bukamata.id – Aksi kriminalitas jalanan yang sempat dilaporkan mencekam di kawasan Kabupaten Garut, Jawa Barat, berujung pada fakta yang mencengangkan. Alih-alih menjadi korban perampokan bersenjata tajam seperti yang ia gembar-gemborkan, seorang pengendara ojek online berinisial Ganes Melasrana (24) justru terbukti sengaja merekayasa cerita palsu.
Kisah dramatis ini bermula ketika Ganes mendatangi kantor Polsek Tarogong Kaler pada Kamis (17/9/2026) guna membuat laporan resmi. Kepada pihak berwajib, pemuda tersebut mengaku telah menjadi korban begal sadis di kawasan sepi Cilopang, Rancabango, Garut, pada Rabu (16/9/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB dengan dalih hendak menjemput pelanggan.
Dalam keterangannya saat itu, ia mengeklaim diadang oleh tiga orang tak dikenal yang mengendarai dua unit sepeda motor di tengah jalan yang sunyi.
“Tas saya diambil, ada uang Rp 2,1 juta, HP dan kartu kredit,” ucap Ganes kepada awak media pada Jumat (18/9/2026).
Tidak hanya kehilangan barang berharga, Ganes juga sempat menebar cerita bahwa dirinya menjadi sasaran penganiayaan dengan senjata tajam. Ia menuturkan bilah golok sempat menghujam tangannya sebanyak dua kali serta menggores bagian jok sepeda motor, sebelum akhirnya ia berobat ke puskesmas terdekat dan meneruskannya dengan laporan kepolisian.
“Benar, korban melaporkan kejadian tersebut hari Kamis,” konfirmasi Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi.
Mendapat laporan tersebut, jajaran gabungan dari Unit Polsek Tarogong Kaler bersama Tim Sancang Satreskrim Polres Garut langsung bergerak cepat turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara serta investigasi mendalam. Namun, penyelidikan di lapangan justru menemukan banyak kejanggalan fatal yang tidak masuk akal.
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Herman Saputra, membeberkan bahwa keterangan yang disampaikan pelapor sama sekali tidak sinkron dengan temuan bukti-bukti fisik di lapangan.
“Kami menemukan banyak hal yang tidak sinkron. Hasil pengecekan CCTV juga tidak terdeteksi adanya kejadian di sekitar TKP di waktu yang dilaporkan,” tegas Herman.
Berbekal insting penyelidikan yang tajam, aparat kepolisian langsung mencurigai gelagat sang pelapor. Setelah diinterogasi secara intensif oleh penyidik, kebohongan Ganes akhirnya runtuh seketika dan ia terpaksa mengakui bahwa seluruh insiden begal tersebut murni skenario karangan belaka.
“Untuk sementara, yang bersangkutan ini sudah mengakui perbuatannya. Saat ini masih kami selidiki alasan yang bersangkutan melakukan tindakan ini,” pungkas Herman.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









