorang tidak boleh dianggap bersalah hanya karena telah dituduh atau diserang berulang kali di ruang publik,” ujarnya.

Menurut Khotib, sikap tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap penegakan hukum sekaligus menunjukkan kematangan dalam menghadapi dinamika politik.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 24 Mei 2025, Cek Lokasinya

Fokus Melayani Masyarakat Kabupaten Bandung

Khotib juga mengapresiasi keputusan KDS yang tetap memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat dibandingkan merespons berbagai tuduhan yang berkembang.

Ia menilai waktu dan energi seorang kepala daerah sebaiknya digunakan untuk menyelesaikan berbagai program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Saya melihat, bagi KDS waktu dan energi seorang kepala daerah terlalu berharga apabila hanya dihabiskan untuk melayani provokasi yang tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Itu sikap luar biasa,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bandung tetap fokus pada berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan hasil pembangunan daripada polemik politik yang berkepanjangan.

Demokrasi Harus Mengedepankan Etika

Khotib menegaskan bahwa kritik terhadap pejabat publik merupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi. Namun, kritik harus dibedakan dengan penghinaan, fitnah, maupun serangan terhadap pribadi.

Menurutnya, demokrasi semestinya menjadi ruang adu gagasan, program, integritas, dan prestasi, bukan arena saling menjatuhkan melalui narasi yang belum teruji kebenarannya.

Baca Juga:  Capaian Signifikan, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Bandung Naik ke Predikat A

Ia juga mengingatkan bahwa apabila terdapat perbedaan pilihan politik, mekanisme yang tersedia adalah melalui kontestasi demokrasi pada pemilihan berikutnya.

“Dalam demokrasi selalu tersedia kesempatan untuk bertanding kembali. Pihak yang kalah hari ini dapat mempersiapkan diri untuk menang pada pemilihan berikutnya. Namun, perjuangan itu harus dilakukan secara ksatria, terbuka, adil, dan menghormati pilihan rakyat,” tegasnya.

Ketenangan Dinilai Menjadi Modal Kepemimpinan

Khotib menilai pengalaman Kang Dadang Supriatna memimpin Kabupaten Bandung telah membentuk kematangan emosional dan politik dalam menghadapi berbagai dinamika.

Ia menambahkan bahwa tidak semua kritik maupun serangan harus dibalas dengan respons yang sama. Menurutnya, hasil kerja dan kinerja pemerintahan pada akhirnya akan menjadi penilaian utama masyarakat.

“Tidak semua penghinaan perlu dibalas dengan penghinaan. Kadang-kadang, prestasi dan hasil kerja merupakan jawaban yang jauh lebih kuat daripada seribu bantahan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bupati Bandung Dadang Supriatna Kabupaten Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.