Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib dan Persija Adu Otot Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026 Sore Ini

Selasa, 4 Agustus 2026 09:54 WIB

Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Waspadai Lemparan Jauh Pratama Arhan

Selasa, 4 Agustus 2026 09:32 WIB

KDS Pilih Hormati Proses Hukum, Pengamat: Hasil Kerja Lebih Kuat dari Seribu Bantahan

Selasa, 4 Agustus 2026 09:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib dan Persija Adu Otot Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026 Sore Ini
  • Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Waspadai Lemparan Jauh Pratama Arhan
  • KDS Pilih Hormati Proses Hukum, Pengamat: Hasil Kerja Lebih Kuat dari Seribu Bantahan
  • Menembus Badai Disrupsi, Bukamata.id Rayakan HUT ke-3 dengan Semangat ‘Berani Berbeda, Tetap Beretika’
  • Klasemen Grup A Piala AFF 2026: Indonesia Turun ke Posisi 3 Usai Dihajar Vietnam 0-3
  • Mau Investasi Emas? Ini Daftar Harga Emas Antam Hari Ini 4 Agustus 2026 Lengkap
  • Mental Juara Maung Bandung Diuji! Mutombo Kirim Pesan Keras Jelang Hadapi Persija Jakarta
  • Chat WhatsApp Makin Penuh? Fitur Baru Ini Bisa Otomatis Bersihkan Pesan Promosi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KDS Pilih Hormati Proses Hukum, Pengamat: Hasil Kerja Lebih Kuat dari Seribu Bantahan

By SusanaSelasa, 4 Agustus 2026 09:02 WIB3 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pengamat politik nasional M Khotib mengapresiasi sikap Bupati Bandung, Kang Dadang Supriatna (KDS), yang memilih tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan di tengah berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya di ruang publik dan media sosial.

Menurut Khotib, seorang pemimpin tidak hanya diuji melalui kemampuan menyusun program pembangunan, tetapi juga melalui cara menyikapi kritik, tekanan, maupun tuduhan yang muncul selama menjalankan amanah pemerintahan.

Pengamat Nilai KDS Tetap Tenang Hadapi Tuduhan

Khotib menilai Kang Dadang Supriatna menunjukkan sikap tenang dan tidak terpancing oleh berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Ia mengatakan, di tengah berbagai isu yang berkembang, KDS memilih tetap menjalankan tugas sebagai kepala daerah dan tidak membalas tuduhan dengan pernyataan yang dapat memperkeruh suasana.

“Dalam konteks itulah, sikap Bupati KDS patut mendapatkan apresiasi. Di tengah berbagai tuduhan mengenai dugaan korupsi, penyalahgunaan kewenangan, dan nepotisme yang diarahkan kepadanya, KDS memilih tetap tenang, tegar, dan tidak mudah terpancing,” ujar M Khotib kepada awak media, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, sebagian tuduhan yang beredar juga disertai narasi bernada kasar dan menyerang pribadi. Namun, KDS dinilai tetap memilih bersikap tenang.

“KDS juga tidak memilih jalan saling menghina atau mempertontonkan kegaduhan di ruang publik,” katanya.

Percayakan Penyelesaian kepada Proses Hukum

Khotib menilai keputusan KDS untuk menyerahkan persoalan tersebut kepada mekanisme hukum merupakan langkah yang tepat karena Indonesia merupakan negara hukum.

Ia menegaskan bahwa benar atau tidaknya suatu tuduhan harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku, bukan melalui opini publik ataupun penghakiman di media sosial.

“Semua harus dibuktikan berdasarkan fakta, alat bukti, dan mekanisme hukum yang sah. Asas praduga tak bersalah harus tetap dihormati. Seseorang tidak boleh dianggap bersalah hanya karena telah dituduh atau diserang berulang kali di ruang publik,” ujarnya.

Menurut Khotib, sikap tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap penegakan hukum sekaligus menunjukkan kematangan dalam menghadapi dinamika politik.

Fokus Melayani Masyarakat Kabupaten Bandung

Khotib juga mengapresiasi keputusan KDS yang tetap memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat dibandingkan merespons berbagai tuduhan yang berkembang.

Ia menilai waktu dan energi seorang kepala daerah sebaiknya digunakan untuk menyelesaikan berbagai program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Saya melihat, bagi KDS waktu dan energi seorang kepala daerah terlalu berharga apabila hanya dihabiskan untuk melayani provokasi yang tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Itu sikap luar biasa,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bandung tetap fokus pada berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan hasil pembangunan daripada polemik politik yang berkepanjangan.

Demokrasi Harus Mengedepankan Etika

Khotib menegaskan bahwa kritik terhadap pejabat publik merupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi. Namun, kritik harus dibedakan dengan penghinaan, fitnah, maupun serangan terhadap pribadi.

Menurutnya, demokrasi semestinya menjadi ruang adu gagasan, program, integritas, dan prestasi, bukan arena saling menjatuhkan melalui narasi yang belum teruji kebenarannya.

Ia juga mengingatkan bahwa apabila terdapat perbedaan pilihan politik, mekanisme yang tersedia adalah melalui kontestasi demokrasi pada pemilihan berikutnya.

“Dalam demokrasi selalu tersedia kesempatan untuk bertanding kembali. Pihak yang kalah hari ini dapat mempersiapkan diri untuk menang pada pemilihan berikutnya. Namun, perjuangan itu harus dilakukan secara ksatria, terbuka, adil, dan menghormati pilihan rakyat,” tegasnya.

Ketenangan Dinilai Menjadi Modal Kepemimpinan

Khotib menilai pengalaman Kang Dadang Supriatna memimpin Kabupaten Bandung telah membentuk kematangan emosional dan politik dalam menghadapi berbagai dinamika.

Ia menambahkan bahwa tidak semua kritik maupun serangan harus dibalas dengan respons yang sama. Menurutnya, hasil kerja dan kinerja pemerintahan pada akhirnya akan menjadi penilaian utama masyarakat.

“Tidak semua penghinaan perlu dibalas dengan penghinaan. Kadang-kadang, prestasi dan hasil kerja merupakan jawaban yang jauh lebih kuat daripada seribu bantahan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bupati Bandung Dadang Supriatna Kabupaten Bandung KDS M Khotib pengamat politik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Daftar Bantuan yang Masuk Rekening, Ada PKH hingga Beras 10 Kg

Padang Dikepung Banjir Bandang: Ratusan Rumah Terendam, Warga Dievakuasi Dini Hari

Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus

Dedi Mulyadi Desak Bersih-bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi

Owner Padela Bantah Lapangannya Berisik: Sudah Pasang Peredam, Warga Lain Tak Ada yang Komplain

Bukan Profesor, Mbah Riyan Tukang Bangunan dari Kudus Ini Diakui Ulama Al-Azhar Lewat Puluhan Kitab Tahqiq

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.