Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tiket Fase Grup ACL 2 Dipertaruhkan: Catat Jam Tayang dan Link Live Streaming Persib vs Manila Digger

Senin, 31 Agustus 2026 10:58 WIB

Over Kapasitas Atau Over Korupsi? Detik-Detik Jembatan 60 Meter Pangandaran Ambrol!

Senin, 31 Agustus 2026 10:39 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 31 Agustus 2026 Tak Berubah, 1 Gram Rp2,67 Juta

Senin, 31 Agustus 2026 10:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tiket Fase Grup ACL 2 Dipertaruhkan: Catat Jam Tayang dan Link Live Streaming Persib vs Manila Digger
  • Over Kapasitas Atau Over Korupsi? Detik-Detik Jembatan 60 Meter Pangandaran Ambrol!
  • Harga Emas Antam Hari Ini 31 Agustus 2026 Tak Berubah, 1 Gram Rp2,67 Juta
  • Tanpa Bobotoh di Si Jalak Harupat, Persib Hadapi Ancaman Serangan Balik Manila Digger
  • Menimbang ‘Dosa’ Pembangunan: Benarkah Rakyat Jawa Barat Belum Merdeka?
  • Berburu Item Gratisan! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 31 Agustus 2026 Sebelum Hangus
  • Jangan Sampai Terlewat! Bansos September 2026 Bisa Dicek Online, Ini Caranya
  • Cari Tempat Pijat dan Spa di Bandung? Ini 5 Lokasi yang Bisa Jadi Pilihan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 31 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Murka ke Pembawa Spanduk ‘Selamatkan Persikas’, Isu Penjualan Klub Menguat

By Aga GustianaKamis, 29 Mei 2025 09:11 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana acara Nganjang Ka Warga di Desa Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu malam (28/5/2025), mendadak memanas setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluapkan emosinya. Ia naik pitam lantaran sekelompok pemuda membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” di tengah acara yang sejatinya bertujuan menyerap aspirasi warga.

Dedi yang awalnya duduk bersama para tamu undangan sontak berdiri dan menegur keras pelaku pembentangan spanduk tersebut. Dengan suara tinggi dan penuh emosi, ia menyatakan bahwa acara tersebut bukan tempat untuk menyuarakan isu sepak bola daerah.

“Siapa kamu, turunkan spanduknya. Jangan sok jago di sini. Gak mikir kamu, ini bukan forum Persikas, ini forum saya dengan rakyat, minggir kamu. Punya otak kamu, ngaku anak muda, ngaku berpendidikan. Ini penderitaan rakyat, bukan Persikas. Urusan Persikas bukan di sini, urusan Persikas di lapangan dan bukan urusan saya,” tegas Dedi Mulyadi.

Ia juga memerintahkan agar spanduk segera diamankan dan pelakunya dicari. Dalam pernyataan lanjutannya, Dedi menilai masalah Persikas tidak relevan dalam konteks diskusi publik malam itu.

Baca Juga:  Manfaatkan Medsos, Dedi Mulyadi Klaim Biaya Kampanye Lebih Murah dan Efektif

“Orang Subang bukan butuh Persikas untuk hari ini. Orang Subang butuh jalan yang baik, butuh sekolah yang baik. Dalam persepakbolaan, untuk masuk Liga 1 atau Liga 2 itu perlu dana besar. Pemda Subang gak cukup uangnya untuk urus main bola,” ujar Dedi menambahkan.

Insiden ini diduga bukan spontanitas, melainkan aksi yang direncanakan oleh kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai “Persikas Fans Menyapa KDM”. Aksi mereka langsung menyita perhatian warga yang hadir.

Sementara itu, hingga kini manajemen Persikas Subang masih belum memberikan tanggapan resmi terhadap berbagai isu yang berkembang. Masyarakat pun dibuat bertanya-tanya terkait nasib klub kebanggaan Kabupaten Subang itu.

Isu Penjualan Persikas Semakin Santer, Fans Resah

Kegelisahan publik soal masa depan Persikas semakin memuncak setelah mencuat kabar mengejutkan: tim berjuluk Singa Subang tersebut dikabarkan dijual ke Sumatera Selatan dan akan berubah nama menjadi Sumsel United. Bahkan, tim asuhan pelatih Din Gultom disebut-sebut bakal berpindah markas ke Palembang.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pertanyakan Tujuan Pagar Laut di Bekasi

Kabar ini langsung viral di media sosial dan memicu perdebatan tajam di kalangan pendukung setia Persikas. Banyak yang menyayangkan keputusan tersebut, mengingat perjuangan tim musim lalu yang berhasil keluar dari zona degradasi Liga 3 dan bertahan di Liga 2.

Dugaan kuat menyebutkan bahwa krisis finansial menjadi penyebab utama. Manajemen PT Persikas Bangkit Juara, yang dikomandoi oleh Achmad Buhori, disebut-sebut kesulitan membayar gaji pemain dan ofisial. Kondisi ini makin jelas ketika sejumlah pemain andalan dilepas dan mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka di media sosial.

Beberapa pemain bahkan menyatakan bahwa mereka belum menerima hak gaji sepenuhnya. Polemik ini sempat menjadi perbincangan hangat publik Subang, terutama karena pada tahun 2024 lalu, klub ini sempat menerima bantuan dana hibah dari Pemkab Subang sebesar Rp900 juta.

Baca Juga:  Era Dedi Mulyadi: UMK Jawa Barat 2025 Naik, Bekasi Tertinggi Banjar Terendah

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak dari manajemen Persikas yang memberikan klarifikasi resmi soal isu penjualan klub.

Desakan Transparansi Menguat

Situasi ini memicu desakan dari masyarakat dan komunitas suporter agar manajemen Persikas segera membuka suara. Mereka menilai ketidakjelasan nasib klub hanya akan memperkeruh suasana dan mengikis kepercayaan publik terhadap pengelolaan sepak bola di daerah.

Apalagi, Persikas telah menjadi simbol semangat dan kebanggaan warga Subang selama bertahun-tahun. Kejelasan masa depan klub ini bukan hanya penting bagi para pemain dan staf, tetapi juga bagi ribuan pendukung yang selama ini setia mendukung dari tribun.

Kini, publik menantikan langkah konkret dari pihak manajemen dan pemerintah daerah untuk memberikan penjelasan dan solusi yang tepat. Apakah Persikas benar-benar akan pindah dan berganti nama, atau masih ada upaya penyelamatan yang bisa dilakukan?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Over Kapasitas Atau Over Korupsi? Detik-Detik Jembatan 60 Meter Pangandaran Ambrol!

Menimbang ‘Dosa’ Pembangunan: Benarkah Rakyat Jawa Barat Belum Merdeka?

Jangan Sampai Terlewat! Bansos September 2026 Bisa Dicek Online, Ini Caranya

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

PKH-BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Jadwal dan Besaran Bantuan

Fun Fishing Journalist X ASN Digelar, Jadi Ajang Silaturahmi 70 Peserta dan Perebutkan Piala Wali Kota Bandung 2026

Bukan Sekadar Adu Urat, Bahar bin Smith vs GRIB Jaya: Dua Nama Kontroversial Bertemu di Tengah Kasus Maut

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF Terbaru 25 Agustus 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis Sebelum Hangus
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.