bukamata.id – Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan maraknya laporan anak-anak yang harus menjalani rawat inap akibat infeksi virus Influenza A. Kendati demikian, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Anggraini Alam, menyebutkan bahwa peningkatan kasus di sejumlah rumah sakit rujukan kota besar saat ini belum merepresentasikan lonjakan kasus secara nasional.
“Bila dibandingkan dengan data September 2025, tahun ini hingga 10 September 2026 belum terlihat ada lonjakan kasus yang tinggi. Tapi kita perlu waspada karena sudah ada kenaikan kasus di negara tetangga,” ungkap Anggraini yang dikutip pada Sabtu (19/9/2026).
Lonjakan signifikan tercatat terjadi di beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, dan Singapura—di mana Singapura mengalami lonjakan kasus hingga 37 persen. Mobilitas penerbangan yang tinggi antara Indonesia dan negara-negara tersebut menuntut tingkat kewaspadaan ekstra agar gelombang penularan tidak merembes ke Tanah Air.
Mengenal Karakteristik dan Kelompok Rentan Influenza A
Influenza A merupakan jenis virus pernapasan yang dikenal sangat agresif karena kemampuannya bermutasi dengan cepat. Berbeda dengan virus flu biasa, patogen ini tidak hanya menyerang manusia, melainkan juga dapat menginfeksi hewan seperti babi, serta memiliki potensi memicu pandemi global.
Meskipun dapat menginfeksi siapa saja tanpa pandang bulu, kelompok tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami keparahan, yakni anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan riwayat penyakit kronis.
Bedanya Influenza A dengan Selesma dan COVID-19
Sering kali disamakan dengan selesma (common cold) atau COVID-19 karena sama-sama memicu batuk dan pilek, Influenza A memiliki karakteristik klinis yang lebih berat dan serangan yang mendadak.
- Onset Cepat: Demam tinggi, linu sekujur tubuh, lemas, hingga hilangnya nafsu makan langsung muncul secara berbarengan dalam waktu dekat.
- Gejala Khas Batuk: Batuk pada penderita influenza umumnya terasa kering, gatal, dan seret di tenggorokan seperti ada butiran pasir. Puncak gejala biasanya terjadi pada hari keempat hingga kelima, sementara fase pemulihan dimulai pada hari kedelapan dan bisa bertahan hingga dua minggu lebih.
- Perbedaan dengan COVID-19: Walaupun mirip, gejala spesifik seperti hilangnya indra penciuman, mata merah atau bengkak, serta ruam kulit lebih condong mengarah pada infeksi COVID-19.
Bahaya Komplikasi Serius
Jika diabaikan, infeksi ini dapat memicu komplikasi berat. Penularannya tidak hanya terbatas pada saluran pernapasan, tetapi berpotensi menjalar ke organ vital lain seperti jantung hingga sistem saraf pusat. Segera cari pertolongan medis apabila anak yang sedang sakit menunjukkan tanda-tanda perubahan perilaku, kejang, atau penurunan kesadaran.
Panduan Praktis dan Efektif Mencegah Infeksi Influenza A
Mengingat virus ini sangat mudah menular melalui percikan droplet saat batuk, bersin, atau kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi (seperti gagang pintu dan meja di ruang tertutup berpintu rapat), langkah pencegahan secara proaktif sangat diperlukan. Berikut adalah cara terbaik untuk melindungi diri dan keluarga:
- Rutin Vaksinasi Influenza Tahunan: Vaksinasi merupakan benteng pertahanan utama yang dapat diberikan mulai usia 6 bulan. Meski tidak memberikan perlindungan mutlak 100 persen, vaksin ini mampu memberikan tingkat proteksi sekitar 40 hingga 60 persen serta menurunkan risiko perburukan gejala. Tubuh memerlukan waktu sekitar dua minggu pasca-vaksinasi untuk membentuk antibodi secara optimal.
- Optimalkan Asupan Nutrisi, Vitamin, dan Mineral: Perkuat sistem kekebalan tubuh dengan memenuhi kebutuhan harian vitamin C, vitamin D, serta zinc (seng) dari sumber makanan alami seperti telur dan sumber protein lainnya. Konsumsi secukupnya sesuai batas kebutuhan harian tanpa perlu berlebihan.
- Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Putus rantai penularan virus dengan disiplin mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, serta menghindari kebiasaan menyentuh area wajah (mata, hidung, dan mulut) menggunakan tangan yang belum dibersihkan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










