Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Malam Jumat Kliwon

Malam Jumat Kliwon, Weton 23 Januari 2026: Arti dan Karakteristiknya

Kamis, 22 Januari 2026 19:37 WIB

Banjir Karangligar Karawang Bukan Lagi Masalah Sementara, Dedi Mulyadi Punya Solusi Radikal

Kamis, 22 Januari 2026 19:26 WIB

Tingginya PHK di Jabar, Dedi Mulyadi Soroti Kualitas SDM dan Koneksi Ordal

Kamis, 22 Januari 2026 19:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Malam Jumat Kliwon, Weton 23 Januari 2026: Arti dan Karakteristiknya
  • Banjir Karangligar Karawang Bukan Lagi Masalah Sementara, Dedi Mulyadi Punya Solusi Radikal
  • Tingginya PHK di Jabar, Dedi Mulyadi Soroti Kualitas SDM dan Koneksi Ordal
  • 26.968 PPPK Paruh Waktu di Jabar Belum Terima Upah, Dedi Mulyadi Beri Penjelasan
  • Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Pejabat Pemkab Bekasi Jadi Korban
  • Jadi Beban! Dedi Mulyadi Ungkap 9 BUMN Nunggak Utang Rp3,7 Triliun ke BJB
  • Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026: Benarkah Ada Penyesuaian Februari Ini?
  • Redmi Note 15 Series Resmi Masuk RI, Berikut Harga dan Spesifikasi Lengkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 22 Januari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Murka ke Pembawa Spanduk ‘Selamatkan Persikas’, Isu Penjualan Klub Menguat

By Aga GustianaKamis, 29 Mei 2025 09:11 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana acara Nganjang Ka Warga di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu malam (28/5/2025), mendadak memanas setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluapkan emosinya. Ia naik pitam lantaran sekelompok pemuda membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” di tengah acara yang sejatinya bertujuan menyerap aspirasi warga.

Dedi yang awalnya duduk bersama para tamu undangan sontak berdiri dan menegur keras pelaku pembentangan spanduk tersebut. Dengan suara tinggi dan penuh emosi, ia menyatakan bahwa acara tersebut bukan tempat untuk menyuarakan isu sepak bola daerah.

“Siapa kamu, turunkan spanduknya. Jangan sok jago di sini. Gak mikir kamu, ini bukan forum Persikas, ini forum saya dengan rakyat, minggir kamu. Punya otak kamu, ngaku anak muda, ngaku berpendidikan. Ini penderitaan rakyat, bukan Persikas. Urusan Persikas bukan di sini, urusan Persikas di lapangan dan bukan urusan saya,” tegas Dedi Mulyadi.

Ia juga memerintahkan agar spanduk segera diamankan dan pelakunya dicari. Dalam pernyataan lanjutannya, Dedi menilai masalah Persikas tidak relevan dalam konteks diskusi publik malam itu.

“Orang Subang bukan butuh Persikas untuk hari ini. Orang Subang butuh jalan yang baik, butuh sekolah yang baik. Dalam persepakbolaan, untuk masuk Liga 1 atau Liga 2 itu perlu dana besar. Pemda Subang gak cukup uangnya untuk urus main bola,” ujar Dedi menambahkan.

Insiden ini diduga bukan spontanitas, melainkan aksi yang direncanakan oleh kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai “Persikas Fans Menyapa KDM”. Aksi mereka langsung menyita perhatian warga yang hadir.

Sementara itu, hingga kini manajemen Persikas Subang masih belum memberikan tanggapan resmi terhadap berbagai isu yang berkembang. Masyarakat pun dibuat bertanya-tanya terkait nasib klub kebanggaan Kabupaten Subang itu.

Isu Penjualan Persikas Semakin Santer, Fans Resah

Kegelisahan publik soal masa depan Persikas semakin memuncak setelah mencuat kabar mengejutkan: tim berjuluk Singa Subang tersebut dikabarkan dijual ke Sumatera Selatan dan akan berubah nama menjadi Sumsel United. Bahkan, tim asuhan pelatih Din Gultom disebut-sebut bakal berpindah markas ke Palembang.

Kabar ini langsung viral di media sosial dan memicu perdebatan tajam di kalangan pendukung setia Persikas. Banyak yang menyayangkan keputusan tersebut, mengingat perjuangan tim musim lalu yang berhasil keluar dari zona degradasi Liga 3 dan bertahan di Liga 2.

Dugaan kuat menyebutkan bahwa krisis finansial menjadi penyebab utama. Manajemen PT Persikas Bangkit Juara, yang dikomandoi oleh Achmad Buhori, disebut-sebut kesulitan membayar gaji pemain dan ofisial. Kondisi ini makin jelas ketika sejumlah pemain andalan dilepas dan mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka di media sosial.

Beberapa pemain bahkan menyatakan bahwa mereka belum menerima hak gaji sepenuhnya. Polemik ini sempat menjadi perbincangan hangat publik Subang, terutama karena pada tahun 2024 lalu, klub ini sempat menerima bantuan dana hibah dari Pemkab Subang sebesar Rp900 juta.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak dari manajemen Persikas yang memberikan klarifikasi resmi soal isu penjualan klub.

Desakan Transparansi Menguat

Situasi ini memicu desakan dari masyarakat dan komunitas suporter agar manajemen Persikas segera membuka suara. Mereka menilai ketidakjelasan nasib klub hanya akan memperkeruh suasana dan mengikis kepercayaan publik terhadap pengelolaan sepak bola di daerah.

Apalagi, Persikas telah menjadi simbol semangat dan kebanggaan warga Subang selama bertahun-tahun. Kejelasan masa depan klub ini bukan hanya penting bagi para pemain dan staf, tetapi juga bagi ribuan pendukung yang selama ini setia mendukung dari tribun.

Kini, publik menantikan langkah konkret dari pihak manajemen dan pemerintah daerah untuk memberikan penjelasan dan solusi yang tepat. Apakah Persikas benar-benar akan pindah dan berganti nama, atau masih ada upaya penyelamatan yang bisa dilakukan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Persikas Selamatkan Persikas Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Banjir Karangligar Karawang Bukan Lagi Masalah Sementara, Dedi Mulyadi Punya Solusi Radikal

Tingginya PHK di Jabar, Dedi Mulyadi Soroti Kualitas SDM dan Koneksi Ordal

26.968 PPPK Paruh Waktu di Jabar Belum Terima Upah, Dedi Mulyadi Beri Penjelasan

Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Pejabat Pemkab Bekasi Jadi Korban

Jadi Beban! Dedi Mulyadi Ungkap 9 BUMN Nunggak Utang Rp3,7 Triliun ke BJB

Bahaya Masih Mengintai, Evakuasi Korban Tambang Gunung Pongkor Bogor Dilakukan Hati-hati

Terpopuler
  • Rekomendasi Makan Malam di Subang, dari Saung Sunda hingga Rest Area Favorit
  • Panduan Kuliner Sukabumi: 5 Sajian Khas yang Melegenda dan Hits
  • 23 Paskal Hadirkan Bandung Starts Here, Rumah Baru untuk Komunitas Bandung
  • Viral! Video Diduga Ricky Harun Karaoke Bareng LC Jadi Sorotan Publik
  • Bak Cerita Dongeng, Perjalanan Hidup Michael O dari Manusia Silver ke Model Profesional
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2026
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.