Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap

Selasa, 27 Oktober 2026 12:09 WIB

Nikmati Kuliner Lezat di Roemah Legit, bank bjb Hadirkan Promo Diskon Spesial Pengguna DIGI

Selasa, 27 Oktober 2026 11:03 WIB

Emas Antam Naik Rp10.000 Hari Ini, Segini Harga 1 Gram Sekarang

Selasa, 27 Oktober 2026 10:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap
  • Nikmati Kuliner Lezat di Roemah Legit, bank bjb Hadirkan Promo Diskon Spesial Pengguna DIGI
  • Emas Antam Naik Rp10.000 Hari Ini, Segini Harga 1 Gram Sekarang
  • Antam Meroket Lagi! Cek Rincian Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Hari Ini 27 Oktober 2026
  • Amukan Puting Beliung Sapu Padalarang: 520 Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Parah
  • Kedekatannya hanya Gimmick? Amanda Manopo Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Fajar Sadboy!
  • Polisi Ungkap Detik-detik Bobotoh Dibacok di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Motif Masih Misteri
  • Persib Bandung vs Melbourne Victory: Pertaruhan Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Murka ke Pembawa Spanduk ‘Selamatkan Persikas’, Isu Penjualan Klub Menguat

By Aga GustianaKamis, 29 Mei 2025 09:11 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana acara Nganjang Ka Warga di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu malam (28/5/2025), mendadak memanas setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluapkan emosinya. Ia naik pitam lantaran sekelompok pemuda membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” di tengah acara yang sejatinya bertujuan menyerap aspirasi warga.

Dedi yang awalnya duduk bersama para tamu undangan sontak berdiri dan menegur keras pelaku pembentangan spanduk tersebut. Dengan suara tinggi dan penuh emosi, ia menyatakan bahwa acara tersebut bukan tempat untuk menyuarakan isu sepak bola daerah.

“Siapa kamu, turunkan spanduknya. Jangan sok jago di sini. Gak mikir kamu, ini bukan forum Persikas, ini forum saya dengan rakyat, minggir kamu. Punya otak kamu, ngaku anak muda, ngaku berpendidikan. Ini penderitaan rakyat, bukan Persikas. Urusan Persikas bukan di sini, urusan Persikas di lapangan dan bukan urusan saya,” tegas Dedi Mulyadi.

Ia juga memerintahkan agar spanduk segera diamankan dan pelakunya dicari. Dalam pernyataan lanjutannya, Dedi menilai masalah Persikas tidak relevan dalam konteks diskusi publik malam itu.

Baca Juga:  Candaan Dedi Mulyadi Bikin Gubernur Malut Tersipu Saat Jalan Sore di Subang

“Orang Subang bukan butuh Persikas untuk hari ini. Orang Subang butuh jalan yang baik, butuh sekolah yang baik. Dalam persepakbolaan, untuk masuk Liga 1 atau Liga 2 itu perlu dana besar. Pemda Subang gak cukup uangnya untuk urus main bola,” ujar Dedi menambahkan.

Insiden ini diduga bukan spontanitas, melainkan aksi yang direncanakan oleh kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai “Persikas Fans Menyapa KDM”. Aksi mereka langsung menyita perhatian warga yang hadir.

Sementara itu, hingga kini manajemen Persikas Subang masih belum memberikan tanggapan resmi terhadap berbagai isu yang berkembang. Masyarakat pun dibuat bertanya-tanya terkait nasib klub kebanggaan Kabupaten Subang itu.

Isu Penjualan Persikas Semakin Santer, Fans Resah

Kegelisahan publik soal masa depan Persikas semakin memuncak setelah mencuat kabar mengejutkan: tim berjuluk Singa Subang tersebut dikabarkan dijual ke Sumatera Selatan dan akan berubah nama menjadi Sumsel United. Bahkan, tim asuhan pelatih Din Gultom disebut-sebut bakal berpindah markas ke Palembang.

Baca Juga:  Guncangan di Pemprov Jabar: Wagub Kecewa, Gubernur Dukung Sekda

Kabar ini langsung viral di media sosial dan memicu perdebatan tajam di kalangan pendukung setia Persikas. Banyak yang menyayangkan keputusan tersebut, mengingat perjuangan tim musim lalu yang berhasil keluar dari zona degradasi Liga 3 dan bertahan di Liga 2.

Dugaan kuat menyebutkan bahwa krisis finansial menjadi penyebab utama. Manajemen PT Persikas Bangkit Juara, yang dikomandoi oleh Achmad Buhori, disebut-sebut kesulitan membayar gaji pemain dan ofisial. Kondisi ini makin jelas ketika sejumlah pemain andalan dilepas dan mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka di media sosial.

Beberapa pemain bahkan menyatakan bahwa mereka belum menerima hak gaji sepenuhnya. Polemik ini sempat menjadi perbincangan hangat publik Subang, terutama karena pada tahun 2024 lalu, klub ini sempat menerima bantuan dana hibah dari Pemkab Subang sebesar Rp900 juta.

Baca Juga:  Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak dari manajemen Persikas yang memberikan klarifikasi resmi soal isu penjualan klub.

Desakan Transparansi Menguat

Situasi ini memicu desakan dari masyarakat dan komunitas suporter agar manajemen Persikas segera membuka suara. Mereka menilai ketidakjelasan nasib klub hanya akan memperkeruh suasana dan mengikis kepercayaan publik terhadap pengelolaan sepak bola di daerah.

Apalagi, Persikas telah menjadi simbol semangat dan kebanggaan warga Subang selama bertahun-tahun. Kejelasan masa depan klub ini bukan hanya penting bagi para pemain dan staf, tetapi juga bagi ribuan pendukung yang selama ini setia mendukung dari tribun.

Kini, publik menantikan langkah konkret dari pihak manajemen dan pemerintah daerah untuk memberikan penjelasan dan solusi yang tepat. Apakah Persikas benar-benar akan pindah dan berganti nama, atau masih ada upaya penyelamatan yang bisa dilakukan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap

Emas Antam Naik Rp10.000 Hari Ini, Segini Harga 1 Gram Sekarang

Amukan Puting Beliung Sapu Padalarang: 520 Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Parah

Polisi Ungkap Detik-detik Bobotoh Dibacok di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Motif Masih Misteri

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Desil Keluarga Tidak Sesuai Kondisi Asli? Begini Cara Mengajukan Perbaikan Data

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Oktober 2026 Belum Cair, Jangan Panik! Ini yang Perlu Dicek

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.