bukamata.id – Dunia pemerintahan Jawa Barat tengah berduka mendalam. Salah satu tokoh birokrat senior yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pelayanan publik, Danny Setiawan, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 19 September 2026, dalam usia 81 tahun.
Berita kepulangan almarhum pertama kali tersiar luas setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan kabar duka tersebut secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Kepergian sosok yang pernah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Bumi Parahyangan ini sekaligus menutup lembaran panjang sejarah pengabdian seorang abdi negara sejati.
Dari Purwakarta Menuju Kursi Jabar Satu
Lahir di Purwakarta pada 28 Agustus 1945, perjalanan hidup Danny Setiawan merupakan teladan ketekunan dari tingkat bawah. Menikah dengan Hj. Rinania Sastrawiguna dan dikaruniai empat orang buah hati, ia menempa ilmu pendidikannya mulai dari Sekolah Rakyat Cirebon (1959), SMP Negeri Bogor (1961), hingga SMA Negeri Paspal Purwakarta (1964).
Kecintaannya pada tata kelola pemerintahan membawanya masuk ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung pada 1968. Tidak berhenti di situ, ia terus mengasah kapasitas intelektualnya dengan menempuh studi di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Malang (1973) serta merampungkan gelar Magister Kebijakan Publik di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada tahun 2000.
Rekam Jejak Panjang di Dunia Birokrasi
Karier birokrasinya dimulai pada tahun 1968 saat dipercaya mengemban tugas sebagai Camat Cimarga di Kabupaten Lebak. Jiwa petualang dan pengabdiannya juga diuji ketika ditugaskan jauh ke Indonesia timur sebagai Wakil KPS Ransiki di Kabupaten Manokwari, Irian Barat, sebelum kembali menduduki kursi Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Lebak (1977–1984).
Langkahnya kemudian menembus birokrasi tingkat provinsi dengan memegang berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Jabar, Kepala Biro Keuangan, Kepala Biro Pembangunan Daerah, hingga memimpin Dinas Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar pada rentang 1994–1997.
Puncak kariernya tercapai ketika ia dipercaya memimpin roda pemerintahan Jawa Barat sebagai Gubernur periode 2003–2008 berpasangan dengan Wakil Gubernur Nu’man Abdul Hakim. Atas dedikasi total tanpa henti tersebut, berbagai penghargaan bergengsi dari Presiden RI berhasil diraihnya, termasuk Satyalancana Wira Karya serta Tanda Kehormatan Pengabdian 30 Tahun.
Kini, sang tokoh sepuh telah berpulang, namun warisan tata kelola dan rekam jejak pengabdiannya akan terus abadi dalam ingatan serta lembaran sejarah Provinsi Jawa Barat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










